RI News. Jakarta – Hari ini, Rabu 18 Maret 2026, layar bioskop tanah air resmi menayangkan film drama keluarga berjudul Senin Harga Naik, sebuah karya yang diharapkan menjadi teman hangat penonton di tengah suasana Lebaran. Film ini mengangkat tema universal tentang benturan antara ambisi pribadi, ikatan darah, dan makna sejati kebahagiaan, melalui lensa kisah sebuah keluarga yang dihadapkan pada pilihan sulit menjaga warisan masa lalu.
Cerita berpusat pada Mutia, seorang perempuan muda yang diperankan oleh Nadya Arina, yang memutuskan meninggalkan rumah setelah pertengkaran sengit dengan ibunya, Retno (Meriam Bellina). Retno digambarkan sebagai sosok ibu tegas, berprinsip kuat, dan sangat protektif terhadap toko roti legendaris yang menjadi warisan keluarga sekaligus sumber penghidupan. Tiga tahun kemudian, Mutia telah meniti karier cemerlang di sebuah perusahaan properti, namun justru proyek besar yang menjadi tanggung jawabnya mengancam keberadaan toko roti tersebut.
Kembalinya Mutia ke rumah lama tak hanya membuka luka lama, tetapi juga memaksa ia bekerja sama dengan kakak dan adiknya untuk mencari jalan tengah. Konflik semakin mendalam karena melibatkan lapisan emosional yang rumit: perbedaan pandangan tentang apa yang disebut “sukses”, rasa bersalah atas masa lalu, serta upaya memahami bahasa cinta yang berbeda antara generasi. Di tengah tekanan karier dan ikatan keluarga, Mutia dihadapkan pada pertanyaan mendasar: apakah harga kesuksesan harus dibayar dengan kehilangan akar dan kehangatan rumah?

Selain Nadya Arina dan Meriam Bellina sebagai duet ibu-anak yang penuh intensitas, film ini diperkuat oleh jajaran pemain pendukung yang solid, termasuk Andri Mashadi, Nayla Purnama, Givina, serta Brandon Salim. Tak ketinggalan, deretan aktor senior seperti Hamish Daud, Rianti Cartwright, Restu Sinaga, dan Nungki Kusumastuti turut melengkapi dinamika keluarga yang kaya nuansa.
Dalam balik layar, film ini diproduseri oleh Chand Parwez Servia, Riza, dan Mithu Nisar, dengan Dinna Jasanti menempati kursi sutradara. Naskah yang ditulis Rino Sarjono berhasil menyajikan dialog-dialog yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, tanpa berlebihan dramatisasi, sehingga pesan tentang pengampunan, pendewasaan diri, dan nilai warisan keluarga terasa autentik.
Baca juga : Indonesia Siap Bertahan di Arena Dagang AS: Benteng Argumentasi Kuat Lawan Investigasi USTR
Sebagai salah satu sajian Lebaran tahun ini, Senin Harga Naik tidak sekadar menghibur, melainkan mengajak penonton merefleksikan hubungan dengan orang-orang terdekat. Di tengah hiruk-pikuk libur panjang, film ini mengingatkan bahwa kebahagiaan sejati sering kali bukan terletak pada pencapaian materi, melainkan pada kemampuan untuk pulang, memaafkan, dan merangkul kembali apa yang pernah ditinggalkan.
Penonton yang merencanakan nonton bareng keluarga di bioskop kini bisa langsung merasakan sentuhan emosional dari kisah ini, mulai hari ini.
Pewarta : Vie

