RI News. Subulussalam – Hanya dalam hitungan sebulan, nama Sarkani kembali menjadi sorotan publik di Kota Subulussalam. Setelah menghebohkan banyak pihak dengan pengunduran dirinya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Perikanan (Kadistanbunkan) pada 30 Maret 2026, pria ini kini diangkat kembali oleh Walikota sebagai Plt Sekretaris Dewan (Sekwan) DPR Kota Subulussalam dengan eselon yang sama.
Pelantikan berlangsung di Aula Serbaguna Pendopo Walikota Subulussalam pada Senin kemarin. Acara tersebut tidak hanya menyertakan Sarkani, melainkan juga pelantikan pejabat eselon III, eselon IV, camat, serta beberapa jabatan strategis lainnya untuk melengkapi struktur organisasi di berbagai Satuan Kerja Perangkat Kota (SKPK).
Keputusan ini menarik perhatian karena posisi baru Sarkani berada di lingkungan legislatif daerah. Banyak kalangan berharap kehadirannya dapat menjadi jembatan komunikasi yang lebih harmonis antara Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) dan Pemerintah Kota Subulussalam, mengingat selama ini sering muncul kesenjangan koordinasi antara kedua lembaga tersebut.

Menurut pengamat politik lokal yang enggan disebut namanya, penempatan Sarkani di Gedung DPRK diharapkan dapat membawa angin segar dalam hubungan eksekutif-legislatif. “Kita berharap beliau mampu menjembatani komunikasi yang lebih baik, sehingga tidak ada lagi ketidaksinkronan yang selama ini kerap menjadi sorotan,” ujarnya.
Pengunduran diri Sarkani dari Dinas Pertanian Perkebunan dan Perikanan pada akhir Maret lalu sempat menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat Subulussalam. Banyak warga bertanya-tanya, apakah ada kendala teknis dalam menjalankan tugas, tekanan pekerjaan, atau alasan pribadi yang lebih mendalam. Hingga kini, Sarkani sendiri belum memberikan penjelasan resmi terkait mundurnya dari jabatan sebelumnya.
Situasi tersebut sempat memicu berbagai spekulasi di masyarakat. Beberapa pihak bahkan menduga ada dinamika internal yang tidak terpublikasikan. Namun, tanpa keterangan langsung dari yang bersangkutan, semua masih berupa asumsi.
Baca juga : KPK Tahan Tangan, Dalami Bukti Korupsi Pengerukan Pelabuhan di Empat Daerah
Kini, dengan kepercayaan baru sebagai Plt Sekwan, Sarkani kembali mendapat kesempatan untuk membuktikan kapabilitasnya di lingkungan yang berbeda. Seorang pengamat daerah mengingatkan agar jabatan ini tidak berakhir dengan pengunduran diri serupa. “Semoga kali ini lebih stabil. Publik ingin melihat konsistensi dan kontribusi nyata,” katanya.
Pelantikan massal ini sendiri merupakan bagian dari upaya Walikota Subulussalam untuk memperkuat struktur birokrasi menjelang berbagai program pembangunan daerah. Dengan penempatan pejabat di posisi strategis, diharapkan roda pemerintahan dapat berjalan lebih optimal, termasuk di sektor pertanian dan perikanan yang sempat ditinggalkan Sarkani.
Publik kini menanti kiprah Sarkani di gedung DPRK. Apakah ia mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul akibat pengunduran dirinya sebelumnya, atau justru membawa warna baru dalam hubungan antara legislatif dan eksekutif di Subulussalam. Hanya waktu yang akan menjawab.
Pewarta : Jaulim Saran


