Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Ketidaksesuaian Informasi dan Dugaan Manipulasi Data Warnai Penyaluran BLT di Manado

Ketidaksesuaian Informasi dan Dugaan Manipulasi Data Warnai Penyaluran BLT di Manado

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 min read
Ketidaksesuaian Informasi dan Dugaan Manipulasi Data Warnai Penyaluran BLT di Manado
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Manado, 24 November 2025 – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi keluarga prasejahtera di Kota Manado kembali memicu perdebatan publik setelah munculnya rekaman video yang menunjukkan kebingungan calon penerima di lokasi pencairan. Video berdurasi kurang dari dua menit yang beredar luas di grup-grup Facebook lokal memperlihatkan seorang warga bernama Nopenk Israel yang mendatangi kantor pos setempat, namun pulang dengan tangan hampa karena perubahan aturan mendadak terkait pencairan untuk pasangan suami-istri.

“Dari rumah diberitahu bisa diambil berdua suami istri, begitu sampai di sini malah dibilang hanya satu orang per KK. Ini bagaimana ceritanya?” ungkap Nopenk dalam rekaman tersebut, sembari menunjukkan dokumen yang ia bawa. Ia juga menyatakan kekecewaannya terhadap proses verifikasi yang dinilai tidak konsisten antara informasi awal dari kelurahan dengan petugas pencairan.

Keluhan serupa bukan kali pertama muncul di Manado sepanjang tahun 2025. Beberapa warga lain yang enggan disebut namanya mengaku menerima SMS atau pengumuman lisan dari perangkat kelurahan bahwa BLT dapat diambil oleh suami atau istri secara terpisah, namun saat tiba di kantor pos atau agen penyalur, kebijakan tersebut berubah menjadi hanya satu orang per kartu keluarga.

Tokoh masyarakat dan pemuka agama di wilayah Manado, Jusalfred Rumengan, menilai akar masalah terletak pada proses pendataan di tingkat terkecil. Menurutnya, masih terdapat kecenderungan subjektivitas kepala lingkungan dalam menyusun daftar penerima.

“Saya pernah mendampingi janda dengan tiga anak yatim piatu yang sudah diusulkan gereja, tapi tiba-tiba namanya hilang dari daftar akhir yang dikirim ke kecamatan,” ujar Rumengan saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (23/11). Ia menyesalkan tidak adanya mekanisme musyawarah terbuka antara kepala lingkungan, Badan Permusyawaratan Desa/Kelurahan (BPD), dan tokoh agama sebelum data difinalkan.

Rumengan juga menyoroti potensi penyimpangan alokasi anggaran. “Dana BLT sudah dicairkan dari APBN ke kas daerah, kemudian ke penyalur. Jika ada nama yang sudah masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tapi tidak kunjung menerima, pertanyaannya: ke mana aliran dananya?” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Sosial Kota Manado belum memberikan pernyataan resmi terkait perbedaan informasi yang diterima masyarakat dengan kebijakan di lapangan. Beberapa sumber internal di kantor pos menyatakan bahwa perubahan aturan pencairan untuk pasangan suami-istri memang pernah berlaku pada tahap sebelumnya, namun mulai Oktober 2025 kembali diberlakukan kebijakan satu orang per KK sesuai surat edaran Kementerian Sosial.

Baca juga : Indonesia Bidik Surplus Perdagangan Lebih Kokoh melalui Diversifikasi Pasar Non-Tradisional

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Sam Ratulangi, Dr. Femmy Tasik, menilai kasus ini mencerminkan masih lemahnya koordinasi vertikal dan horizontal dalam program perlindungan sosial. “Kurangnya sinkronisasi antara basis data pusat dengan penyesuaian di daerah sering memunculkan kebingungan seperti ini. Yang paling dirugikan tetap masyarakat berpenghasilan rendah yang sangat bergantung pada bantuan tunai,” katanya.

Masyarakat Manado kini menanti langkah konkret pemerintah kota untuk melakukan validasi ulang data penerima serta memperbaiki mekanisme komunikasi kebijakan kepada masyarakat. Transparansi proses pendataan dan pencairan menjadi harapan bersama agar BLT benar-benar sampai ke tangan mereka yang berhak, bukan sekadar menjadi komoditas politik di tingkat mikro.

Pewarta : Steven Tumuyu

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Indonesia Bidik Surplus Perdagangan Lebih Kokoh melalui Diversifikasi Pasar Non-Tradisional
Next: Fatwa MUI soal Pajak Berkeadilan Picu Respons Wagub DKI: “Jakarta Sudah Beri Banyak Insentif, Tapi PBB Bukan Kewenangan Daerah”

Related Stories

Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren
3 min read

Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman

Jurnalis RI News Portal Posted on 14 jam ago 0
Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
2 min read

Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong

Jurnalis RI News Portal Posted on 14 jam ago 0
'raj 2026
2 min read

Lonjakan Penumpang Kereta Api di Sumatera Utara pada Penutupan Libur Isra Mi’raj 2026

Jurnalis RI News Portal Posted on 15 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan
  • Doa Bersama Tokoh Adat, Spiritual, dan Lintas Agama Kawal Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara
  • Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman
  • Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.