RI News Portal. Padang Lawas Utara — Sebuah kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menggemparkan warga Desa Aek Haruaya, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara, terungkap lebih dalam. Hendry Yanto (55), seorang kakek yang sudah memiliki cucu, mengakui perbuatannya membakar istrinya, NS (53), dipicu oleh kecurigaan mendalam bahwa sang istri berselingkuh dengan pria lain.
Dalam pemeriksaan di hadapan Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Yon E Kamis, pada Kamis (5/2/2026), Hendry secara terbuka mengungkapkan alasannya. “Infonya dia selingkuh,” ujarnya dengan nada menyesal. Ia menambahkan bahwa kecemburuan itu sudah lama menggerogoti hatinya meski belum memiliki bukti kuat. “Cemburu, karena saya dengar kabar dia selingkuh,” tuturnya.
Lebih lanjut, Hendry mengaku merasa istrinya sudah tidak lagi menyayanginya. Perasaan ditolak itu mendorongnya pada pemikiran ekstrem untuk mengakhiri hidup bersama. “Dia tidak senang lagi sama saya, makanya kami harus mati berdua saja,” ungkapnya, menggambarkan niat tragis yang sempat terlintas di benaknya.

Meski demikian, Hendry menunjukkan penyesalan mendalam atas tindakannya. “Saya sudah bersalah pak,” tandasnya di depan perwira polisi tersebut.
Kejadian mengerikan ini terjadi pada Minggu dini hari, 1 Februari 2026, sekitar pukul 00.30 WIB, di rumah kontrakan yang mereka tempati. Hendry pulang membawa botol air mineral berisi Pertamax yang sengaja dibelinya sebelumnya. Tak lama kemudian, pertengkaran mulut memanas hingga emosinya memuncak. Ia menyiramkan bahan bakar tersebut ke tubuh istrinya dan menyulut api, menyebabkan korban mengalami luka bakar serius di sekujur tubuh.
Baca juga : Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor Siap Tingkatkan Kualitas Pelayanan Sertifikat Tanah
Untungnya, api berhasil dipadamkan dengan cepat, dan korban selamat meski harus menjalani perawatan intensif. Polisi telah menangkap Hendry dan menahannya untuk proses hukum lebih lanjut. Kasus ini dijerat dengan pasal terkait penganiayaan berat dan kekerasan dalam rumah tangga, mengingat dampak fisik dan psikologis yang ditimbulkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat pahit betapa rapuhnya hubungan rumah tangga ketika dikuasai kecurigaan dan emosi tanpa komunikasi yang sehat. Aparat setempat terus mendalami motif dan kronologi lengkap untuk memastikan keadilan bagi korban.
Pewarta : Adi Tanjoeng

