RI News. Limapuluh Kota – Suasana duka menyelimuti wilayah Nagari Situjuah Batua dan Situjuah Tungkar setelah seorang warga setempat ditemukan tewas di Sungai Batang Agam. Ariusman (55), warga Jorong Bumbung, Nagari Situjuah Batua, ditemukan tak bernyawa dalam kondisi mengambang di aliran sungai tersebut, tepatnya di Jorong Sawah Laweh, Nagari Situjuah Tungkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, pada Minggu (12/4/2026) siang.
Menurut informasi yang dihimpun dari keluarga dan warga sekitar, Ariusman berpamitan kepada keluarganya sejak Jumat (10/4/2026) sore untuk pergi memancing di sekitar sungai. Ia dikenal sebagai sosok yang gemar memancing dan sering menghabiskan waktu di area perairan untuk mencari ikan sebagai tambahan mata pencaharian.
Namun, setelah dua hari tak kunjung pulang, keluarga mulai khawatir dan segera melakukan pencarian bersama warga setempat. Upaya pencarian yang melibatkan masyarakat sekitar akhirnya membawa duka yang mendalam. Sekitar pukul 12 siang, warga menemukan jenazah Ariusman mengambang di permukaan Sungai Batang Agam. Alat pancing milik korban masih ditemukan di dekat lokasi penemuan.

Tim gabungan dari unsur SAR, BPBD, Damkar, dan aparat kepolisian setempat segera melakukan evakuasi. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Jorong Bumbung, Nagari Situjuah Batua, untuk disemayamkan sebelum dimakamkan.
Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi keluarga dan tetangga. Ariusman dikenal sebagai sosok yang ramah dan aktif di lingkungan masyarakat. Banyak warga yang menyampaikan rasa kehilangan, mengingat sungai Batang Agam sering menjadi tempat aktivitas warga, termasuk memancing, meski arusnya kadang tidak bisa diprediksi terutama saat musim hujan.
Kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian, meski dugaan sementara mengarah pada kecelakaan saat memancing. Keluarga korban menyatakan belum menemukan tanda-tanda kekerasan pada jenazah, namun pihak berwenang tetap memeriksa untuk menghilangkan segala kemungkinan.
Baca juga : Ancaman Narkoba di Mandailing Natal: Ketua DPRD Usul Hukuman Mati untuk Lindungi Generasi Muda
Tragedi ini kembali mengingatkan pentingnya kehati-hatian saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama bagi para pemancing yang sering menyendiri. Sungai Batang Agam, yang melintasi beberapa nagari di wilayah Limapuluh Kota, memang kerap dimanfaatkan warga untuk keperluan sehari-hari, tetapi juga menyimpan risiko arus deras yang bisa membahayakan.
Keluarga Ariusman menyampaikan permohonan doa agar almarhum diberi husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi cobaan ini. Masyarakat sekitar pun turut berduka cita atas kepergian sosok yang selama ini dikenal dekat dengan alam dan komunitas.
Pewarta: Mayang Sari

