Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Pemantauan Nuklir Iran Mulai Pulih: IAEA Dorong Akses Penuh ke Situs Rusak Pasca-Serangan Juni

Pemantauan Nuklir Iran Mulai Pulih: IAEA Dorong Akses Penuh ke Situs Rusak Pasca-Serangan Juni

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 min read
IAEA Dorong Akses Penuh ke Situs Rusak Pasca-Serangan Juni
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Wina, 20 November 2025 – Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, menyatakan bahwa inspektur organisasi tersebut telah memulai kembali pemantauan di beberapa fasilitas nuklir Iran yang lolos dari kerusakan akibat serangan militer Israel dan Amerika Serikat pada Juni lalu. Pernyataan ini disampaikan Grossi usai rapat Dewan Gubernur IAEA di Wina, di mana ia menekankan urgensi keterlibatan lebih lanjut untuk memastikan kepatuhan penuh terhadap Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).

Dalam pidato pembukaannya, Grossi mengungkapkan bahwa lebih dari selusin inspeksi telah dilakukan sejak tim IAEA kembali ke Teheran. “Kami telah berkomunikasi secara rutin dengan pihak Iran dan mendesak fasilitasi akses ke lokasi-lokasi yang rusak, termasuk yang menyimpan uranium pengayaan rendah serta tinggi, guna mengevaluasi status terkini,” ujarnya. Grossi menambahkan bahwa pemulihan inspeksi penuh harus selaras dengan ketentuan Perjanjian Pengamanan Komprehensif, meskipun tantangan keamanan masih menghambat akses ke situs-situs utama.

Serangan pada Juni, yang menargetkan fasilitas nuklir kunci Iran, memicu ketegangan internasional dan menimbulkan tuduhan pelanggaran hukum internasional, termasuk NPT serta Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Respons Iran saat itu adalah penangguhan kerjasama dengan IAEA atas dasar kekhawatiran keamanan, diikuti pengesahan undang-undang parlemen yang membatasi akses inspektur asing. Teheran juga mengkritik IAEA atas dugaan bias, di mana badan tersebut dianggap gagal mengutuk serangan tersebut sambil justru menyoroti dugaan pelanggaran kewajiban non-proliferasi Iran.

Upaya diplomasi sempat membuahkan kesepakatan pada 9 September di Kairo, di mana Grossi dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menandatangani kerangka prosedur inspeksi pasca-serangan. Dokumen itu mencakup notifikasi dan implementasi pengamanan, yang diharapkan memulihkan verifikasi stok uranium. Namun, kesepakatan tersebut dinyatakan batal oleh Iran setelah negara-negara Eropa penerus perjanjian nuklir 2015 mengaktifkan mekanisme “snapback”, yang memulihkan sanksi PBB terhadap Teheran. Mekanisme ini, yang berlaku hingga Oktober 2025, dipicu atas alasan ketidakpatuhan Iran terhadap pembatasan pengayaan uranium.

Meski demikian, Teheran baru-baru ini menunjukkan tanda-tanda kelonggaran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baqaei menyatakan awal bulan ini bahwa inspektur IAEA telah diizinkan mengunjungi sejumlah lokasi, termasuk Reaktor Riset Teheran. “Selama kami tetap menjadi anggota NPT, komitmen kami terhadap inspeksi yang sah akan dipatuhi,” tegas Baqaei, meskipun menekankan bahwa akses terbatas pada fasilitas tidak terdampak.

Dari perspektif akademis, pemulihan inspeksi ini menandai babak krusial dalam dinamika verifikasi nuklir di Timur Tengah. Para pakar seperti Dr. Elena Vasquez dari Institut Studi Strategis Internasional di Madrid menilai bahwa kembalinya inspektur IAEA, meski parsial, dapat meredam kekhawatiran proliferasi senjata nuklir. “Ini bukan hanya soal stok uranium, tapi juga membangun kepercayaan antarpihak. Snapback sanksi telah menciptakan siklus eskalasi, di mana Iran merasa hak bertahan dirinya terancam, sementara Barat khawatir atas transparansi,” jelas Vasquez dalam wawancara eksklusif dengan tim redaksi.

Baca juga : Rencana Perdamaian Ukraina ala Trump: Pengakuan Internasional atas Krimea dan Donbas, Tanpa Paksaan bagi Kiev

Penelitian terbaru dari Journal of Nuclear Diplomacy menyoroti bahwa serangan Juni telah menggeser paradigma NPT, di mana negara-negara seperti Iran semakin mengandalkan “langkah-langkah protektif” untuk melindungi aset nuklir sipilnya. Studi tersebut, yang menganalisis data verifikasi IAEA hingga 2024, memproyeksikan bahwa tanpa akses penuh, stok uranium pengayaan tinggi Iran—yang dilaporkan mencapai level mendekati ambang senjata—bisa memicu resolusi Dewan Gubernur yang lebih tegas. “Keterlibatan lebih besar diperlukan untuk menghindari skenario terburuk: penarikan Iran dari NPT, yang akan merusak rezim non-proliferasi global,” tambah Vasquez.

Sementara itu, Grossi menolak gagasan resolusi baru yang bisa memperburuk kerjasama, dengan alasan hal itu “tidak logis”. Ia menegaskan bahwa IAEA tetap netral, fokus pada verifikasi faktual daripada politik. Di sisi lain, laporan rahasia IAEA yang bocor akhir pekan lalu menunjukkan bahwa stok uranium Iran masih utuh, meski verifikasi mendesak diperlukan untuk konfirmasi akhir.

Pemantauan IAEA di Iran kini menjadi ujian bagi diplomasi nuklir pasca-Juni. Dengan rapat Dewan Gubernur berlangsung hingga Jumat, harapan muncul bahwa dialog Teheran-Wina akan menghasilkan jalan tengah. Bagi komunitas internasional, keberhasilan inspeksi penuh bukan hanya soal pencegahan proliferasi, tapi juga pemulihan norma hukum yang terganggu oleh konflik regional. Seperti ditegaskan Grossi, “Pekerjaan ini harus dilakukan, demi keamanan bersama.”

Pewarta : Anjar Bramantyo

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Rencana Perdamaian Ukraina ala Trump: Pengakuan Internasional atas Krimea dan Donbas, Tanpa Paksaan bagi Kiev
Next: Polda Jawa Tengah Tempatkan AKBP B di Ruang Khusus 20 Hari terkait Dugaan Pelanggaran Etik Berat

Related Stories

Eskalasi Ketegangan Politik di Era Pemerintahan Trump
3 min read

Bentrokan Protes Imigrasi di Minneapolis: Eskalasi Ketegangan Politik di Era Pemerintahan Trump

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
Pidato Khamenei dan Respons Trump Menyoroti Krisis Kepemimpinan dan Kedaulatan
3 min read

Ketegangan Iran-AS: Pidato Khamenei dan Respons Trump Menyoroti Krisis Kepemimpinan dan Kedaulatan

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
Upaya Diplomasi Ukraina di Washington Berlangsung di Tengah Eskalasi Serangan Energi Rusia
3 min read

Upaya Diplomasi Ukraina di Washington Berlangsung di Tengah Eskalasi Serangan Energi Rusia

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Mangkrak di Perbatasan: Proyek WC Rp199 Juta untuk Sekolah Sambas Belum Rampung, Siswa dan Guru Terlantar
  • Dugaan Ketidaktransparanan Pengelolaan Dana Desa di Desa Labuhan Labo, Padangsidimpuan Tenggara
  • Paguyuban Prawan’80 Surabaya Kunjungi Kampung Coklat Blitar untuk Promosi Wisata dan Produk Lokal
  • Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.