Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Zelenskyy Tolak Pakta Damai Versi Washington: “Kami Tidak Akan Menyerahkan Martabat demi Senjata”

Zelenskyy Tolak Pakta Damai Versi Washington: “Kami Tidak Akan Menyerahkan Martabat demi Senjata”

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 min read
Zelenskyy Tolak Pakta Damai Versi Washington
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Kyiv, 22 November 2025 – Presiden Volodymyr Zelenskyy secara tegas menolak kerangka perdamaian 28 poin yang diajukan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump. Dalam pidato video berdurasi tujuh menit yang dirilis Jumat malam, Zelenskyy menyebut proposal itu sebagai “pilihan antara martabat bangsa atau kehilangan sekutu terpenting”, sekaligus menegaskan bahwa Ukraina tidak akan menerima persyaratan yang secara efektif berarti kapitulasi.

“Ukraina sedang berada pada titik paling kritis dalam sejarah modernnya,” ujar Zelenskyy dengan nada yang jarang terdengar begitu keras. Ia mengungkapkan bahwa Washington telah menetapkan batas waktu hingga 27 November bagi Kyiv untuk menyetujui dokumen tersebut, dengan ancaman nyata berupa penghentian total pengiriman senjata dan kerja sama intelijen jika Ukraina menolak.

Inti kontroversi terletak pada tiga klausul utama yang selama ini menjadi garis merah bagi Kyiv:

  • Pengakuan de facto atas pendudukan Rusia atas wilayah yang direbut sejak 2014 dan 2022;
  • Pembatasan drastis jumlah angkatan bersenjata Ukraina serta zona demiliterisasi permanen di beberapa oblast;
  • Penghentian permanen proses aksesi Ukraina ke NATO, tanpa jaminan keamanan alternatif yang kredibel.

Dokumen yang sama, menurut pernyataan Kremlin pada Jumat malam, “dapat menjadi landasan yang baik untuk penyelesaian akhir” – pernyataan yang langsung memicu gelombang kemarahan di kalangan elit politik dan militer Ukraina.

Sumber diplomatik senior di Kyiv yang enggan disebut namanya menyatakan bahwa tekanan dari Gedung Putih kali ini jauh lebih berat ketimbang negosiasi era Biden. “Ini bukan lagi negosiasi, ini ultimatum,” katanya. “Mereka tahu musim dingin akan sangat sulit tanpa bantuan militer AS, dan mereka memanfaatkan momentum itu.”

Zelenskyy merespons dengan nada yang menggabungkan kemarahan dan tekad. Ia mengumumkan bahwa dalam beberapa hari mendatang Ukraina akan menyodorkan counter-proposal sendiri yang “menghormati kedaulatan, integritas wilayah, dan hak bangsa Ukraina untuk memilih masa depannya”. Ia juga mengonfirmasi bahwa pembicaraan telepon langsung dengan Presiden Trump dijadwalkan pekan depan – pertemuan yang akan menentukan apakah hubungan transatlantik yang selama ini menjadi tulang punggung pertahanan Ukraina akan tetap bertahan atau retak di bawah tekanan.

Baca juga : Wakil Presiden Gibran Tekankan Afrika sebagai “Masa Depan” Kerja Sama Strategis Indonesia

Di dalam negeri, penolakan Zelenskyy justru memperkuat dukungan publik. Survei kilat yang dilakukan lembaga sosiologi independen pada Sabtu pagi menunjukkan 78% responden menolak segala bentuk kesepakatan yang mencakup pengakuan atas wilayah pendudukan, angka yang bahkan lebih tinggi dari puncak solidaritas nasional pada Maret 2022.

Sementara itu, para analis militer memperingatkan bahwa penghentian pasokan senjata AS – terutama peluru artileri 155 mm, rudal ATACMS, dan komponen sistem pertahanan udara – dapat melemahkan garis depan di Donbas dan Kharkiv secara signifikan dalam hitungan minggu. “Kita bisa bertahan beberapa bulan dengan stok Eropa dan produksi dalam negeri,” kata seorang jenderal senior yang juga berbicara tanpa mau disebut namanya, “tapi tidak setahun.”

Di tengah kabut diplomatik yang semakin pekat, satu hal menjadi jelas: Ukraina kini berdiri di persimpangan yang akan menentukan bukan hanya masa depan perang, tetapi juga identitasnya sebagai negara berdaulat di era pasca-Perang Dingin. Pilihan yang dihadapi Zelenskyy bukan lagi antara perang dan damai, melainkan antara damai yang memalukan atau perang yang semakin sendirian.

Pewarta : Anjar Bramantyo

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Wakil Presiden Gibran Tekankan Afrika sebagai “Masa Depan” Kerja Sama Strategis Indonesia
Next: Gibran Rakabuming Raka Debut di Panggung G20: Pidato Perdana Wakil Presiden RI di Johannesburg

Related Stories

Eskalasi Ketegangan Politik di Era Pemerintahan Trump
3 min read

Bentrokan Protes Imigrasi di Minneapolis: Eskalasi Ketegangan Politik di Era Pemerintahan Trump

Jurnalis RI News Portal Posted on 23 jam ago 0
Pidato Khamenei dan Respons Trump Menyoroti Krisis Kepemimpinan dan Kedaulatan
3 min read

Ketegangan Iran-AS: Pidato Khamenei dan Respons Trump Menyoroti Krisis Kepemimpinan dan Kedaulatan

Jurnalis RI News Portal Posted on 23 jam ago 0
Upaya Diplomasi Ukraina di Washington Berlangsung di Tengah Eskalasi Serangan Energi Rusia
3 min read

Upaya Diplomasi Ukraina di Washington Berlangsung di Tengah Eskalasi Serangan Energi Rusia

Jurnalis RI News Portal Posted on 23 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan
  • Doa Bersama Tokoh Adat, Spiritual, dan Lintas Agama Kawal Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara
  • Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman
  • Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.