RI News. Gunungkidul – Di tengah upaya nasional menekan ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat meresahkan peternak di berbagai wilayah, Babinsa Koramil 05/Ngawen Kodim 0730/Gunungkidul, Sertu Wantri, terlibat langsung mendampingi pelaksanaan vaksinasi PMK di Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, Jumat (10/4/2026).
Kegiatan yang digelar oleh tim UPT Puskeswan Nglipar ini menyasar ratusan ekor sapi dan kambing milik warga setempat. Pendampingan intensif dari Babinsa bertujuan memastikan proses penyuntikan vaksin berjalan tertib, aman, dan diterima dengan baik oleh masyarakat peternak.
Sebelum penyuntikan dilakukan, tim medis kesehatan hewan terlebih dahulu memeriksa kondisi fisik ternak. Hanya hewan yang dinyatakan sehat yang mendapat vaksin, baik bagi yang belum pernah divaksinasi maupun yang memasuki jadwal booster. Proses ini dilakukan secara bertahap untuk menghindari stres pada hewan.

Selain vaksinasi, Sertu Wantri bersama tim UPT Puskeswan juga memberikan sosialisasi langsung kepada peternak mengenai pentingnya menjaga kebersihan kandang, pengelolaan limbah, serta pencegahan penularan virus melalui kontak antarhewan.
“Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya sektor peternakan, berjalan maksimal. Kami mengajak warga agar tidak ragu memberikan vaksin kepada ternaknya demi kesehatan hewan dan nilai ekonomi yang terjaga,” ujar Sertu Wantri di sela-sela kegiatan.
Kepala UPT Puskeswan Nglipar menyambut positif sinergi antara unsur TNI dan tenaga kesehatan hewan ini. Menurutnya, kehadiran Babinsa sangat membantu membangun kepercayaan masyarakat sehingga peternak lebih terbuka dan kooperatif dalam mensukseskan program vaksinasi.
Baca juga : Pemko Subulussalam Kembali Gelar Mutasi Besar: Sekda Definitif Diganti PLT, Sorotan Publik Kembali Menyala
Langkah preventif ini diharapkan dapat mempertahankan wilayah Kapanewon Nglipar dan sekitarnya sebagai zona hijau PMK. Dengan tingkat kekebalan ternak yang meningkat, diharapkan produktivitas peternakan tetap stabil, sehingga kontribusi sektor ini terhadap perekonomian warga lokal tidak terganggu.
PMK sendiri merupakan penyakit yang sangat menular pada hewan berkuku belah seperti sapi, kambing, domba, dan kerbau. Meski tidak menular ke manusia, dampak ekonominya besar karena dapat menurunkan produksi susu, pertumbuhan bobot badan, hingga kematian ternak jika tidak dicegah dengan baik.
Kegiatan vaksinasi rutin seperti ini menjadi salah satu pilar utama strategi pengendalian PMK yang dicanangkan pemerintah pusat, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor di tingkat kecamatan dan desa.
Pewarta: Lee Anno

