Skip to content
16/04/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Stories
  • Jejak Cinta Purba: Mengapa Laki-laki Neanderthal Lebih Sering Memilih Perempuan Manusia Modern

Jejak Cinta Purba: Mengapa Laki-laki Neanderthal Lebih Sering Memilih Perempuan Manusia Modern

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 min read
Jejak Cinta Purba
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Semarang – Penelitian genetik terbaru mengungkap pola perkawinan silang yang tak terduga antara manusia modern (Homo sapiens) dan Neanderthal puluhan ribu tahun lalu. Bukan sekadar kontak sesekali, interaksi intim ini ternyata memiliki arah yang jelas: lebih banyak terjadi antara laki-laki Neanderthal dan perempuan manusia modern.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Science menganalisis genom Neanderthal dari tiga individu perempuan yang hidup pada periode 122.000 hingga 52.000 tahun lalu. Hasilnya mengejutkan: kromosom X pada Neanderthal tersebut mengandung sekitar 62 persen lebih banyak materi genetik dari manusia modern dibandingkan kromosom lainnya. Pola ini berkebalikan dengan temuan pada genom manusia modern, di mana kromosom X justru menunjukkan kekurangan DNA Neanderthal yang mencolok—dikenal sebagai “gurun Neanderthal”.

Menurut Alexander Platt, peneliti utama dari University of Pennsylvania, pola “cermin” ini paling mudah dijelaskan oleh bias perkawinan berbasis jenis kelamin. Karena perempuan mewariskan dua kromosom X sementara laki-laki hanya satu, arah perkawinan sangat memengaruhi penyebaran gen pada kromosom seks. Jika laki-laki Neanderthal lebih sering berpasangan dengan perempuan manusia modern, maka kromosom X dari manusia modern akan lebih mudah masuk ke populasi Neanderthal, sementara DNA Neanderthal pada kromosom X manusia modern menjadi jarang.

“Temuan ini menunjukkan bahwa aliran gen tidak acak,” ujar Platt. “Ada preferensi kuat yang membuat pasangan laki-laki Neanderthal dan perempuan Homo sapiens lebih dominan dibandingkan arah sebaliknya.”

Sebelumnya, para ilmuwan menduga kekurangan DNA Neanderthal pada kromosom X manusia disebabkan oleh seleksi alam—mungkin gen tertentu dari Neanderthal merugikan keturunan hibrida sehingga tersingkir seiring waktu. Namun, analisis terbalik pada genom Neanderthal membantah hipotesis itu. Pola berlebih DNA manusia pada kromosom X Neanderthal terlalu konsisten dan besar untuk dijelaskan hanya oleh faktor biologis semata.

Para peneliti menggunakan model matematis untuk menguji berbagai skenario. Hasilnya konsisten: bias perkawinan jenis kelamin—bukan ketidakcocokan genetik atau perbedaan fertilitas—paling sesuai dengan data. Preferensi ini mungkin muncul dari daya tarik fisik, status sosial, atau dinamika migrasi kelompok purba. Apakah perempuan manusia modern tertarik pada kekuatan atau ciri khas Neanderthal? Ataukah laki-laki Neanderthal melihat perempuan Homo sapiens sebagai pasangan yang lebih diinginkan? Pertanyaan itu masih terbuka.

Baca juga : Beban Miliaran Dolar di Depan, Janji Penghematan di Belakang: Negara Bagian AS Terjepit Persiapan Aturan Kerja Medicaid yang Kontroversial

“Interaksi ini bukan hanya soal kelangsungan hidup, melainkan juga tentang pilihan dan perilaku sosial,” kata Platt. “Ini mengingatkan kita bahwa evolusi manusia tidak hanya ditentukan oleh seleksi alam yang keras, tapi juga oleh cara kita berinteraksi, memilih pasangan, dan membentuk masyarakat.”

Penemuan ini menambah lapisan baru pada cerita asal-usul kita. Meski Neanderthal telah punah sekitar 40.000 tahun lalu, jejak genetik mereka tetap hidup dalam diri kebanyakan manusia non-Afrika—dan kini kita tahu bahwa jejak itu dibentuk tidak hanya oleh pertemuan acak, melainkan oleh preferensi purba yang kuat dan berulang.

Studi ini membuka pintu bagi penelitian lanjutan tentang dinamika sosial dan budaya di masa prasejarah, di mana batas antarspesies tampaknya lebih kabur daripada yang kita bayangkan.

Pewarta : Anjar Bramantyo

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Beban Miliaran Dolar di Depan, Janji Penghematan di Belakang: Negara Bagian AS Terjepit Persiapan Aturan Kerja Medicaid yang Kontroversial
Next: Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa 2023–2025 di Desa Batang Tura, Sipirok, Tapanuli Selatan: APIP Diminta Segera Audit

Related Stories

Penguin Kaisar dan Anjing Laut Antarktika Kini Terancam Punah
3 min read

Krisis Senyap di Kutub Selatan: Penguin Kaisar dan Anjing Laut Antarktika Kini Terancam Punah

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
Jejak Genetik yang Mengguncang Sejarah
3 min read

Jejak Genetik yang Mengguncang Sejarah: Apakah Christopher Columbus Seorang Bangsawan Galisia?

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
Penemuan Artefak Kapal Romawi
3 min read

Penemuan Artefak Kapal Romawi Berusia 2.000 Tahun Muncul Kembali di Dasar Danau Neuchâtel, Swiss

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Mayang Sari mengenai Sinergi Pengawasan untuk Pembangunan Berkualitas: Pemprov Sumbar Gandeng BPKP Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran 2026
  2. Sammy Sandinata mengenai Merawat Akar Kebaikan: Khofifah Ajak Muslimat NU Perkuat Gotong Royong di Tengah Arus Modernitas
  3. Adi tanjoeng mengenai Ancaman Emas Hitam: Mengapa Pertambangan Ilegal Luput dari Debat Pemilu Peru 2026
  4. Yudha Puma Purnama mengenai Stabilitas Nasional Terjaga: Pemerintah Prabowo Pertahankan Harga BBM Subsidi di Tengah Gejolak Global
  5. Sugeng Rudianto mengenai Bupati Mandailing Natal Jajaki Kolaborasi Strategis dengan BUMN Sawit untuk Dongkrak PAD melalui Pengelolaan Profesional

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Gelombang Komuter Harian Mengguncang Jakarta: Pramono Anung Tekankan Transportasi sebagai Tantangan Utama Ibu Kota
  • Sindikat Narkoba yang Dikendalikan dari Balik Jeruji: Jaringan Ekstasi Lintas Sumatera Terbongkar
  • Zelenskyy Dorong “Drone Deal” Eropa: Kerja Sama Pertahanan Kyiv dengan Italia dan Jerman di Tengah Tekanan Transatlantik
  • Hukuman Seumur Hidup untuk Anak Usia 12 Tahun: El Salvador Pilih Keamanan Ekstrem di Tengah Kritik Hak Asasi
  • Dari Sukarelawan hingga Korps Elite: Bagaimana Khartiia Membangun Model Militer Baru Ukraina di Tengah Perang Berkepanjangan
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.