RI News Portal. Jatisrono, Wonogiri – Puluhan pelajar SMP dari rumpun sekolah Islam di Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, mendapat pengalaman berharga sekaligus tantangan fisik dan mental melalui kegiatan outbound bertema kepemimpinan dan kedisiplinan. Acara yang digelar pada Kamis, 22 Januari 2026, di lingkungan SMP Negeri 4 Desa Sambirejo tersebut dipandu langsung oleh prajurit Koramil 14/0728 Jatisrono, Kodim Wonogiri.
Bertindak sebagai instruktur utama adalah Sertu Mianto, Sertu Huda, dan Serda Rosidi. Ketiganya secara bergantian memberikan briefing awal, memimpin senam pemanasan, serta memaparkan materi inti sebelum memasuki sesi praktik. Para guru pendamping kelas turut hadir mendampingi siswa sepanjang kegiatan, memastikan proses berjalan aman dan terarah.
Sertu Mianto, salah satu pemandu, menjelaskan bahwa outbound merupakan pendekatan pembelajaran terapan di alam terbuka yang mengintegrasikan aspek intelektual, fisik, dan mental melalui permainan serta gerakan efektif. Menurutnya, outbound terbagi menjadi dua kategori utama: soft skill dan hard skill.

“Outbound soft skill lebih menekankan pengembangan kemampuan personal dan interpersonal, seperti kerja sama tim, komunikasi, dan kepercayaan diri. Sementara outbound hard skill melibatkan permainan atau game yang menantang secara fisik,” ujar Sertu Mianto di hadapan para peserta sebelum demonstrasi dimulai.
Puncak kegiatan kali ini adalah peragaan dua materi vital: rappelling (sering disebut ref ling atau rapeling) dan turun hesti. Rappelling merupakan teknik penurunan tebing menggunakan tali pengaman, yang tidak hanya berguna untuk evakuasi dan pertolongan darurat, tetapi juga melatih keterampilan organisasi serta rasa tanggung jawab terhadap keselamatan orang lain.
“Rappelling dan turun tali hesti menjadi materi esensial ketika menghadapi medan dataran tinggi atau pegunungan, baik untuk mendaki maupun evakuasi di jurang. Teknik ini kerap diterapkan dalam operasi pencarian dan penyelamatan,” tambah Sertu Mianto sambil memperagakan cara mengikat tali, memasang alat pengaman, serta posisi tubuh yang benar saat turun.
Baca juga : Kapolres Melawi Transformasi Halaman Mako Jadi Oase Hijau Berfilosofi
Para siswa secara bergiliran mencoba teknik tersebut di bawah pengawasan ketat prajurit TNI. Kegiatan ini dirancang tidak sekadar sebagai hiburan, melainkan untuk membentuk jiwa kepemimpinan, disiplin dalam berorganisasi, serta kesadaran kemasyarakatan yang kuat. Melalui tantangan fisik tersebut, diharapkan peserta mampu mengasah mental tangguh dan kemampuan beradaptasi di situasi sulit.
Kegiatan outbound semacam ini semakin sering dilaksanakan oleh satuan TNI di wilayah pedesaan sebagai bagian dari pembinaan generasi muda, khususnya dalam memperkuat nilai-nilai bela negara sejak dini. Para pelajar tampak antusias meski sempat merasakan deg-degan saat pertama kali menggantung di ketinggian, namun akhirnya berhasil menyelesaikan tantangan dengan penuh semangat.
Pewarta: Nandar Suyadi

