RI News. Bandung – Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas A.M. Djiwandono melantik Junanto Herdiawan sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Senin (11/5/2026). Junanto Herdiawan menggantikan Muhamad Nur yang telah memimpin kantor perwakilan tersebut selama dua setengah tahun.
Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan institusi untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mendukung ketahanan daerah. Thomas A.M. Djiwandono menyatakan bahwa estafet kepemimpinan diharapkan dapat memperdalam peran BI sebagai mitra strategis pemerintah provinsi.
“Guna mencapai proyeksi pertumbuhan ekonomi Jawa Barat di kisaran 4,9 persen–5,7 persen (yoy) serta menjaga inflasi tetap pada rentang sasaran 2,5 persen ± 1 persen pada akhir tahun ini, Bank Indonesia secara konsisten mendukung penguatan sinergi kebijakan yang mencakup pengendalian harga, akselerasi investasi dan reformasi struktural, pengembangan ekonomi kerakyatan serta digitalisasi sistem pembayaran,” ujar Thomas dalam sambutannya di Bandung.

Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi menyambut baik pergantian kepemimpinan tersebut. Menurutnya, sebagai lembaga independen, BI diharapkan terus menjaga stabilitas rupiah dan stabilitas ekonomi secara keseluruhan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri menjadikan penguatan kelembagaan keuangan dan tata pemerintahan sebagai salah satu fokus utama.
Dedy juga menekankan pentingnya peredaran uang yang lebih merata di masyarakat serta menyampaikan apresiasi atas kontribusi BI sebagai mitra strategis. “Ke depan, sinergi dan kolaborasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat diharapkan semakin kuat untuk mewujudkan Jawa Barat yang istimewa,” katanya.
Secara makro, kinerja ekonomi Jawa Barat pada triwulan I 2026 menunjukkan resiliensi yang kuat. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,79 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan nasional. Stabilitas harga juga terjaga dengan inflasi April 2026 berada di level 2,49 persen (yoy), sesuai sasaran.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang efektif melalui strategi 4K: ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Di bawah kepemimpinan baru, Kantor Perwakilan BI Jawa Barat diproyeksikan akan terus mengakselerasi investasi melalui West Java Investment Challenge (WJIC). Saat ini, terdapat sekitar 150 proyek strategis yang ditawarkan dengan total nilai investasi lebih dari Rp200 triliun.
Langkah tersebut selaras dengan pengembangan sumber ekonomi baru, termasuk perluasan ekonomi syariah dan ekonomi hijau, pemberdayaan ekonomi pondok pesantren sebagai pusat halal value chain, serta penguatan inklusi keuangan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD).

Pada aspek sistem pembayaran, BI Jawa Barat akan memperkuat Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) untuk memperluas elektronifikasi transaksi pemerintah. Jawa Barat ditargetkan tetap menjadi pemimpin digitalisasi nasional, dengan jumlah pengguna QRIS mencapai sekitar 13,38 juta dan merchant sebanyak 8,15 juta.
Di sisi lain, BI juga memastikan ketersediaan uang tunai yang memadai melalui penyediaan Uang Layak Edar (ULE) hingga ke pelosok daerah sebagai bentuk pelayanan publik yang inklusif.
Pelantikan Junanto Herdiawan diharapkan menjadi momentum baru bagi sinergi kebijakan yang lebih erat antara BI dan Pemprov Jawa Barat, demi mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan di tengah dinamika global yang penuh tantangan.
Pewarta : Anjar Bramantyo


