Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Merz: Eropa Bukan Penonton, Melainkan Penentu dalam Arsitektur Perdamaian Ukraina

Merz: Eropa Bukan Penonton, Melainkan Penentu dalam Arsitektur Perdamaian Ukraina

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 min read
Melainkan Penentu dalam Arsitektur Perdamaian Ukraina
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Berlin, 27 November 2025 – Kanselir Jerman Friedrich Merz menyampaikan peringatan keras kepada Amerika Serikat dalam pidato di Bundestag pada Rabu sore: setiap format perundingan mengenai masa depan Ukraina yang tidak melibatkan Eropa secara setara berisiko menghasilkan kesepakatan rapuh yang tidak akan bertahan lama.

“Dalam fase krusial bagi Ukraina, bagi Eropa, dan bagi mitra kami di Amerika Serikat, saya ingin menegaskan dengan tegas: urusan Eropa hanya dapat diputuskan bersama Eropa,” kata Merz di hadapan anggota parlemen yang sebagian besar memberikan applaus panjang dari fraksi koalisi dan oposisi.

Pernyataan itu secara implisit merespons spekulasi bahwa pemerintahan baru AS di bawah Presiden Donald Trump cenderung mencari penyelesaian cepat dengan Moskow, potensial melalui format bilateral atau dengan melibatkan aktor-aktor di luar Uni Eropa dan Ukraina sendiri. Merz menolak keras pendekatan semacam itu.

“Eropa bukan pion di papan catur kekuatan besar. Eropa adalah aktor berdaulat yang memiliki kepentingan dan nilai sendiri,” tegasnya. “Kesepakatan yang dinegosiasikan di atas kepala Ukraina dan Eropa tidak akan pernah menjadi fondasi perdamaian yang langgeng.”

Pemimpin CDU itu menggarisbawahi bahwa satu-satunya jalan keluar yang realistis dan berkelanjutan dari perang tetap bergantung pada keputusan Rusia sendiri. “Perang ini bisa berakhir besok pagi—if Russia ended its illegal war and withdrew its troops from foreign soil,” ujarnya dalam bahasa Inggris yang disisipkan secara sengaja—sebuah isyarat diplomatik yang jarang ia lakukan.

Merz menyambut baik revisi yang dilakukan terhadap proposal awal 28 poin dari tim Trump setelah pertemuan trilateral AS–Ukraina–Eropa di Jenewa akhir pekan lalu. Menurut sumber di Kementerian Luar Negeri Jerman, revisi tersebut mencerminkan masukan Eropa yang signifikan, terutama terkait jaminan keamanan jangka panjang bagi Kyiv dan mekanisme kontrol perjanjian yang melibatkan Uni Eropa serta OSCE.

Kanselir kembali menegaskan komitmen Jerman dan Uni Eropa untuk terus mendukung Ukraina “selama diperlukan”. Ia secara khusus menyebut rencana pemberian pinjaman baru senilai hingga 140 miliar euro yang dijamin dengan pendapatan dari aset bank sentral Rusia yang dibekukan—sebagian besar disimpan di Belgia.

Baca juga : Penyerahan Simbol Pahlawan Nasional Tuan Rondahaim Saragih Garingging: Simalungun Menyambut “Titik Api” Baru Perjuangan Bangsa

“Vladimir Putin harus memahami pesan yang sangat jelas: ia tidak memiliki prospek kemenangan militer. Semakin lama ia bertahan, semakin besar kerugian yang akan ditanggung Rusia—baik di medan perang maupun secara ekonomi,” kata Merz.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya “persatuan tiga lapis”: persatuan internal Eropa, solidaritas tanpa syarat dengan Ukraina, serta kohesi aliansi transatlantik. “Hanya dengan bersatu kita dapat memaksa Kremlin duduk di meja perundingan dengan posisi yang realistis,” ujarnya.

Di dalam negeri, pidato Merz sekaligus menjadi sinyal kepada mitra koalisi SPD dan Die Grünen yang selama ini lebih vokal menyerukan “diplomasi tanpa prasyarat”. Dengan nada yang lebih tegas dari pendahulunya Olaf Scholz, Merz tampak ingin menempatkan Jerman sebagai jangkar stabilitas Eropa sekaligus penjaga prinsip bahwa tidak ada perdamaian yang bisa dicapai dengan mengorbankan kedaulatan Ukraina atau mengesampingkan suara Eropa.

Beberapa pengamat menilai pernyataan Rabu ini sebagai upaya Merz memperkuat kredibilitasnya sebagai kanselir “Atlantik sekaligus Eropa”—posisi yang krusial menjelang KTT NATO di Den Haag tahun depan dan negosiasi anggaran pertahanan UE 2026–2032.

Sampai saat berita ini disusun, Gedung Putih belum memberikan respons resmi atas peringatan Kanselir Merz. Namun, seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS yang tidak mau disebut namanya menyatakan bahwa “Amerika Serikat tetap berkomitmen penuh terhadap proses yang inklusif dan menghormati peran sentral Eropa serta kedaulatan Ukraina.”

Satu hal yang kini semakin jelas: di tengah ketidakpastian transisi kekuasaan di Washington, suara Berlin—dan Eropa secara keseluruhan—tidak lagi bersedia menjadi penonton pasif dalam penulisan babak akhir perang terbesar di benua ini sejak 1945.

Pewarta : Anjar Bramantyo

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Penyerahan Simbol Pahlawan Nasional Tuan Rondahaim Saragih Garingging: Simalungun Menyambut “Titik Api” Baru Perjuangan Bangsa
Next: Provinsi Banten Dorong Percepatan Ekonomi Sirkular untuk Atasi Krisis Sampah 8.126 Ton per Hari

Related Stories

Eskalasi Ketegangan Politik di Era Pemerintahan Trump
3 min read

Bentrokan Protes Imigrasi di Minneapolis: Eskalasi Ketegangan Politik di Era Pemerintahan Trump

Jurnalis RI News Portal Posted on 21 jam ago 0
Pidato Khamenei dan Respons Trump Menyoroti Krisis Kepemimpinan dan Kedaulatan
3 min read

Ketegangan Iran-AS: Pidato Khamenei dan Respons Trump Menyoroti Krisis Kepemimpinan dan Kedaulatan

Jurnalis RI News Portal Posted on 21 jam ago 0
Upaya Diplomasi Ukraina di Washington Berlangsung di Tengah Eskalasi Serangan Energi Rusia
3 min read

Upaya Diplomasi Ukraina di Washington Berlangsung di Tengah Eskalasi Serangan Energi Rusia

Jurnalis RI News Portal Posted on 21 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan
  • Doa Bersama Tokoh Adat, Spiritual, dan Lintas Agama Kawal Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara
  • Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman
  • Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.