RI News. Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Erick Thohir kembali menegaskan komitmen transformasi di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui rotasi pejabat struktural yang masif. Langkah ini bukan sekadar pergantian posisi, melainkan upaya mendalam membangun budaya kerja baru yang berorientasi pada profesionalisme, integritas, serta hasil kerja yang terukur.
Dalam penyegaran tersebut, komposisi pejabat struktural Kemenpora kini mencakup 34 persen perempuan dan 13 persen pemimpin muda di bawah usia 40 tahun. Dari total 46 pejabat struktural, terdapat 16 perempuan dan enam orang berusia di bawah 40 tahun. Erick Thohir menekankan bahwa rotasi ini menjadi wujud nyata dorongan terhadap adaptabilitas, orientasi pelayanan publik, serta peran sebagai agent of change guna menciptakan birokrasi yang lebih dinamis dan berdaya saing, khususnya dalam mempercepat akselerasi kinerja menuju 2026.
“Kami mendorong profesionalisme, integritas, dan kerja keras seluruh insan Kemenpora agar transformasi ini benar-benar terwujud dengan orientasi hasil yang jelas dan terukur,” ujar Erick Thohir dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Menpora Erick menambahkan, seluruh pejabat yang mendapat amanah baru diharapkan dapat berkolaborasi menciptakan pemuda-pemudi Indonesia yang berkarakter kuat, berdaya saing tinggi, serta mampu meningkatkan prestasi olahraga nasional di masa mendatang.
“Saya ucapkan selamat atas amanah baru yang diemban. Kita akan bersama-sama berusaha keras agar Kemenpora bisa menciptakan pemuda-pemudi yang berkarakter, berdaya saing, serta meningkatkan prestasi olahraga Indonesia di masa depan,” katanya.
Salah satu sorotan dalam rotasi ini adalah munculnya generasi muda dan perempuan di posisi-posisi strategis. Muhammad Jari Badri, pegawai termuda berusia 26 tahun, dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sub Bagian Protokol. Meski mengakui masih junior, ia menyatakan kesiapan penuh untuk membuktikan kemampuan.
“Saya masih junior di sini, tapi pastinya harus siap dan juga mampu melaksanakan apa yang diperintahkan oleh atasan. Apa yang harus saya buktikan kepada khususnya Pak Menteri yang telah mempercayai saya,” ungkap Muhammad Jari Badri.
Sementara itu, Sarlawati Gita Afrianingsih (33) yang diangkat sebagai Kepala Bagian Protokol dan Tata Usaha Pimpinan menyampaikan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan, terutama melihat peningkatan keterlibatan anak muda dan perempuan.
“Dengan banyaknya anak muda dan perempuan tentunya sangat bangga dan semoga Allah Tuhan YME dapat menolong saya untuk menjalankan amanah ini,” tutur Sarlawati.
Ummi Alifah (32), yang mendapat tugas sebagai Plt. Kasubbag Staf Ahli dan Staf Khusus Protokol Pimpinan, merasa mendapat privilege sebagai perempuan yang dipercaya mengisi jabatan strategis.
“Saya merasa mendapat privilege bahwa ternyata perempuan juga bisa untuk mengisi jabatan-jabatan strategis dan struktural di Kemenpora. Jujur saya senang mendapatkan amanah besar ini dan saya berharap sebagai perempuan dapat melakukan kinerja yang baik, profesional, dan berintegritas,” ujar Ummi Alifah.

Auliana Khoirunisa Lutfi (29) juga turut diangkat sebagai Plt. Kasubbag BMN, menambah daftar perempuan muda yang kini memegang peran penting.
Pendekatan Erick Thohir ini mencerminkan visi lebih luas untuk menjadikan Kemenpora sebagai lembaga yang tidak hanya responsif terhadap kebutuhan pemuda dan olahraga, tetapi juga menjadi contoh birokrasi modern yang inklusif. Dengan menempatkan talenta muda dan perempuan di lini depan, diharapkan akan tercipta energi baru yang mampu mendorong inovasi dan percepatan program-program prioritas nasional di bidang kepemudaan dan keolahragaan.
Transformasi budaya kerja ini diharapkan tidak berhenti pada rotasi jabatan semata, melainkan menjadi fondasi bagi perubahan berkelanjutan yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia di sektor pemuda dan olahraga.
Pewarta : Diki Eri

