RI News. Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menerima laporan langsung dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengenai keberhasilan pembangunan 300 unit jembatan gantung perintis di berbagai wilayah Indonesia hanya dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Laporan tersebut disampaikan dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang turut hadir dalam pertemuan tersebut menjelaskan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur dasar menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo sejak awal 2026. Presiden bahkan menunjuk KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai Kepala Satgas Jembatan untuk memimpin program ini secara langsung.
“Dalam tiga bulan ini, TNI Angkatan Darat telah menyelesaikan pembangunan 300 unit jembatan gantung perintis yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujar Teddy Indra Wijaya saat dihubungi di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Menurut Teddy, jembatan-jembatan perintis ini dibangun untuk menghubungkan wilayah-wilayah terpencil yang selama ini mengalami keterisolasian, sehingga diharapkan dapat meningkatkan akses ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat pedesaan.
Selain fokus pada infrastruktur jembatan, TNI AD juga terlibat aktif dalam pemulihan pascabencana. Dalam periode yang sama, pasukan TNI AD merampungkan renovasi 300 sekolah di tiga provinsi di Sumatera yang terdampak bencana, sekaligus membangun 300 titik sumur bor untuk menyediakan akses air bersih di sekolah-sekolah tersebut.
“Program ini tidak hanya membangun fisik, tetapi juga mendukung pemulihan pendidikan dan kesehatan dasar di daerah yang terdampak,” tambah Teddy.
Rapat terbatas itu juga dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi serta jajaran petinggi TNI AD, termasuk Wakil KSAD Letnan Jenderal TNI Muhammad Saleh Mustafa. Teddy menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“TNI Angkatan Darat bersama Kementerian Pekerjaan Umum berkolaborasi untuk secepat-cepatnya menyelesaikan segala bentuk fasilitas umum di desa-desa hingga daerah terpencil. Kerja sama ini didorong oleh kepedulian bersama dan dukungan aktif masyarakat setempat,” katanya.
Percepatan pembangunan jembatan perintis ini menjadi bagian dari strategi pemerintahan Prabowo untuk memperkuat konektivitas nasional, khususnya di wilayah-wilayah yang selama ini tertinggal. Dengan pendekatan militer yang disiplin dan cepat, program ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi antara institusi pertahanan dan kementerian sipil dalam pembangunan infrastruktur berbasis kebutuhan masyarakat.
Hingga kini, pemerintah terus memantau dampak nyata dari infrastruktur baru ini terhadap peningkatan mobilitas dan perekonomian lokal di berbagai provinsi.
Pewarta : Albertus Parikesit

