RI News. Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (16/4) malam, untuk membahas langkah konkret percepatan program-program strategis nasional. Rapat tersebut melibatkan jajaran petinggi lembaga investasi negara serta sejumlah menteri, dengan fokus utama pada hilirisasi industri dan pemanfaatan sampah menjadi sumber energi listrik (Waste to Energy/WtE).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi bahwa rapat digelar menyusul rangkaian kegiatan Presiden sepanjang Kamis. Sebelumnya, di Istana Merdeka, Presiden menerima laporan secara berturut-turut dari Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak beserta petinggi TNI AD.
Rapat terbatas di Wisma Danantara diikuti antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga menjabat sebagai CEO lembaga investasi negara, Rosan Perkasa Roeslani. Turut hadir Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Chief Technology Officer lembaga investasi negara sekaligus Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa.

Menurut Teddy Indra Wijaya, yang turut mendampingi seluruh agenda Presiden, rapat tersebut menjadi forum untuk menginstruksikan percepatan implementasi berbagai program prioritas pemerintah. “Dalam rapat terbatas tersebut, Presiden membahas percepatan pelaksanaan program-program strategis nasional, termasuk di bidang pendidikan, ketahanan pangan, hilirisasi industri, serta pemanfaatan sampah menjadi energi,” ujarnya.
Teddy menambahkan bahwa pertemuan ini juga berfungsi sebagai jembatan strategis untuk mengintegrasikan hasil diplomasi Presiden Prabowo baru-baru ini ke dalam kebijakan domestik yang lebih konkret. Pekan lalu, Presiden melakukan lawatan ke Rusia dan Prancis, bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada 13 April, serta Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris pada 14 April.
Dalam pertemuan dengan Presiden Putin, kedua pemimpin menyepakati kerja sama jangka panjang di sektor energi, termasuk kemungkinan investasi Rusia dalam pembangunan kilang dan fasilitas penyimpanan minyak, serta pengadaan minyak mentah dan LPG dari Rusia. Hasil diplomasi ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung agenda hilirisasi di dalam negeri.
“Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam menindaklanjuti hasil penguatan kerja sama Indonesia dengan negara-negara mitra, sekaligus mendorong sinergi lintas sektor guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan nasional ke depan,” tegas Teddy.
Rapat terbatas ini mencerminkan pendekatan pemerintahan saat ini yang menekankan integrasi antara diplomasi luar negeri dan implementasi domestik. Hilirisasi industri diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, sementara program Waste to Energy menjadi solusi ganda: mengatasi permasalahan sampah perkotaan sekaligus menyumbang pasokan energi baru terbarukan.
Dengan arahan langsung dari Presiden, berbagai kementerian dan lembaga terkait kini ditugaskan untuk menyusun timeline yang lebih ketat serta memastikan koordinasi antarpihak agar program-program tersebut dapat segera memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Pewarta : Albertus Parikesit

