RI News. Melawi – Dalam upaya memitigasi kerentanan pangan dan memperkuat fondasi ekonomi agraris di tingkat lokal, Kepolisian Sektor (Polsek) Sokan menginisiasi aksi nyata melalui penanaman serentak jagung hibrida pada Rabu (22/4/2026). Langkah strategis ini dilakukan di atas lahan monokultur Dusun Keluing I, Desa Keluing Taja, Kecamatan Sokan, sebagai bagian dari implementasi program ketahanan pangan nasional di wilayah hukum Polres Melawi.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi seremonial penanaman, melainkan manifestasi kolaborasi multistakeholder yang melibatkan unsur TNI dari Koramil Sokan, staf Kecamatan Sokan, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), hingga kelompok tani setempat. Kehadiran figur kunci seperti Aiptu Sunarmin dan Kanit Reskrim Aipda Ribut Sutrisno menegaskan bahwa peran kepolisian kini bertransformasi melampaui fungsi penegakan hukum konvensional, yakni turut serta dalam menjaga stabilitas sosial melalui penguatan sektor logistik dasar.
Pemilihan lahan monokultur di Desa Keluing Taja didasarkan pada pertimbangan teknis untuk memaksimalkan hasil panen jagung hibrida. Pendekatan ini diprediksi mampu menyederhanakan proses pemeliharaan serta meningkatkan konsistensi output pertanian yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Dengan pendampingan langsung dari PPL Pertanian, diharapkan tata kelola lahan tersebut dapat menjadi model percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Melawi dalam mengoptimalkan potensi tanah lokal.

Keterlibatan aktif para personel Polsek Sokan dan anggota Koramil di lapangan menunjukkan adanya kohesi yang kuat antara aparatur keamanan dan masyarakat sipil. Sinergitas ini dipandang sebagai instrumen krusial dalam menciptakan ekosistem pertanian yang kondusif, di mana keamanan wilayah dan ketersediaan pangan berjalan beriringan.
Perwakilan dari Polsek Sokan menekankan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk memastikan kesejahteraan masyarakat terjaga. Melalui stabilitas pangan, potensi konflik sosial yang dipicu oleh kelangkaan komoditas dapat diminimalisir secara preventif.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi para petani untuk terus meningkatkan produksi pertanian serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Melawi,” ujar salah satu perwakilan Polsek Sokan di sela-sela aktivitas penanaman.
Baca juga : Polres Kebumen Gelar Latihan Sispam Kota, Simulasi Eskalasi Unjuk Rasa hingga Tindakan Anarkis
Secara akademis, kolaborasi lintas sektor ini mencerminkan model pembangunan partisipatif. Di mana instansi kepolisian, pemerintah kecamatan, tenaga ahli pertanian, dan petani tradisional melebur dalam satu visi untuk meningkatkan kemandirian daerah. Dampak jangka panjang yang dibidik bukan hanya sekadar pemenuhan stok jagung, melainkan terciptanya stimulan ekonomi bagi kelompok tani lokal agar lebih berdaya saing.
Melalui aksi kolektif ini, Kecamatan Sokan optimistis dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap neraca pangan daerah, sekaligus membuktikan bahwa sinergi antara aparat keamanan dan rakyat adalah kunci dalam menghadapi tantangan krisis pangan global di masa depan.
Pewarta: Lisa Susanti

