RI News. Wonogiri – Malam yang seharusnya tenang di kawasan barat Pasar Bung Karno, Kecamatan Baturetno, berubah menjadi mimpi buruk bagi puluhan warga. Sekitar pukul 19.45 WIB, Selasa (17/3/2026), suara ledakan keras terdengar dari sebuah warung makan sederhana milik seorang perempuan yang akrab disapa Mbak Dwi. Tak berselang lama, kepulan asap hitam pekat mengepul tinggi, diikuti kobaran api yang dengan ganas melahap bangunan tersebut.
Api merembet cepat ke arah timur dan utara, menyapu deretan toko yang berjejer di kawasan eks Stasiun Baturetno. Dalam hitungan menit, setidaknya tujuh unit usaha milik warga hangus terbakar. Di antaranya Toko Bangunan Lestari milik Bapak Nenda dan Ibu Thalita yang menjadi sasaran pertama penjalaran api, Toko Parfume KEIS, Toko Pertanian Puji Rahayu, sebuah toko kelontong, warung degan, serta toko hasil bumi yang berada dalam satu kompleks perdagangan tersebut.
Kepanikan langsung merebak di antara warga yang baru saja pulang dari aktivitas sehari-hari. Beberapa saksi mata menggambarkan suasana mencekam saat api menjulang tinggi, menerangi malam dan membuat udara terasa panas menyengat. “Saya dengar ledakan seperti petasan besar, lalu langsung lihat asap dan api besar sekali. Semua berlarian keluar,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.

Petugas kepolisian dari Polsek Baturetno segera merespons laporan warga. Bersama Unit Pemadam Kebakaran setempat, mereka bergegas ke lokasi. Masyarakat sekitar turut bahu-membahu membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya. Untuk mempercepat penanganan, tiga unit mobil damkar dari Kabupaten Wonogiri dikerahkan. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung intens selama sekitar dua setengah jam hingga api benar-benar dapat dikendalikan sekitar pukul 22.30 WIB.
Berdasarkan penyelidikan awal, dugaan kuat penyebab kebakaran berawal dari ledakan kompor gas di warung makan Mbak Dwi. Saat itu, kompor sedang digunakan untuk memasak menu malam, dan diduga terjadi kebocoran gas yang memicu ledakan ketika api menyentuhnya. Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, meski kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah akibat rusaknya stok barang dagangan dan bangunan.
Baca juga : Tragedi Malam di Kabul: Serangan Udara Pakistan Hancurkan Pusat Rehabilitasi Narkoba, Ratusan Jiwa Melayang
Polres Wonogiri langsung mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap penggunaan peralatan memasak berbahan bakar gas. “Kebakaran ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan rutin selang gas, regulator, dan kompor. Jangan biarkan peralatan dibiarkan menyala tanpa pengawasan, apalagi di malam hari,” kata seorang perwira Polres Wonogiri.
Kejadian ini menambah daftar panjang musibah kebakaran di wilayah pedesaan dan pinggiran kota yang kerap dipicu kelalaian kecil namun berdampak besar. Pemilik usaha yang terdampak kini dihadapkan pada tantangan memulai kembali roda ekonomi, sementara warga sekitar berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Pewarta: Nandang Bramantyo

