Skip to content
20/04/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Kematian Gajah Dona di Way Kambas: Refleksi atas Tantangan Kesehatan Gajah Sumatera dalam Konservasi Captive

Kematian Gajah Dona di Way Kambas: Refleksi atas Tantangan Kesehatan Gajah Sumatera dalam Konservasi Captive

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 bulan ago 3 min read
Refleksi atas Tantangan Kesehatan Gajah Sumatera dalam Konservasi Captive
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Lampung Timur – Seekor gajah Sumatera betina bernama Dona, berusia sekitar 45 tahun, yang menjadi bagian dari Elephant Response Unit (ERU) di Camp Bungur, Taman Nasional Way Kambas (TNWK), ditemukan meninggal pada Sabtu, 16 November 2025 pukul 13.20 WIB. Kematian gajah jinak yang telah puluhan tahun membantu patroli hutan ini menambah catatan kelam bagi upaya pelestarian spesies terancam punah di Indonesia.

Menurut keterangan resmi Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas, Zaidi, penurunan kondisi Dona sudah terdeteksi sejak awal November 2025. Pemeriksaan darah rutin pada 6 November mengungkap lonjakan kadar eosinofil yang signifikan, gejala klasik infeksi parasit cacing pada gajah. “Sejak saat itu tim veteriner langsung melakukan terapi infus dan memperketat pemantauan harian,” ujar Zaidi, Senin (17/11).

Meski awalnya masih aktif bergerak, pada 13 November Dona menunjukkan anoreksia total. Dokter hewan dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Way Kambas segera turun tangan dengan pemberian obat-obatan dan suplemen, namun respons klinis tetap minim. Dalam kurun 14–15 November, asupan makanan Dona hanya terbatas pada satu sisir pisang per hari, disertai kelemahan progresif pada ekstremitas.

Puncaknya terjadi pada dini hari 16 November. Pukul 03.00 WIB Dona masih memberikan respons gerak, tetapi beberapa jam berselang ia tak lagi mampu berdiri. Tim medis dan Kepala SPTN Wilayah II Bungur bergegas menuju lokasi, namun saat tiba gajah tersebut sudah tidak bernapas dengan membran mukosa lidah yang pucat—indikasi syok berat atau kegagalan multiorgan.

Prosedur standar langsung dijalankan: laporan ke kepolisian setempat dan pelaksanaan nekropsi pada Minggu sore harinya. Hasil lengkap otopsi belum dirilis hingga berita ini disusun, namun dugaan awal tetap mengarah pada infeksi parasit berat yang memicu komplikasi sistemik.

Dona bukan sekadar “aset patroli”. Selama puluhan tahun ia menjadi bagian integral dari program konservasi ex-situ TNWK, membantu mitigasi konflik manusia-gajah sekaligus menjadi duta edukasi bagi ribuan pengunjung. Kematiannya meninggalkan kekosongan tidak hanya di ERU Bungur, tetapi juga dalam memori mahout dan ranger yang merawatnya sejak masih muda.

Baca juga : Prabowo Dorong Sekolah Terintegrasi Berstandar Internasional untuk Kelas Menengah Indonesia

Kejadian ini kembali mengingatkan bahwa gajah Sumatera dalam pengelolaan captive tetap rentan terhadap parasit gastrointestinal, terutama jenis strongylid dan fasciola yang endemis di ekosistem Way Kambas. Faktor usia lanjut, beban kerja patroli jangka panjang, serta paparan lingkungan basah yang mendukung siklus hidup cacing menjadi kombinasi risiko yang sulit dihilangkan sepenuhnya.

Balai TNWK menyampaikan duka mendalam dan menegaskan bahwa semua protokol medis standar telah diterapkan sejak gejala pertama muncul. “Kami akan mengevaluasi ulang program deworming berkala, dosis antiparasit, serta peningkatan skrining hematologi triwulanan bagi seluruh gajah binaan,” tegas Zaidi.

Populasi gajah Sumatera liar di Way Kambas saat ini diperkirakan kurang dari 200 ekor. Setiap kehilangan individu—baik liar maupun jinak—merupakan pukulan berat bagi target pemulihan spesies yang ditetapkan dalam Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Gajah Sumatera 2023–2032. Kematian Dona menjadi pengingat bahwa konservasi bukan hanya soal perlindungan habitat, tetapi juga manajemen kesehatan yang tak kenal kompromi bagi gajah-gajah yang telah memilih hidup berdampingan dengan manusia.

Pewarta : T-Gaul

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Prabowo Dorong Sekolah Terintegrasi Berstandar Internasional untuk Kelas Menengah Indonesia
Next: Wonogiri Perkuat Tradisi Inovasi Daerah jelang Validasi IGA 2025

Related Stories

Bay Tat Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional
2 min read

Bay Tat Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional: Pemkot Bengkulu Raih Penghargaan dari Kementerian Kebudayaan

Jurnalis RI News Portal Posted on 17 jam ago 0
Pesan Damai Pramono Anung
3 min read

Dari Monas, Pesan Damai Pramono Anung: Kedamaian Lahir dari Hati Setiap Warga, Bukan Hanya Forum Internasional

Jurnalis RI News Portal Posted on 17 jam ago 0
Semangat Olahraga dan Kearifan Lokal Menyatu Jelang Bersih Desa Sumbergedong Trenggalek
2 min read

Semangat Olahraga dan Kearifan Lokal Menyatu Jelang Bersih Desa Sumbergedong Trenggalek

Jurnalis RI News Portal Posted on 17 jam ago 0
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Mayang Sari mengenai Sinergi Pengawasan untuk Pembangunan Berkualitas: Pemprov Sumbar Gandeng BPKP Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran 2026
  2. Sammy Sandinata mengenai Merawat Akar Kebaikan: Khofifah Ajak Muslimat NU Perkuat Gotong Royong di Tengah Arus Modernitas
  3. Adi tanjoeng mengenai Ancaman Emas Hitam: Mengapa Pertambangan Ilegal Luput dari Debat Pemilu Peru 2026
  4. Yudha Puma Purnama mengenai Stabilitas Nasional Terjaga: Pemerintah Prabowo Pertahankan Harga BBM Subsidi di Tengah Gejolak Global
  5. Sugeng Rudianto mengenai Bupati Mandailing Natal Jajaki Kolaborasi Strategis dengan BUMN Sawit untuk Dongkrak PAD melalui Pengelolaan Profesional

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Bay Tat Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional: Pemkot Bengkulu Raih Penghargaan dari Kementerian Kebudayaan
  • Dari Monas, Pesan Damai Pramono Anung: Kedamaian Lahir dari Hati Setiap Warga, Bukan Hanya Forum Internasional
  • Semangat Olahraga dan Kearifan Lokal Menyatu Jelang Bersih Desa Sumbergedong Trenggalek
  • Langkah Bersejarah Prancis: Mengembalikan Warisan Budaya yang Dirampas, Menuju Rekonsiliasi dengan Masa Lalu Kolonial
  • Cinema: Lee Cronin Hadirkan Versi Horor Gelap ‘The Mummy’, Keluarga Berduka vs Kejahatan Kuno yang Menjijikkan
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.