RI News. Surabaya – Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Arif Toha Tjahjagama melakukan peninjauan langsung terhadap pelaksanaan ramp check bus angkutan Lebaran di Terminal Tipe A Purabaya, Surabaya, pada Jumat lalu. Kunjungan tersebut bertujuan memastikan seluruh armada bus yang beroperasi selama periode mudik dan balik Lebaran memenuhi standar keselamatan tertinggi.
Dalam pantauannya, Arif menyaksikan secara detail proses pemeriksaan yang dilakukan petugas terminal sebelum bus diberangkatkan. Ia menegaskan bahwa setiap kendaraan yang lolos ramp check telah dinyatakan layak jalan sepenuhnya. “Semua bus di sini sudah melalui ramp check menyeluruh, termasuk pengujian fungsi secara langsung. Saya ikut melihat bagaimana prosedur dilakukan hingga tes semua komponen,” ujarnya.
Pemeriksaan ramp check mencakup aspek teknis kendaraan seperti sistem rem, lampu utama dan sein, kondisi ban, kinerja wiper, serta kelengkapan administrasi. Dokumen yang diverifikasi meliputi STNK, kartu pengawasan atau izin trayek, dan buku uji KIR. Khusus di musim hujan saat ini, petugas memberikan perhatian ekstra pada fungsi wiper agar pengemudi tidak terganggu visibilitas saat berkendara.

Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Purabaya, Verie Sugiharto, menjelaskan bahwa ramp check dilakukan secara ketat dan komprehensif. “Wiper harus berfungsi normal karena musim hujan bisa menghalangi pandangan jika tidak optimal,” katanya. Verie menambahkan bahwa pemeriksaan ini menjadi bagian integral dari upaya pencegahan risiko kecelakaan selama arus mudik.
Arif juga memberikan pesan penting kepada masyarakat yang akan menggunakan jasa bus. Ia menyarankan agar calon penumpang memilih armada yang telah menempel stiker tanda lolos ramp check sebagai jaminan keselamatan. “Stiker itu bukti bus sudah diperiksa dan layak beroperasi. Itu cara sederhana tapi efektif bagi masyarakat untuk memastikan pilihan mereka aman,” tambahnya.
Selain fokus pada kendaraan, Arif turut mengevaluasi fasilitas dan pelayanan terminal secara keseluruhan. Ia mengapresiasi pengelolaan Terminal Purabaya yang dinilainya sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia, mulai dari pengaturan jalur, desain bangunan, hingga sistem operasional. “Ini bisa menjadi contoh bagi terminal-terminal lain di berbagai daerah,” ucapnya.
Meski demikian, ia mencatat adanya masukan dari penumpang terkait kenyamanan ruang tunggu, khususnya kebutuhan pendingin ruangan yang lebih memadai bagi mereka yang menunggu keberangkatan jarak jauh. Verie menyatakan bahwa masukan tersebut akan ditindaklanjuti dengan rencana pemasangan AC tambahan guna meningkatkan kualitas pelayanan.
Data terkini dari terminal menunjukkan pergerakan penumpang pasca-puncak arus mudik H-3 Lebaran yang mencapai sekitar 52 ribu orang kini mulai menurun menjadi kisaran 30 ribu penumpang per hari. Penurunan ini menandakan fase arus balik mulai berlangsung dengan lebih terkendali.
Dengan ramp check yang konsisten dan fasilitas terminal yang terus ditingkatkan, Kemenhub berupaya menjaga momentum keselamatan dan kenyamanan selama periode Lebaran tahun ini. Upaya ini diharapkan dapat meminimalkan potensi insiden di jalan raya sekaligus memberikan pengalaman mudik yang lebih aman bagi seluruh pemudik.
Pewarta : Wisnu H

