RI News. Semarang – Kota Semarang kembali menegaskan posisinya sebagai pusat kegiatan olahraga berskala nasional. Sepanjang April 2026, berbagai agenda dari cabang olahraga berbeda bakal digelar di kota ini, menghadirkan atlet, tim, serta komunitas dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari aksi adrenalin di sirkuit hingga pertandingan yang melibatkan keluarga dan komunitas, rangkaian event ini diharapkan tidak hanya meningkatkan prestasi olahraga, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan citra positif bagi kota.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan hal tersebut saat memberikan keterangan di Semarang, Kamis. Menurutnya, penyelenggaraan berbagai kegiatan olahraga ini merupakan peluang strategis bagi Semarang, baik dalam memperkuat citra sebagai kota yang dinamis maupun memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.
“Ini adalah bentuk kepercayaan yang harus kita jaga bersama. Kota Semarang harus mampu menjadi tuan rumah yang baik, yang siap dari sisi fasilitas dan memberikan kenyamanan bagi seluruh peserta yang datang dari luar daerah,” ujarnya.

Rangkaian event dimulai pada 18–19 April dengan Seri I Java Race yang diselenggarakan oleh IMI Pusat di Sirkuit Mijen. Di hari yang sama, Lapangan Tri Lomba Juang menjadi venue Jateng Series Gate Ball, sebuah kompetisi yang melibatkan komunitas gate ball dari berbagai wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.
Memasuki pekan ketiga, Sirkuit Nasional (Sirnas) Padel bakal digelar pada 23–26 April di venue Main, Connection, dan Mesa Padel. Olahraga raket yang sedang berkembang pesat ini diharapkan menarik perhatian atlet muda dan pemain berlisensi dari seluruh Indonesia. Pada 25 April, Balai Kota Semarang menjadi saksi peluncuran Football Academy Aruna, inisiatif pembinaan sepak bola usia dini yang diharapkan melahirkan talenta-talenta baru.
Agenda terus berlanjut pada 26 April dengan Jambore CB Nasional di Sirkuit Mijen, diikuti Coaching Clinic Football Academy di Lapangan Sidodadi pada 27 April. Rangkaian ini bahkan meluas ke awal Mei, dengan kompetisi sepak bola kelompok usia (KU) 13 yang dijadwalkan pada 2–3 Mei di kawasan Citarum.
Baca juga : Jerat Hantu dan Utang: Film “Aku Harus Mati” Hadirkan Horor yang Menggigit Realitas Sosial Kekinian
Agustina menilai, meningkatnya kepercayaan berbagai organisasi dan komunitas olahraga nasional untuk memilih Semarang sebagai tuan rumah menunjukkan bahwa kota ini semakin siap menjadi penyelenggara event berkualitas. Pemerintah Kota Semarang, kata dia, telah memastikan kesiapan penuh mulai dari penyediaan arena, perizinan, hingga dukungan teknis lainnya.
“Setiap event yang hadir membawa pergerakan. Ini menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk ikut merasakan dampaknya. Karena itu, kami ingin memastikan manfaatnya bisa dirasakan secara luas oleh masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Semarang Fravarta Sadman menjelaskan bahwa sebagian besar kegiatan tersebut merupakan inisiatif dari organisasi atau komunitas olahraga tingkat nasional. Peran pemerintah kota lebih sebagai fasilitator, termasuk menyediakan lokasi, memberikan rekomendasi, serta berkoordinasi dengan pihak terkait agar pelaksanaan berjalan lancar.
“Kesiapan Kota Semarang sebagai tuan rumah menjadi perhatian utama, terutama dalam memastikan kenyamanan peserta selama mengikuti kegiatan di sini,” tegas Fravarta.

Pemkot Semarang berkomitmen terus memperkuat dukungan terhadap penyelenggaraan aktivitas olahraga sebagai bagian dari upaya mendorong gaya hidup sehat di tengah masyarakat. Momentum ini sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Semarang sebagai kota yang terbuka dan ramah bagi berbagai kegiatan berskala regional maupun nasional.
Dengan beragamnya cabang olahraga yang terlibat — mulai dari balap motor, gate ball, padel, hingga sepak bola — April 2026 diproyeksikan menjadi bulan yang membara bagi pecinta olahraga di Semarang. Event-event ini tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga ruang silaturahmi antardaerah yang mempererat persatuan melalui semangat sportivitas.
Pewarta : Sriyanto

