RI News Portal. Wonogiri – Di tengah guyuran hujan musim penghujan yang tak kenal lelah, hamparan perbukitan Desa Kembang, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, menjadi saksi bisu kolaborasi luar biasa antara prajurit TNI, anggota Polri, dan warga setempat. Mereka bahu-membahu mempercepat penyelesaian infrastruktur jalan yang selama ini tertinggal, khususnya rabat beton dan talud penahan tanah, dalam rangka Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 tahun 2026.
Pada Sabtu, 14 Februari 2026, suasana di lokasi proyek terasa hidup oleh deru mesin molen pengaduk semen, pasir, dan split yang tak henti berputar. Puluhan prajurit dan warga bergantian mengangkut adukan menggunakan angkong, membentuk antrean panjang yang teratur. Tak ada perbedaan pangkat atau status; semuanya bergerak serentak demi satu tujuan: menyelesaikan rabat jalan cor beton yang telah lama dinanti masyarakat.
Danramil 15/Jatipurno, Kapten Inf Budiono, selaku perwira yang memimpin langsung di lapangan, menekankan bahwa gotong royong menjadi pondasi utama keberhasilan. “Kami bekerja tanpa mengenal lelah, dibantu Polri dan didukung penuh masyarakat. Target kami mencakup delapan titik talud jalan serta dua titik talud penahan di sekitar area masjid, ditambah rabat beton di beberapa ruas utama desa. Meski cuaca sering menghambat, semangat prajurit dan warga tetap tinggi,” ungkapnya sembari mengawasi proses pengecoran.

Program TMMD ini resmi dibuka pada 10 Februari 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 11 Maret 2026. Selain talud dan rabat jalan, sasaran fisik meliputi pembangunan plat deker, bronjong pengaman lereng, rehabilitasi saluran irigasi, hingga sumur bor untuk mengatasi krisis air bersih di wilayah perbukitan yang rawan kekeringan musiman. Total nilai proyek mencapai miliaran rupiah, bersumber dari APBD provinsi dan kabupaten, menjadikannya investasi strategis bagi desa terpencil ini.
Bagi warga Desa Kembang, pembangunan talud bukan sekadar struktur fisik. “Dulu, saat hujan deras, jalan sering amblas dan longsor menutup akses. Petani kesulitan mengangkut hasil panen. Sekarang, dengan talud kuat dan jalan rabat beton, kami yakin mobilitas akan lebih aman dan ekonomi desa bisa bergairah,” cerita seorang petani senior yang turut serta mengaduk semen sejak pagi.
Baca juga : Generasi Muda Kulon Progo Ditempa di “Kawah Candradimuka” Persami KKRI Gelombang IV
Kapten Budiono menambahkan komitmen jangka panjang. “Talud dan rabat ini dirancang tahan lama, mendukung lalu lintas harian warga, serta membuka peluang usaha baru. Ini bukan hanya soal beton, tapi tentang masa depan desa yang lebih baik.”
Dengan ritme kerja yang konsisten dan sinergi erat antara TNI-Polri serta masyarakat, proyek ini diyakini akan selesai tepat waktu. Di pelosok Jatipurno, derap langkah TMMD tak hanya membangun infrastruktur, melainkan juga mempererat ikatan kemanunggalan TNI-rakyat, sebagai fondasi kemajuan dari desa menuju negeri yang lebih tangguh.
Pewarta: Nandar Suyadi

