Skip to content
26/05/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Arus Balik Lebaran 2026: Tarif Bus Pemalang-Jakarta Masih Melonjak, Penumpang Kecewa dengan Pelayanan yang Tak Sesuai Janji

Arus Balik Lebaran 2026: Tarif Bus Pemalang-Jakarta Masih Melonjak, Penumpang Kecewa dengan Pelayanan yang Tak Sesuai Janji

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 minutes read
Arus Balik Lebaran 2026
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Pemalang – Meski puncak arus balik Lebaran 2026 telah berlalu, tarif bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) jurusan Pemalang menuju Jakarta masih bertahan di level tinggi. Fenomena ini kembali memicu keluhan dari warga pengguna jasa angkutan darat, yang merasa harga tidak kunjung normal meski masa libur Idul Fitri sudah memasuki pekan kedua.

Tri Handayani, seorang warga Petarukan, Pemalang, menjadi salah satu penumpang yang menyuarakan kekecewaannya. Pada Minggu (5 April 2026), ia naik bus dari salah satu agen di jalur Pantura Kecamatan Petarukan dengan membayar Rp200.000 untuk tiket ke Jakarta. Padahal, menurut informasi yang beredar, harga seharusnya telah kembali ke level normal sekitar Rp150.000 untuk hari biasa.

“Saya naik bis dari agen di jalur Pantura Petarukan, bayar Rp200 ribu. Padahal sudah bukan Lebaran lagi, harga normal cuma Rp150 ribu,” keluh Tri Handayani saat dikonfirmasi.

Kekecewaan Tri tidak hanya soal harga. Ia menyoroti ketidaksesuaian antara informasi yang diterima dengan kenyataan di lapangan. Menurutnya, petugas agen sempat menyatakan bahwa mulai 5 April tarif sudah normal dan penumpang bebas memilih kursi. Namun, realitasnya jauh berbeda.

“Bener-bener buat kapok. Karcis tidak dikasih nomor bangku, akhirnya rebutan tempat duduk dengan penumpang lain. Bus pun overload, penumpang melebihi kursi yang tersedia. Yang biasanya dapat air mineral botol, kali ini tidak ada. Parahnya lagi, saya dipindah ke bangku dekat toilet,” tambahnya dengan nada kesal.

Tri mengaku sebenarnya tidak terlalu keberatan dengan tarif yang masih tinggi, asalkan kondisi bus dan pelayanan sesuai standar. Bus yang ia tumpangi merupakan kelas dengan konfigurasi kursi 2-2, yang biasanya menawarkan kenyamanan lebih. Namun, janji petugas yang tidak terealisasi membuat pengalamannya menjadi tidak menyenangkan.

“Keberatan banget sih nggak, soalnya saya lihat status yang biasa jaga malam di agen bilang per tanggal 5 April sudah harga normal. Tahu-tahunya pas ke lokasi masih mahal,” ujarnya.

Kekecewaan semakin bertambah ketika Tri yang sudah duduk nyaman harus digeser karena penumpang baru dengan tiket bernomor kursi tiba. “Kita sudah duduk nyaman, terus disuruh geser karena karcis saya tidak ada nomornya. Padahal petugas bilang bebas pilih bangku. Sempat mau cekcok juga dengan penumpang lain,” ceritanya.

Baca juga : Cahaya Perdamaian di Tengah Kegelapan Global: Seruan Kardinal Suharyo Usai Misa Paskah

Keluhan serupa dialami penumpang lain. Seorang ibu yang hendak berangkat ke Tanjung Priok terkejut dengan tarif Rp230.000. Akibatnya, ia membatalkan rencana bepergian bersama suami dan dua anaknya, hanya mengirim suaminya saja karena khawatir tidak kebagian kursi yang layak.

“Sempat pada kaget penumpang lainnya. Ada ibu yang ke Tanjung Priok dihargai Rp230 ribu. Tadinya rencana saya, suami, dan dua anak mau berangkat bareng, tapi karena kaget tarif segitu, jadi suami aja yang berangkat. Kalau ikut semua, kasihan nggak dapat bangku,” tutup Tri.

Fenomena lonjakan tarif bus AKAP pasca-Lebaran bukan hal baru. Banyak perusahaan otobus (PO) masih memberlakukan penyesuaian harga atau tambahan (tuslah) yang mencapai di atas 50 persen dari tarif normal. Harga tiket untuk rute Pemalang-Jakarta dan sekitarnya dilaporkan masih berkisar antara Rp200.000 hingga Rp250.000, bahkan hingga pertengahan April 2026.

Lonjakan ini dipicu oleh tingginya permintaan pada rute favorit dari Jawa Tengah, ditambah faktor operasional seperti antisipasi biaya bahan bakar dan penyesuaian jadwal. Namun, banyak penumpang menilai kenaikan tersebut tidak wajar, terutama karena sudah memasuki periode pasca-arus balik.

Situasi ini menunjukkan perlunya pengawasan lebih ketat dari otoritas terkait agar tarif angkutan umum tidak memberatkan masyarakat dan pelayanan tetap sesuai standar keselamatan serta kenyamanan. Penumpang diimbau untuk selalu meminta bukti tiket lengkap dengan nomor kursi guna menghindari konflik di perjalanan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak perusahaan bus maupun agen terkait keluhan yang beredar di lapangan. Masyarakat berharap tarif segera kembali normal dan pelayanan ditingkatkan agar kepercayaan pengguna jasa angkutan darat tidak terus terkikis.

Pewarta : Ragil Surono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Cahaya Perdamaian di Tengah Kegelapan Global: Seruan Kardinal Suharyo Usai Misa Paskah
Next: Dualisme Kepemimpinan di Desa Solimandungan 1: Saat Kepala Adat Diduga Melampaui Batas Kewenangan Eksekutif

Related Stories

ADAPI Dorong Alih Status Massal Dosen PPPK Jadi PNS

ADAPI Dorong Alih Status Massal Dosen PPPK Jadi PNS, Komisi X DPR RI Berikan Respons Positif

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 jam ago 0
Ahli Waris Berusia 87 Tahun Tempuh Jalur Hukum atas Sengketa Tanah

Ahli Waris Berusia 87 Tahun Tempuh Jalur Hukum atas Sengketa Tanah Turun-Temurun di Kendal

Jurnalis RI News Portal Posted on 16 jam ago 0
Harapan Baru dari Sungai Sesayap

Harapan Baru dari Sungai Sesayap: Hiu Gangga yang Nyaris Punah Ditemukan Kembali di Kalimantan

Jurnalis RI News Portal Posted on 16 jam ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Sinergi Polisi dan Kesehatan: Polda Jateng Luncurkan Program Peduli Berantas TB Paru, Libatkan Ribuan Bhabinkamtibmas sebagai Tracer
  • Polresta Padang Gelorakan Generasi Emas 2045 Melalui Pembinaan Intensif Pelajar
  • ADAPI Dorong Alih Status Massal Dosen PPPK Jadi PNS, Komisi X DPR RI Berikan Respons Positif
  • Prabowo Gelorakan Swasembada Protein: Tambak Udang Modern Jadi Andalan Ketahanan Pangan Indonesia
  • Ahli Waris Berusia 87 Tahun Tempuh Jalur Hukum atas Sengketa Tanah Turun-Temurun di Kendal
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.