Skip to content
19/04/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Konsolidasi Krisis Agraria di Pesisir Selatan: Rapat Silaut Usulkan Solusi Adil untuk Sengketa HGU PT Sukses Jaya Wood

Konsolidasi Krisis Agraria di Pesisir Selatan: Rapat Silaut Usulkan Solusi Adil untuk Sengketa HGU PT Sukses Jaya Wood

Jurnalis RI News Portal Posted on 7 bulan ago 3 min read
Rapat Silaut Usulkan Solusi Adil untuk Sengketa HGU PT Sukses Jaya Wood
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Painan, 4 Oktober 2025 – Di tengah ketegangan yang kian memuncak, masyarakat Kecamatan Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan, menggelar rapat konsolidasi pada Sabtu (4/10) untuk membahas konflik panjang dengan PT Sukses Jaya Wood (SJW) terkait sengketa tanah Hak Guna Usaha (HGU) nomor 08. Pertemuan ini dihadiri oleh ninik mamak, tokoh masyarakat Silaut, serta sejumlah tamu undangan, dengan tujuan utama mencari jalan keluar yang adil bagi kedua belah pihak.

Konflik ini berakar pada dugaan penyerobotan lahan masyarakat Silaut oleh perusahaan yang berbasis di Kecamatan Lunang, meskipun HGU 08 yang diterbitkan pada 2013 secara administratif ditujukan untuk wilayah Lunang dan dibatasi oleh Sungai Sindang Alam atau Sindang Lama. Masyarakat setempat menuduh PT SJW telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Gubernur (Pergub) Sumatera Barat terkait patok batas wilayah, sehingga ribuan hektare lahan perkebunan sawit mereka—yang telah digarap bertahun-tahun—terancam dirampas tanpa kompensasi memadai. Seorang warga Silaut yang enggan disebut namanya menyatakan, “Kami sudah lelah dan geram. Lahan yang kami susahkan sejak kecil kini diambil begitu saja atas nama HGU yang cacat hukum ini. Kami hanya ingin keadilan, bukan konflik yang berkepanjangan.”

Rapat konsolidasi ini menjadi upaya terstruktur untuk meredam eskalasi, di mana peserta membahas kemungkinan mediasi dan verifikasi ulang batas lahan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Namun, hingga kini, belum ada kesepakatan hitam di atas putih yang dihasilkan, dan proses penyelesaian masih bergantung pada intervensi pemerintah daerah. Tokoh masyarakat Silaut menekankan bahwa pertemuan semacam ini harus menjadi titik awal bagi dialog inklusif, bukan sekadar formalitas.

Kasus ini bukan yang pertama; sejarah konflik agraria di Pesisir Selatan menunjukkan pola serupa sejak 2013, di mana PT SJW pernah terlibat sengketa dengan kelompok tani setempat, bahkan memerlukan pengamanan polisi untuk eksekusi lahan. Investigasi independen sebelumnya telah mengungkap kejanggalan dalam dokumen HGU, termasuk ketidaksesuaian alamat dan batas wilayah, yang diduga melibatkan kelalaian administratif dari instansi terkait. Masyarakat Silaut kini mendesak Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, untuk turun tangan langsung, termasuk melakukan tinjauan lapangan dan menindak tegas pelanggaran yang telah diakui secara lisan oleh bupati pada pertemuan sebelumnya dengan perwakilan masyarakat pada 2 Oktober lalu.

Baca juga : Tragedi di Pantai Ambal: Pemuda Mirit Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Pencarian

Tanpa tindakan tegas dari pemerintah kabupaten, kekhawatiran akan aksi demonstrasi massal semakin nyata, yang berpotensi memicu kerusuhan dan pertumpahan darah—sesuatu yang tidak diinginkan siapa pun, terutama warga Silaut yang telah merasa terzalimi bertahun-tahun. “Kami bosan dengan janji-janji kosong. Jika tak ada titik terang, kami terpaksa ambil jalan damai tapi tegas,” ujar seorang ninik mamak yang hadir dalam rapat. Para pakar agraria menilai, penyelesaian konflik seperti ini memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan verifikasi hukum, kompensasi ekonomi, dan penguatan hak ulayat adat, agar keadilan agraria tidak lagi menjadi korban ambisi korporasi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT SJW belum memberikan tanggapan resmi terkait rapat tersebut. Pemerintah daerah diharapkan segera membentuk tim khusus untuk mediasi, mencegah eskalasi yang lebih luas di wilayah Pesisir Selatan yang kaya sumber daya alam ini.

Pewarta : Sami S

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Tragedi di Pantai Ambal: Pemuda Mirit Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Pencarian
Next: Harapan Perdamaian di Gaza: Israel dan Hamas Dukung Rencana AS, Namun Tantangan Masih Besar

Related Stories

Bay Tat Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional
2 min read

Bay Tat Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional: Pemkot Bengkulu Raih Penghargaan dari Kementerian Kebudayaan

Jurnalis RI News Portal Posted on 11 jam ago 0
Pesan Damai Pramono Anung
3 min read

Dari Monas, Pesan Damai Pramono Anung: Kedamaian Lahir dari Hati Setiap Warga, Bukan Hanya Forum Internasional

Jurnalis RI News Portal Posted on 11 jam ago 0
Semangat Olahraga dan Kearifan Lokal Menyatu Jelang Bersih Desa Sumbergedong Trenggalek
2 min read

Semangat Olahraga dan Kearifan Lokal Menyatu Jelang Bersih Desa Sumbergedong Trenggalek

Jurnalis RI News Portal Posted on 11 jam ago 0
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Mayang Sari mengenai Sinergi Pengawasan untuk Pembangunan Berkualitas: Pemprov Sumbar Gandeng BPKP Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran 2026
  2. Sammy Sandinata mengenai Merawat Akar Kebaikan: Khofifah Ajak Muslimat NU Perkuat Gotong Royong di Tengah Arus Modernitas
  3. Adi tanjoeng mengenai Ancaman Emas Hitam: Mengapa Pertambangan Ilegal Luput dari Debat Pemilu Peru 2026
  4. Yudha Puma Purnama mengenai Stabilitas Nasional Terjaga: Pemerintah Prabowo Pertahankan Harga BBM Subsidi di Tengah Gejolak Global
  5. Sugeng Rudianto mengenai Bupati Mandailing Natal Jajaki Kolaborasi Strategis dengan BUMN Sawit untuk Dongkrak PAD melalui Pengelolaan Profesional

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Bay Tat Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional: Pemkot Bengkulu Raih Penghargaan dari Kementerian Kebudayaan
  • Dari Monas, Pesan Damai Pramono Anung: Kedamaian Lahir dari Hati Setiap Warga, Bukan Hanya Forum Internasional
  • Semangat Olahraga dan Kearifan Lokal Menyatu Jelang Bersih Desa Sumbergedong Trenggalek
  • Langkah Bersejarah Prancis: Mengembalikan Warisan Budaya yang Dirampas, Menuju Rekonsiliasi dengan Masa Lalu Kolonial
  • Cinema: Lee Cronin Hadirkan Versi Horor Gelap ‘The Mummy’, Keluarga Berduka vs Kejahatan Kuno yang Menjijikkan
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.