RI News. Bukittinggi — Menjelang peringatan 100 tahun Jam Gadang pada 2026, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias gencar memperkuat jejaring diplomasi internasional. Langkah ini tidak sekadar memperingati ikon kota, melainkan menjadikannya momentum strategis untuk mengangkat Bukittinggi ke panggung dunia melalui penguatan narasi sejarah, budaya, dan pariwisata.
Pada Jumat (3/4), Ramlan Nurmatias menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Bukittinggi telah menyampaikan undangan resmi kepada keluarga Ratu Wilhelmina. Jam Gadang sendiri dibangun tahun 1926 sebagai hadiah dari Ratu Belanda pada masa kolonial, sehingga keterkaitan historis ini menjadi fondasi utama diplomasi daerah yang sedang digalang.
“Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui pertemuan bersama Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, dan Wakil Duta Besar Jerman yang berlangsung di Jakarta beberapa waktu lalu,” ujar Ramlan.

Pertemuan tersebut difasilitasi oleh perwakilan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, sebagai wujud nyata diplomasi kota (city diplomacy) dalam memperluas kerja sama internasional di bidang budaya, sejarah, dan literasi. Dialog ini turut memperkaya narasi sejarah Jam Gadang yang memiliki kemiripan teknologi mesin jam dengan Big Ben di London, sekaligus menonjolkan peran arsitek lokal Minangkabau serta asal mesin jam dari Jerman.
Dalam pembicaraan dengan pihak Belanda, fokus utama adalah penguatan aspek historis pembangunan Jam Gadang. Pemerintah Kota Bukittinggi mendorong akses terhadap arsip dan dokumen asli periode 1925–1926 yang tersimpan di Belanda, guna memperkaya dokumentasi dan pemahaman publik tentang warisan budaya tersebut.
“Peringatan 100 tahun Jam Gadang tidak hanya akan menjadi seremoni semata, tetapi dikemas sebagai momentum strategis untuk mengangkat Bukittinggi ke panggung internasional melalui penguatan budaya dan literasi,” tegas Wali Kota.
Bacajuga : Lonjakan Campak di Jawa Tengah Mengkhawatirkan, Solo Tetap Waspada Tanpa Kasus Positif
Salah satu agenda unggulan adalah penyelenggaraan International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4 pada 3 hingga 7 Juni 2026. Festival ini dirancang sebagai wadah kolaborasi global yang menghadirkan delegasi dari 40 negara. Rangkaian kegiatan mencakup Seminar Internasional Diplomasi Bukittinggi–Amsterdam yang mengulas hubungan historis dan budaya kedua wilayah, Seminar Internasional Arsitektur dan Mesin Jam Gadang yang membahas keunikan teknis serta nilai warisan budayanya, serta pertunjukan seni kolosal Jam Gadang Cultural di kawasan ikon kota.
Selain itu, akan digelar pameran 100 foto perjalanan sejarah Jam Gadang dari masa ke masa sebagai dokumentasi visual perkembangan kota. Berbagai kegiatan pendukung seperti pembacaan puisi, peluncuran buku, lomba fotografi, dan perlombaan lainnya turut memeriahkan peringatan ini.
Ramlan menambahkan bahwa Pemko Bukittinggi juga memasukkan seminar nasional sejarah kota yang mengangkat peran strategis Bukittinggi sebagai pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia. Agenda ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap nilai-nilai perjuangan bangsa sekaligus memperkuat karakter kebangsaan.
Melalui rangkaian kegiatan dan kolaborasi internasional ini, Pemerintah Kota Bukittinggi optimistis peringatan satu abad Jam Gadang akan menjadi tonggak penting. Tidak hanya memperkuat identitas sejarah dan budaya, tetapi juga mendorong peningkatan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta literasi masyarakat secara berkelanjutan.
Wali Kota Bukittinggi berharap dukungan dari berbagai negara sahabat terus terjalin, sehingga Bukittinggi dapat tampil sebagai kota bersejarah yang modern, berdaya saing tinggi, dan semakin dikenal di tingkat global.
Pewarta : Mayang Sari

