RI News Portal. Amman – Sebanyak 140 anak dari Jalur Gaza kembali memijak tanah kelahiran mereka pada Rabu (3/12/2025) setelah menjalani rangkaian perawatan medis intensif di sejumlah rumah sakit di Kerajaan Hashemite Yordania. Kelompok ini merupakan gelombang kepulangan terbesar sejak program evakuasi medis kemanusiaan diluncurkan pada Maret 2025.
Menurut laporan medis resmi yang dirilis oleh otoritas kesehatan Yordania, keseluruhan anak dalam rombongan tersebut telah dinyatakan sembuh total atau berada pada kondisi stabil yang memungkinkan mereka melanjutkan pemulihan di lingkungan keluarga. Selama masa perawatan yang berlangsung antara tiga hingga sembilan bulan, mereka menerima layanan spesialistik yang mencakup bedah rekonstruksi, terapi fisik intensif, psikoterapi trauma perang, serta rehabilitasi nutrisi dan perkembangan anak.
“Setiap pasien anak telah melewati semua tahapan protokol perawatan yang ditetapkan, termasuk evaluasi multidisiplin akhir sebelum dipulangkan,” ungkap sumber medis senior yang terlibat dalam program tersebut. Selain perawatan anak, keluarga pendamping—terutama ibu atau wali—juga mendapat akomodasi tetap, bantuan psikososial, dan pelatihan perawatan lanjutan di rumah.

Evakuasi 140 anak ini dilakukan melalui Koridor Medis Kemanusiaan yang dioperasikan Angkatan Bersenjata Yordania (JAF) sejak awal 2025. Mekanisme “rotasi pasien” yang diterapkan memungkinkan rumah sakit di Amman, Irbid, dan Zarqa terus membuka tempat bagi pasien baru setelah pasien sebelumnya dinyatakan selesai menjalani terapi. Sistem ini dirancang untuk menjawab keterbatasan kapasitas fasilitas kesehatan di Gaza yang masih beroperasi di bawah tekanan ekstrem.
Hingga akhir November 2025, lebih dari 1.200 warga Gaza—mayoritas di antaranya anak-anak dan remaja—telah dievakuasi melalui koridor yang sama. Saat ini, sekitar 420 anak lainnya masih menjalani perawatan di Yordania dengan diagnosa yang meliputi luka bakar tingkat berat, cedera tulang multipel, gangguan pertumbuhan akibat malnutrisi kronis, serta dampak psikologis jangka panjang dari paparan kekerasan berkepanjangan.
Kepulangan massal kali ini menjadi penanda bahwa fase akut dari banyak kasus mulai bertransisi ke fase rehabilitasi komunitas, meskipun tantangan akses layanan kesehatan di Gaza tetap menjadi isu krusial. Para ahli kesehatan anak yang memantau program ini menekankan pentingnya kesinambungan perawatan pasca-kepulangan, termasuk penyediaan obat-obatan dan kunjungan tindak lanjut, mengingat infrastruktur medis lokal masih jauh dari pemulihan penuh.
Baca juga : Diplomasi di Tengah Badai Geopolitik: Pertemuan Xi-Macron Ungkap Celah Kerja Sama dan Ketegangan Asia-Eropa
Proses pemulangan dilakukan dengan pengawalan medis lintas perbatasan dan koordinasi ketat antara otoritas Yordania dan pihak yang berwenang di Gaza. Bus-bus khusus yang dilengkapi fasilitas medis darurat mengantar anak-anak dan pendampingnya hingga titik penyerahan di perbatasan, di mana keluarga besar telah menanti selama berbulan-bulan.
Di tengah statistik korban anak yang terus bertambah akibat konflik berkepanjangan, inisiatif bilateral Yordania ini tetap menjadi salah satu saluran bantuan medis terbesar dan paling konsisten bagi penduduk sipil Gaza, dengan prinsip bahwa setiap anak yang berhasil diselamatkan merupakan investasi bagi masa depan wilayah yang masih terpuruk dalam krisis kemanusiaan.
Pewarta : Setiawan Wibisono

