Skip to content
07/06/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Ketegangan Iran-AS: Pidato Khamenei dan Respons Trump Menyoroti Krisis Kepemimpinan dan Kedaulatan

Ketegangan Iran-AS: Pidato Khamenei dan Respons Trump Menyoroti Krisis Kepemimpinan dan Kedaulatan

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 bulan ago 3 minutes read
Pidato Khamenei dan Respons Trump Menyoroti Krisis Kepemimpinan dan Kedaulatan
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI NewsPortal. Teheran, 18 Januari 2026 – Pidato Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada akhir pekan lalu menjadi titik puncak baru dalam konfrontasi retorika dengan Amerika Serikat. Dalam penyampaiannya yang disiarkan secara nasional, Khamenei secara tegas menyebut Presiden AS Donald Trump sebagai “penjahat” atas dukungannya terhadap gelombang protes domestik yang melanda Iran sejak akhir Desember tahun lalu. Pernyataan ini tidak hanya mencerminkan polarisasi mendalam antara kedua negara, tetapi juga mengungkap dinamika internal Iran yang rapuh di tengah tekanan ekonomi dan politik.

Protes yang bermula dari ketidakpuasan terhadap kondisi ekonomi nasional dengan cepat berkembang menjadi gerakan luas yang menantang otoritas pemerintahan. Penindakan keras oleh aparat keamanan telah menimbulkan korban jiwa signifikan, dengan estimasi independen menyebutkan ribuan nyawa melayang—angka yang jauh melampaui kerusuhan serupa dalam sejarah kontemporer Iran. Khamenei, dalam argumennya, membalik narasi dengan menyalahkan demonstran sebagai agen eksternal yang didukung AS, bahkan mengklaim bahwa mereka bertanggung jawab atas kerusakan infrastruktur publik dan korban jiwa. Ia menekankan bahwa senjata api yang digunakan dalam kerusuhan berasal dari impor asing, meski tanpa merinci sumbernya.

Di sisi lain, respons Trump datang cepat dan tajam. Dalam wawancara eksklusif, presiden AS tersebut menyerukan perubahan kepemimpinan di Iran, menyebut rezim saat ini sebagai penyebab utama penderitaan rakyatnya. Trump juga menyentuh isu eksekusi massal yang sempat menjadi sorotan, dengan nada yang sempat melunak saat mengapresiasi pembatalan hukuman terhadap ratusan tahanan. Namun, nada tersebut segera berganti menjadi ancaman implisit bahwa Washington akan bertindak jika kekerasan berlanjut. Pernyataan ini memperkuat persepsi bahwa AS melihat protes Iran sebagai peluang strategis untuk melemahkan pengaruh Teheran di kawasan Timur Tengah.

Dari perspektif akademis, eskalasi ini dapat dilihat sebagai kelanjutan dari pola historis hubungan Iran-AS pasca-Revolusi 1979. Konflik ideologis antara prinsip kedaulatan anti-imperialis Iran dan doktrin intervensi AS sering kali memanfaatkan isu domestik sebagai alat geopolitik. Analis hubungan internasional mencatat bahwa dukungan verbal Trump terhadap pengunjuk rasa—meski tanpa komitmen militer langsung—mencerminkan strategi “tekanan maksimum” yang diwarisi dari masa jabatan sebelumnya, di mana sanksi ekonomi digunakan untuk memicu perubahan rezim dari dalam.

Baca juga : Upaya Diplomasi Ukraina di Washington Berlangsung di Tengah Eskalasi Serangan Energi Rusia

Sementara itu, situasi di lapangan menunjukkan tanda-tanda de-eskalasi sementara. Akses internet yang sempat diputus total mulai pulih secara parsial, memungkinkan aktivitas ekonomi kembali berjalan meski dengan keterbatasan. Tidak ada laporan kerusuhan baru di ibu kota, dan kehidupan sehari-hari tampak normal kembali. Namun, tuduhan saling lempar antara Teheran dengan Washington dan sekutunya terus memanaskan narasi resmi. Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dalam komunikasi diplomatik baru-baru ini, menegaskan bahwa campur tangan asing menjadi faktor utama destabilisasi.

Seorang pria memegang poster Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei selama upacara pemakaman sekelompok anggota pasukan keamanan yang tewas selama protes anti-pemerintah, di Teheran, Iran, Rabu, 14 Januari 2026.

Krisis ini juga menimbulkan pertanyaan lebih luas tentang masa depan stabilitas regional. Dengan Iran mempertahankan sikap defensif non-perang sambil mengejar akuntabilitas internal dan eksternal, serta AS yang tampak ragu antara intervensi langsung dan dukungan jarak jauh, risiko salah kalkulasi tetap tinggi. Pengamat menilai bahwa resolusi jangka panjang bergantung pada dialog multilateral yang melibatkan aktor regional, meski prospeknya saat ini masih suram di tengah polarisasi yang semakin dalam.

Perkembangan selanjutnya akan sangat menentukan apakah ketegangan ini mereda menjadi diplomasi senyap atau justru memicu babak baru konfrontasi.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Upaya Diplomasi Ukraina di Washington Berlangsung di Tengah Eskalasi Serangan Energi Rusia
Next: Bentrokan Protes Imigrasi di Minneapolis: Eskalasi Ketegangan Politik di Era Pemerintahan Trump

Related Stories

Trump Menggoyang Selat Taiwan

Trump Menggoyang Selat Taiwan: Siap Telepon Lai Ching-te Meski Beijing Murka

Jurnalis RI News Portal Posted on 53 menit ago 0
Pelanggaran Gencatan Senjata

Pelanggaran Gencatan Senjata: Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Perwira Tinggi Militer Lebanon

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 jam ago 0
Leo XIV di Spanyol

Leo XIV di Spanyol: Paus Amerika yang Menyuarakan Perdamaian di Tengah Badai Polarisasi Eropa

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 jam ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Trump Menggoyang Selat Taiwan: Siap Telepon Lai Ching-te Meski Beijing Murka
  • Pelanggaran Gencatan Senjata: Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Perwira Tinggi Militer Lebanon
  • Leo XIV di Spanyol: Paus Amerika yang Menyuarakan Perdamaian di Tengah Badai Polarisasi Eropa
  • Desta, Vino, dan Tora Hidupkan Kembali Semangat Persahabatan Warkop DKI di Layar Lebar
  • Harry Kane Cetak Gol Sundulan, Inggris Menang Tipis atas Selandia Baru di Laga Pemanasan Piala Dunia 2026
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.