Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Nasional
  • Menteri PPPA Soroti Dampak Ganda Kekerasan Sekolah yang Terviralisasi: Dari Pukulan Fisik hingga Trauma Digital

Menteri PPPA Soroti Dampak Ganda Kekerasan Sekolah yang Terviralisasi: Dari Pukulan Fisik hingga Trauma Digital

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 2 min read
Dari Pukulan Fisik hingga Trauma Digital
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Jakarta – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menegaskan bahwa peristiwa kekerasan fisik antarpeserta didik di sebuah SMP di Purworejo, Jawa Tengah, yang terekam dan menyebar luas di media sosial, mencerminkan ancaman ganda: kekerasan langsung di dunia nyata dan kerentanan anak terhadap eksploitasi konten di dunia digital.

“Rekaman yang beredar itu bukan sekadar dokumentasi kekerasan, melainkan juga menjadi alat viktimisasi sekunder bagi korban dan pelaku yang sama-sama masih anak,” ujar Menteri Arifah Fauzi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (24/11/2025).

Menurutnya, penyebaran video kekerasan tersebut telah memperluas dampak psikologis, tidak hanya pada korban yang mengalami luka fisik, tetapi juga pada pelaku yang kini menghadapi tekanan publik di usia yang masih sangat rentan. Hal ini, lanjutnya, menunjukkan urgensi penguatan literasi digital sebagai bagian integral dari pencegahan kekerasan anak.

Kementerian PPPA, melalui koordinasi intensif dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Purworejo, memastikan korban telah mendapat pendampingan psikolog klinis dan pemeriksaan medis lengkap termasuk CT scan. Proses hukum terhadap pelaku yang masih di bawah umur juga diawasi ketat agar tetap berjalan sesuai UU Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) dengan prinsip kepentingan terbaik bagi anak.

“Pendekatan restoratif tetap menjadi prioritas, namun kita tidak boleh abai bahwa penyebaran video telah menciptakan trauma baru yang bersifat permanen karena sifat internet yang tidak pernah benar-benar menghapus jejak,” tegas Menteri Arifah.

Ia menekankan bahwa pencegahan kekerasan anak di era digital tidak lagi cukup dengan penguatan pengawasan fisik di sekolah, melainkan harus diimbangi dengan pendidikan yang mengajarkan tiga kompetensi utama: pengelolaan emosi, pemahaman batas privasi orang lain, dan kesadaran konsekuensi hukum serta etika dari tindakan merekam dan menyebarkan konten kekerasan.

“Prinsip ‘saring sebelum sharing’ dan ‘caring sebelum recording’ harus menjadi kebiasaan baru bagi anak-anak kita,” imbuhnya.

Menteri juga mengajak guru dan orang tua untuk bertransformasi dari sekadar pengawas menjadi pendamping aktif dalam membentuk pola interaksi digital yang sehat. Ia menyoroti bahwa banyak kasus kekerasan sekolah yang terekam justru dilakukan oleh teman sebaya yang hadir di lokasi, menunjukkan masih rendahnya empati digital di kalangan anak.

Baca juga : Raymond Indra/Nikolaus Joaquin Raih Gelar Super 500 Pertama, Tegaskan Status Penantang Baru Ganda Putra Indonesia

Untuk mendorong pelaporan yang lebih cepat, Kementerian PPPA kembali mengingatkan masyarakat bahwa layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 tersedia 24 jam melalui telepon, WhatsApp 08111-129-129, maupun laman laporsapa129.kemenpppa.go.id.

“Setiap laporan adalah langkah nyata menyelamatkan anak dari lingkaran kekerasan, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi di balik layar gawai,” tutup Menteri Arifah Fauzi.

Peristiwa di Purworejo ini menambah daftar panjang kasus kekerasan anak yang menjadi viral dalam dua tahun terakhir, sekaligus menjadi pengingat bahwa perlindungan anak kini harus berjalan di dua ranah sekaligus: dunia fisik dan dunia maya yang semakin tak terpisahkan.

Pewarta : Albertus Parikesit

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Raymond Indra/Nikolaus Joaquin Raih Gelar Super 500 Pertama, Tegaskan Status Penantang Baru Ganda Putra Indonesia
Next: Jawa Timur Bidik Posisi Sentral Ekosistem Halal Global Lewat Sinergi Multi-Pihak

Related Stories

Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
3 min read

Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional

Jurnalis RI News Portal Posted on 17 jam ago 0
Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul
2 min read

Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan

Jurnalis RI News Portal Posted on 18 jam ago 0
Legislator Pontianak Dukung Penuh Skema Buy The Service untuk Transformasi Transportasi Publik
2 min read

Legislator Pontianak Dukung Penuh Skema Buy The Service untuk Transformasi Transportasi Publik

Jurnalis RI News Portal Posted on 18 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Paguyuban Prawan’80 Surabaya Kunjungi Kampung Coklat Blitar untuk Promosi Wisata dan Produk Lokal
  • Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan
  • Doa Bersama Tokoh Adat, Spiritual, dan Lintas Agama Kawal Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara
  • Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.