RI News. Lampung Barat – Momentum bulan suci Ramadhan yang sarat makna spiritual, pemerintah daerah Kabupaten Lampung Barat menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keseimbangan ekonomi masyarakat melalui pengawasan ketat terhadap fluktuasi harga barang kebutuhan pokok. Pada Jumat, 20 Februari 2026, Sekretaris Daerah (Sekda) Drs. Nukman, M.M., memimpin langsung kegiatan monitoring harga Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting (Bapokting) di Pasar Liwa, Kelurahan Pasar Liwa, Kecamatan Balik Bukit. Inisiatif ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bagian integral dari strategi pencegahan inflasi yang holistik, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Bekerja sama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), tim pemantauan ini mengeksplorasi dinamika pasar secara mendalam untuk mendeteksi potensi ketidakstabilan harga. Hasil observasi lapangan menegaskan bahwa kondisi saat ini masih terkendali, dengan harga komoditas utama seperti beras, cabai, bawang merah, bawang putih, daging sapi, daging ayam, ikan, serta bahan pokok lainnya tetap berada pada level yang relatif stabil. Temuan ini mencerminkan efektivitas kebijakan awal pemerintah daerah dalam meredam gejolak pasokan yang seringkali dipicu oleh peningkatan permintaan musiman.

Meskipun demikian, Sekda Nukman menekankan pentingnya kewaspadaan berkelanjutan. “Kami tidak boleh lengah; pemantauan ini akan menjadi agenda rutin sepanjang Ramadhan,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa pendekatan ini melibatkan perbandingan harga secara temporal untuk mengidentifikasi tren potensial. Pendekatan proaktif ini tidak hanya bertujuan menekan kenaikan harga yang berlebihan, tetapi juga memastikan aksesibilitas masyarakat terhadap kebutuhan dasar, yang pada akhirnya berkontribusi pada pengendalian inflasi regional.
Dari perspektif ekonomi yang lebih luas, stabilitas harga selama periode religius seperti Ramadhan memiliki implikasi signifikan terhadap indikator makroekonomi daerah. Inflasi yang terkendali tidak hanya meringankan beban rumah tangga, tetapi juga memperkuat daya saing ekonomi lokal. Sekda Nukman menjelaskan bahwa laporan hasil pemantauan ini akan disampaikan secara berkala ke tingkat pusat, sebagai bentuk akuntabilitas dan kolaborasi antarlembaga. “Tujuan utama adalah menjaga agar harga tetap terjangkau, sehingga tidak mengganggu stabilitas inflasi yang lebih luas,” tambahnya.
Baca juga : Personel Polsek Sokan Turun Langsung Amankan Ibadah Tarawih, Ciptakan Rasa Aman di Tengah Bulan Suci
Harapan pemerintah Kabupaten Lampung Barat adalah terciptanya ekosistem pasar yang adil dan berkelanjutan melalui sinergi dengan TPID serta pihak terkait lainnya. Dengan pengawasan intensif ini, diharapkan masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadhan dan menyambut Idul Fitri dengan ketenangan, bebas dari kekhawatiran atas lonjakan biaya hidup. Upaya semacam ini menegaskan peran pemerintah daerah sebagai penjaga kesejahteraan sosial-ekonomi, di mana pencegahan lebih diutamakan daripada penanganan krisis.
Pewarta: Ataliansyah

