RI News. Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menjadikan penguatan mutu pendidikan tinggi di Kalimantan sebagai prioritas strategis dalam mendukung pembangunan daerah di Pulau Seribu Sungai. Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Perguruan Tinggi se-Kalimantan yang digelar Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XI di Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu (9/5).
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tinggi bukan sekadar target institusi, melainkan gerakan kolektif untuk membangun sumber daya manusia unggul yang mampu menggerakkan pembangunan regional.
“Mutu pendidikan tinggi di Kalimantan adalah salah satu prioritas kita bersama. Ruang ini tidak hanya mempertemukan para pemangku kepentingan, tetapi lebih dari itu mempertautkan tekad dan semangat kolektif untuk satu tujuan mulia, yaitu meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Kalimantan,” ujar Badri Munir Sukoco dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Badri menekankan pentingnya penerapan Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai instrumen transformasi yang mendorong tata kelola perguruan tinggi lebih terukur dan berdampak. Menurutnya, perguruan tinggi di Kalimantan harus memanfaatkan kehadiran IKN sebagai “laboratorium hidup” untuk pembelajaran, riset, dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan daerah.
Ia mendorong mahasiswa dan dosen untuk memperdalam kolaborasi melalui program magang, penelitian terapan, proyek tematik, serta kerja sama lintas sektor yang selaras dengan agenda pembangunan Kalimantan.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Kemdiktisaintek menawarkan tiga strategi utama: penguatan kolaborasi akademik dan riset berdampak, peningkatan kerja sama produktif dengan industri serta mitra strategis, serta penguatan talenta dan tata kelola perguruan tinggi yang berintegritas.
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyambut baik hasil rapat koordinasi tersebut. Ia menilai masukan dari para pimpinan perguruan tinggi di Kalimantan akan menjadi bahan penting bagi perbaikan kebijakan pendidikan tinggi nasional.
Baca juga : Reformasi Hak Asasi Manusia: Revisi UU HAM Perkuat Lembaga Independen dan Lindungi Pembela HAM
“Peningkatan mutu dan kompetensi pendidikan tinggi adalah sebuah keharusan. Ini hanya bisa dicapai jika kita bersinergi untuk meningkatkan kualitas akademik, penguatan riset dan inovasi,” kata Hetifah.
Menurut Hetifah, dukungan kebijakan yang konsisten dari pemerintah menjadi kunci agar perguruan tinggi mampu melahirkan SDM unggul yang adaptif dan berdaya saing global, khususnya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah Kalimantan.
Dengan momentum IKN sebagai pusat peradaban baru, para pemangku kepentingan pendidikan tinggi diharapkan dapat menjadikan Kalimantan bukan hanya sebagai penopang ibu kota baru, melainkan juga sebagai kawasan unggul dalam pengembangan sains, teknologi, dan inovasi berbasis kearifan lokal.
Pewarta : Salmi Fitri


