Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Nasional
  • Komnas HAM: UU PDP dan UU TPKS Menandai Langkah Maju Penegakan HAM

Komnas HAM: UU PDP dan UU TPKS Menandai Langkah Maju Penegakan HAM

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 2 min read
UU PDP dan UU TPKS Menandai Langkah Maju Penegakan HAM
Silahkan bagikan ke media anda ...

Namun Ruang Sipil yang Menyempit dan Reformasi Polri Menjadi Tantangan Krusial

RI News Portal. Jakarta, 3 Desember 2025 – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai disahkannya Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) dan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) sebagai wujud konkret kehadiran negara dalam melindungi hak asasi manusia yang selama ini berada dalam zona abu-abu regulasi.

“Keberadaan dua undang-undang ini menunjukkan kemajuan normatif yang sangat signifikan dalam penegakan HAM di Indonesia,” ungkap Ketua Komnas HAM Anis Hidayah dalam wawancara khusus pada Selasa (2/12) di Jakarta.

Namun, Anis menggarisbawahi bahwa keberadaan regulasi baru tidak serta-merta menghilangkan kerentanan masyarakat terhadap pelanggaran HAM. “Kita masih menyaksikan kasus kekerasan seksual yang terus berulang, penyalahgunaan data pribadi yang masif, serta berbagai bentuk intimidasi lainnya. Regulasi saja tidak cukup tanpa implementasi yang konsisten dan pengawasan yang ketat,” tegasnya.

Menurut Anis, UU PDP menjadi sangat krusial mengingat selama puluhan tahun hak privasi warga negara practically tidak memiliki payung hukum yang memadai di era digital. Sementara UU TPKS memberikan definisi yang lebih luas dan perlindungan yang lebih tegas terhadap korban kekerasan seksual, terutama perempuan dan anak-anak yang selama ini sering terjebak dalam celah hukum acara pidana umum.

Di balik kemajuan tersebut, Komnas HAM mencatat adanya tren penyempitan ruang sipil yang semakin mengkhawatirkan. “Kami mencatat kecenderungan kriminalisasi terhadap pembela HAM, aktivis lingkungan, jurnalis, dan masyarakat yang menyuarakan pendapat secara kritis. Ini berpotensi mengulang pola pelanggaran HAM sistemik di masa lalu,” ujar Anis.

Ia menghubungkan fenomena tersebut dengan kebutuhan reformasi institusi penegak hukum, khususnya Kepolisian Republik Indonesia. Saat ini pemerintah tengah membentuk Tim Percepatan Reformasi Polri pasca-tragedi Kanjuruhan dan serangkaian kasus lain yang mencoreng citra kepolisian.

Baca juga : Sinergi Polri dan Tokoh Agama Wonogiri Wujudkan Natal Damai 2025 melalui Pendekatan Dialog Preventif

“Reformasi Polri bukan sekadar kosmetik. Polri adalah garda terdepan penegakan hukum sehari-hari. Jika proses hukum tetap membawa rasa takut bagi masyarakat, terutama bagi yang menyuarakan kebenaran, maka pemenuhan HAM akan terus terhambat,” tegas Anis.

Komnas HAM berharap reformasi Polri tidak hanya berfokus pada aspek teknis operasional, melainkan juga pada perubahan budaya institusi yang berorientasi pada penghormatan HAM, akuntabilitas, dan pendekatan yang berkeadilan gender serta ramah anak.

“Keberhasilan reformasi Polri akan menjadi indikator utama apakah Indonesia benar-benar serius melangkah menuju negara hukum yang menempatkan martabat manusia sebagai prioritas tertinggi,” pungkas Anis Hidayah.

Pernyataan ini menegaskan bahwa meskipun fondasi normatif HAM terus diperkuat melalui UU PDP dan UU TPKS, tantangan implementasi, perlindungan ruang sipil, dan transformasi institusi penegak hukum tetap menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintahan saat ini dan di masa mendatang.

Pewarta : Anjar Bramantyo

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Sinergi Polri dan Tokoh Agama Wonogiri Wujudkan Natal Damai 2025 melalui Pendekatan Dialog Preventif
Next: Respons Nasional Penuh: Instruksi Prabowo Subianto Eskalasi Penanganan Bencana Ekologis Sumatra 2025 Menjadi Prioritas Utama

Related Stories

Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
3 min read

Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional

Jurnalis RI News Portal Posted on 16 jam ago 0
Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul
2 min read

Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan

Jurnalis RI News Portal Posted on 16 jam ago 0
Legislator Pontianak Dukung Penuh Skema Buy The Service untuk Transformasi Transportasi Publik
2 min read

Legislator Pontianak Dukung Penuh Skema Buy The Service untuk Transformasi Transportasi Publik

Jurnalis RI News Portal Posted on 17 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan
  • Doa Bersama Tokoh Adat, Spiritual, dan Lintas Agama Kawal Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara
  • Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman
  • Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.