Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Erdogan di Sela KTT G20: Tekan Diplomasi Maksimal untuk Akhiri Perang Ukraina lewat Perdamaian Abadi

Erdogan di Sela KTT G20: Tekan Diplomasi Maksimal untuk Akhiri Perang Ukraina lewat Perdamaian Abadi

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 2 min read
Tekan Diplomasi Maksimal untuk Akhiri Perang Ukraina lewat Perdamaian Abadi
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Istanbul 23 November 2025 – Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan kembali menegaskan bahwa satu-satunya jalan keluar dari perang Rusia-Ukraina adalah melalui “perdamaian yang adil dan berkelanjutan” dengan memanfaatkan seluruh instrumen diplomatik yang tersedia. Pernyataan tegas itu disampaikan Erdogan dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di sela-sela KTT Pemimpin G20 di Johannesburg, Afrika Selatan, Ahad (23/11).

Pertemuan yang berlangsung tertutup tersebut, menurut keterangan resmi Direktorat Komunikasi Kepresidenan Turkiye, tidak hanya membahas penguatan hubungan bilateral Ankara-Paris, tetapi juga sejumlah krisis regional dan global yang kini saling terkait.

“Turkiye akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk mempertemukan kembali Rusia dan Ukraina di meja perundingan damai,” kata Erdogan kepada Macron, sebagaimana dikutip dalam pernyataan resmi tersebut. Ia menambahkan, diplomasi tidak boleh dikesampingkan meski situasi di lapangan semakin memburuk dan aktor-aktor besar dunia terlihat kehilangan momentum untuk mendorong negosiasi.

Di saat yang sama, Erdogan juga menyuarakan keprihatinan mendalam atas situasi kemanusiaan di Jalur Gaza. Ia menekankan perlunya gencatan senjata yang “segera dan tanpa syarat” serta masuknya bantuan kemanusiaan tanpa hambatan. Menurutnya, solusi dua negara yang realistis dan berkeadilan bagi Palestina tetap menjadi solusi dua negara sesuai parameter internasional yang telah disepakati.

Dalam konteks hubungan bilateral, kedua pemimpin sepakat bahwa penguatan kerja sama Turkiye-Prancis memiliki nilai strategis di tengah ketidakpastian geopolitik kawasan Euro-Mediterania dan sekitarnya. Meski kedua negara kerap berbeda pandangan—terutama soal Libya, Suriah timur laut, dan penjualan senjata—Erdogan dan Macron menunjukkan kesamaan sikap dalam mendorong kembali proses diplomasi Ukraina serta menjaga stabilitas di Timur Tengah.

KTT G20 Johannesburg tahun ini memang berlangsung dalam suasana yang jauh lebih tegang dibandingkan pertemuan-pertemuan sebelumnya. Perang di Eropa yang memasuki tahun keempat, eskalasi di Timur Tengah, perlambatan ekonomi global, serta meningkatnya ketegangan di Indo-Pasifik menjadi latar belakang yang sulit. Dalam situasi demikian, posisi Turkiye—yang sejak awal perang berperan sebagai fasilitator utama kesepakatan biji-bijian Laut Hitam dan beberapa kali menjadi tuan rumah perundingan langsung Moskwa-Kyiv—kembali mendapat perhatian.

Baca juga : Polri Gelar Apel Kasatwil 2025 di Cikeas: Merumuskan Transformasi Kepolisian yang Berorientasi Pelayanan Publik

Pengamat hubungan internasional di Ankara menilai, penegasan Erdogan di Johannesburg bukan sekadar retorika diplomatik biasa. “Turkiye menyadari bahwa semakin lama perang berlarut, semakin kecil pula ruang bagi negara-negara berkekuatan menengah untuk memengaruhi arah penyelesaian,” ujar seorang akademisi yang enggan disebut namanya. “Oleh karena itu, Ankara ingin memanfaatkan setiap forum multilateral—termasuk G20—untuk mendorong kembali agenda perundingan, sebelum opsi militer sepenuhnya mendominasi narasi aktor-aktor besar.”

Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari Kremlin maupun Istana Élysée terkait isi pertemuan Erdogan-Macron. Namun, sinyal dari Ankara jelas: Turkiye tidak akan menyerah pada upaya diplomatik, sekalipun peluang damai saat ini terlihat semakin tipis.

Pewarta : Anjar Bramantyo

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Polri Gelar Apel Kasatwil 2025 di Cikeas: Merumuskan Transformasi Kepolisian yang Berorientasi Pelayanan Publik
Next: Dugaan Penyimpangan Proyek Jembatan Mosa–Gunung Baringin: Lelang Tanpa Kompetisi dan Pengerjaan Diduga Asal Jadi

Related Stories

Eskalasi Ketegangan Politik di Era Pemerintahan Trump
3 min read

Bentrokan Protes Imigrasi di Minneapolis: Eskalasi Ketegangan Politik di Era Pemerintahan Trump

Jurnalis RI News Portal Posted on 23 jam ago 0
Pidato Khamenei dan Respons Trump Menyoroti Krisis Kepemimpinan dan Kedaulatan
3 min read

Ketegangan Iran-AS: Pidato Khamenei dan Respons Trump Menyoroti Krisis Kepemimpinan dan Kedaulatan

Jurnalis RI News Portal Posted on 23 jam ago 0
Upaya Diplomasi Ukraina di Washington Berlangsung di Tengah Eskalasi Serangan Energi Rusia
3 min read

Upaya Diplomasi Ukraina di Washington Berlangsung di Tengah Eskalasi Serangan Energi Rusia

Jurnalis RI News Portal Posted on 23 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan
  • Doa Bersama Tokoh Adat, Spiritual, dan Lintas Agama Kawal Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara
  • Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman
  • Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.