Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Kematian Gajah Dona di Way Kambas: Refleksi atas Tantangan Kesehatan Gajah Sumatera dalam Konservasi Captive

Kematian Gajah Dona di Way Kambas: Refleksi atas Tantangan Kesehatan Gajah Sumatera dalam Konservasi Captive

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 min read
Refleksi atas Tantangan Kesehatan Gajah Sumatera dalam Konservasi Captive
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Lampung Timur – Seekor gajah Sumatera betina bernama Dona, berusia sekitar 45 tahun, yang menjadi bagian dari Elephant Response Unit (ERU) di Camp Bungur, Taman Nasional Way Kambas (TNWK), ditemukan meninggal pada Sabtu, 16 November 2025 pukul 13.20 WIB. Kematian gajah jinak yang telah puluhan tahun membantu patroli hutan ini menambah catatan kelam bagi upaya pelestarian spesies terancam punah di Indonesia.

Menurut keterangan resmi Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas, Zaidi, penurunan kondisi Dona sudah terdeteksi sejak awal November 2025. Pemeriksaan darah rutin pada 6 November mengungkap lonjakan kadar eosinofil yang signifikan, gejala klasik infeksi parasit cacing pada gajah. “Sejak saat itu tim veteriner langsung melakukan terapi infus dan memperketat pemantauan harian,” ujar Zaidi, Senin (17/11).

Meski awalnya masih aktif bergerak, pada 13 November Dona menunjukkan anoreksia total. Dokter hewan dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Way Kambas segera turun tangan dengan pemberian obat-obatan dan suplemen, namun respons klinis tetap minim. Dalam kurun 14–15 November, asupan makanan Dona hanya terbatas pada satu sisir pisang per hari, disertai kelemahan progresif pada ekstremitas.

Puncaknya terjadi pada dini hari 16 November. Pukul 03.00 WIB Dona masih memberikan respons gerak, tetapi beberapa jam berselang ia tak lagi mampu berdiri. Tim medis dan Kepala SPTN Wilayah II Bungur bergegas menuju lokasi, namun saat tiba gajah tersebut sudah tidak bernapas dengan membran mukosa lidah yang pucat—indikasi syok berat atau kegagalan multiorgan.

Prosedur standar langsung dijalankan: laporan ke kepolisian setempat dan pelaksanaan nekropsi pada Minggu sore harinya. Hasil lengkap otopsi belum dirilis hingga berita ini disusun, namun dugaan awal tetap mengarah pada infeksi parasit berat yang memicu komplikasi sistemik.

Dona bukan sekadar “aset patroli”. Selama puluhan tahun ia menjadi bagian integral dari program konservasi ex-situ TNWK, membantu mitigasi konflik manusia-gajah sekaligus menjadi duta edukasi bagi ribuan pengunjung. Kematiannya meninggalkan kekosongan tidak hanya di ERU Bungur, tetapi juga dalam memori mahout dan ranger yang merawatnya sejak masih muda.

Baca juga : Prabowo Dorong Sekolah Terintegrasi Berstandar Internasional untuk Kelas Menengah Indonesia

Kejadian ini kembali mengingatkan bahwa gajah Sumatera dalam pengelolaan captive tetap rentan terhadap parasit gastrointestinal, terutama jenis strongylid dan fasciola yang endemis di ekosistem Way Kambas. Faktor usia lanjut, beban kerja patroli jangka panjang, serta paparan lingkungan basah yang mendukung siklus hidup cacing menjadi kombinasi risiko yang sulit dihilangkan sepenuhnya.

Balai TNWK menyampaikan duka mendalam dan menegaskan bahwa semua protokol medis standar telah diterapkan sejak gejala pertama muncul. “Kami akan mengevaluasi ulang program deworming berkala, dosis antiparasit, serta peningkatan skrining hematologi triwulanan bagi seluruh gajah binaan,” tegas Zaidi.

Populasi gajah Sumatera liar di Way Kambas saat ini diperkirakan kurang dari 200 ekor. Setiap kehilangan individu—baik liar maupun jinak—merupakan pukulan berat bagi target pemulihan spesies yang ditetapkan dalam Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Gajah Sumatera 2023–2032. Kematian Dona menjadi pengingat bahwa konservasi bukan hanya soal perlindungan habitat, tetapi juga manajemen kesehatan yang tak kenal kompromi bagi gajah-gajah yang telah memilih hidup berdampingan dengan manusia.

Pewarta : T-Gaul

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Prabowo Dorong Sekolah Terintegrasi Berstandar Internasional untuk Kelas Menengah Indonesia
Next: Wonogiri Perkuat Tradisi Inovasi Daerah jelang Validasi IGA 2025

Related Stories

Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren
3 min read

Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman

Jurnalis RI News Portal Posted on 16 jam ago 0
Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
2 min read

Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong

Jurnalis RI News Portal Posted on 16 jam ago 0
'raj 2026
2 min read

Lonjakan Penumpang Kereta Api di Sumatera Utara pada Penutupan Libur Isra Mi’raj 2026

Jurnalis RI News Portal Posted on 16 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan
  • Doa Bersama Tokoh Adat, Spiritual, dan Lintas Agama Kawal Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara
  • Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman
  • Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.