RI News. Manokwari, Papua Barat – Bupati Manokwari Hermus Indou secara tegas memohon dukungan langsung Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin guna mempercepat pembangunan dan revitalisasi infrastruktur kesehatan di wilayahnya. Permintaan itu disampaikan dalam pertemuan audiensi di Jakarta pada Rabu (11/3/2026), yang juga dihadiri Wakil Bupati Mugiyono, Plt Kepala Dinas Kesehatan setempat Marthen Rantetampang, serta Direktur BLUD RSUD Manokwari.
Dalam paparannya, Hermus menekankan urgensi pembangunan rumah sakit umum daerah (RSUD) dan puskesmas baru di sejumlah distrik yang hingga kini masih belum memiliki akses fasilitas kesehatan primer memadai. “Beberapa distrik sama sekali belum memiliki puskesmas, sehingga warga terpaksa menempuh jarak jauh—bahkan berjam-jam—hanya untuk mendapatkan layanan kesehatan dasar,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Manokwari, Kamis (12/3/2026).
Selain itu, Hermus mengusulkan pembangunan laboratorium kesehatan masyarakat (Labkesmas) sebagai fasilitas rujukan tingkat daerah yang selama ini belum ada. Kondisi RSUD Manokwari saat ini pun menjadi sorotan utama, dengan sebagian besar bangunan mengalami kerusakan berat yang menghambat pelayanan optimal. Akibatnya, kapasitas rujukan terbatas, diagnosis penyakit sering tertunda, dan penanganan kasus prioritas—baik penyakit menular maupun tidak menular—belum berjalan maksimal.

Tantangan geografis Papua Barat yang ekstrem, ditambah persebaran penduduk yang tidak merata, semakin memperparah situasi. Analisis situasi pelayanan kesehatan daerah menunjukkan bahwa penguatan sarana prasarana bukan lagi sekadar opsi, melainkan kebutuhan mendesak untuk memenuhi standar nasional dan ekspektasi masyarakat.
Untuk memperluas jangkauan, Bupati Hermus juga mengajukan usulan tambahan berupa pembangunan rumah dinas bagi tenaga kesehatan, pengadaan ambulans tambahan, serta penyediaan puskesmas keliling yang mampu menjangkau wilayah terpencil dan sulit diakses. Langkah ini diharapkan dapat mengintegrasikan layanan kesehatan dasar hingga rujukan tingkat lanjut, sejalan dengan program transformasi sistem kesehatan nasional yang digulirkan Kementerian Kesehatan.
Menanggapi usulan tersebut, Menteri Budi Gunadi Sadikin menyatakan kesiapan memberikan dukungan bertahap mulai tahun 2027, khususnya untuk renovasi dan pembangunan RSUD. Namun, ia menegaskan syarat penting: tata kelola rumah sakit harus diperbaiki terlebih dahulu, disertai pendampingan intensif dari Kementerian Kesehatan. Untuk puskesmas baru, Menkes menyarankan pengajuan melalui skema dana alokasi khusus (DAK) fisik, dengan mempertimbangkan rasio ideal satu puskesmas untuk sekitar 20.000 jiwa.
Baca juga : Diplomasi di Tengah Badai: Prabowo dan MBS Sepakat Hentikan Eskalasi Mematikan di Timur Tengah
“Kami akan membantu, tapi dengan catatan tata kelola harus ditingkatkan agar investasi ini berkelanjutan dan benar-benar berdampak bagi masyarakat,” tegas Budi.
Pertemuan ini mencerminkan upaya serius pemerintah daerah Manokwari dalam mengejar ketertinggalan akses kesehatan di tengah kondisi wilayah yang menantang. Dengan komitmen pusat yang telah terbuka, harapan warga untuk mendapatkan layanan kesehatan yang lebih merata dan berkualitas kini semakin nyata, asal diikuti dengan perbaikan manajemen dan perencanaan yang matang.
Pewarta : Vie

