RI News. Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menggelar program mudik dan balik rantau gratis Lebaran 1447 Hijriah dengan skala besar, menyediakan setidaknya 346 armada bus sebagai tulang punggung utama transportasi. Program ini diharapkan menjadi solusi nyata bagi ribuan warga asal Jawa Tengah yang bekerja di perantauan, khususnya pekerja informal, agar bisa pulang ke kampung halaman tanpa risiko tinggi menggunakan sepeda motor.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menjelaskan, inisiatif tahunan ini bertujuan memfasilitasi perjalanan aman dan nyaman bagi para perantau. “Mereka adalah duta kita di perantauan, mayoritas pekerja informal yang setiap tahun berjuang pulang menemui keluarga,” ujarnya dalam keterangan di Semarang, Selasa (10/3/2026).
Pemberangkatan mudik menggunakan bus dijadwalkan pada 16 Maret 2026 dari dua titik utama. Sebanyak 323 bus berkapasitas total 16.086 kursi akan berangkat dari TMII Jakarta, sementara 23 bus lainnya dengan 1.133 kursi diberangkatkan dari Bandung. Total armada bus mencapai 346 unit, memberikan kapasitas signifikan untuk menampung pemudik.

Selain bus, moda kereta api juga disiapkan pada 17 Maret 2026 dengan 17 rangkaian KA berkapasitas 1.288 kursi. Rinciannya meliputi delapan rangkaian KA Jaka Tingkir (576 kursi) plus satu rangkaian tambahan dari Stasiun Pasar Senen Jakarta menuju Stasiun Solo Balapan, serta delapan rangkaian KA Tawang Jaya (640 kursi) menuju Stasiun Poncol Semarang.
Untuk arus balik, Pemprov Jateng menyediakan layanan kereta gratis pada 27 Maret 2026 dari Stasiun Tawang Semarang dengan empat rangkaian KA berkapasitas 320 kursi. Sementara balik menggunakan bus dijadwalkan 28 Maret 2026 dari tiga titik utama: Asrama Haji Donohudan (Boyolali), Terminal Mangkang (Semarang), dan Terminal Bulupitu (Banyumas). Ada pula pemberangkatan mandiri dari beberapa kabupaten seperti Magelang, Blora, dan Kendal dengan total 71 bus berkapasitas 3.550 kursi.
Gubernur Luthfi menekankan peran aktif bupati dan wali kota untuk turut menyambut para pemudik di daerah masing-masing. “Saya minta mereka ikut jemput dan menyapa masyarakat yang pulang. Ini bentuk penghargaan atas perjuangan mereka,” katanya.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah Arief Djatmiko menambahkan, program ini dirancang untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas dan kemacetan selama musim mudik. “Banyak pemudik sebelumnya memilih motor, yang berisiko tinggi. Dengan fasilitas ini, kita harap penggunaan kendaraan pribadi dua roda berkurang drastis,” jelasnya.
Ia juga menyoroti upaya integrasi dengan kementerian dan sektor swasta guna menghindari pendaftar ganda, sehingga armada yang disediakan dapat terisi optimal tanpa kursi kosong. Program ini menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, sekaligus mendukung keselamatan kolektif di jalan raya menjelang Hari Raya Idulfitri.
Pewarta : Sriyanto

