Skip to content
23/07/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Nasional
  • Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2025: Tekad Bangsa Mengokohkan Fondasi Ideologi di Tengah Tantangan Global

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2025: Tekad Bangsa Mengokohkan Fondasi Ideologi di Tengah Tantangan Global

Jurnalis RI News Portal Posted on 10 bulan ago 4 minutes read
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2025
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Jakarta, 1 Oktober 2025 – Di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks, Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila (HKP) 2025 dengan upacara khidmat di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Acara ini tidak hanya menjadi ritual tahunan, melainkan manifestasi kolektif atas komitmen bangsa untuk mempertahankan ideologi negara di era pasca-pandemi dan ketegangan internasional. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Puan Maharani, memimpin pembacaan ikrar yang menekankan peran Pancasila sebagai pilar utama keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam ikrar yang dibacakan pada Rabu pagi itu, Puan Maharani menyuarakan tekad bulat bangsa untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila. “Dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucap Puan dengan nada tegas, menggemakan semangat yang telah menjadi fondasi sejak kemerdekaan.

Puan menyoroti sejarah panjang ancaman terhadap NKRI sejak Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Ia menjelaskan bahwa rongrongan dari dalam maupun luar negeri sering kali muncul akibat kelengahan dan kurangnya kewaspadaan bangsa terhadap upaya-upaya yang bertujuan melemahkan Pancasila. “Dengan semangat kebersamaan yang dilandasi nilai-nilai luhur Pancasila, bangsa Indonesia tetap mampu memperkokoh tegaknya NKRI,” tambahnya, menekankan resiliensi ideologis sebagai kunci menghadapi polarisasi sosial dan pengaruh eksternal di era digital.

Ikrar tersebut ditutup dengan penegasan komitmen untuk menjadikan Pancasila sebagai sumber kekuatan dalam memperjuangkan kebenaran, menegakkan keadilan, serta menjaga keutuhan NKRI. Pernyataan ini bukan sekadar retorika, melainkan panggilan aksi bagi generasi muda untuk mengintegrasikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah maraknya isu disintegrasi yang dipicu oleh media sosial dan konflik regional.

Upacara yang berlangsung sekitar satu jam ini dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai inspektur upacara. Presiden memimpin prosesi mengheningkan cipta, mengajak seluruh peserta merefleksikan pengorbanan para pahlawan. “Marilah kita sejenak mengenang arwah dan jasa-jasa para pahlawan revolusi dan para pendahulu kita yang telah berkorban untuk kedaulatan, kehormatan, kemerdekaan bangsa Indonesia dan untuk mempertahankan Pancasila,” kata Prabowo, suaranya bergema di antara monumen yang sarat makna historis.

Elemen simbolis lainnya melengkapi upacara: Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, membacakan teks Pancasila; Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Yorrys Raweyai, menyampaikan Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945; sementara Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin doa yang memohon kekuatan spiritual bagi bangsa.

Baca juga : Ketidakpastian Kredit di Tengah Ancaman Kejahatan Perbankan: Analisis Ombudsman RI terhadap Fenomena “Wait and See”

Kehadiran para pejabat tinggi negara menandai solidaritas lintas institusi. Di antara mereka terdapat Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Menteri Perdagangan Budi Santoso. Selain itu, turut hadir Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono.

Dalam konteks akademis, peringatan HKP 2025 ini mencerminkan evolusi Pancasila sebagai ideologi dinamis. Berbeda dari narasi konvensional yang sering kali bersifat seremonial, acara tahun ini menonjolkan dimensi preventif terhadap ancaman ideologis, seperti radikalisme digital dan pengaruh asing. Analis politik dari Universitas Indonesia (UI) menilai, di bawah kepemimpinan Prabowo, upacara ini menjadi momentum untuk memperkuat narasi nasionalisme inklusif, yang membedakannya dari pendekatan sebelumnya yang lebih fokus pada aspek historis semata.

Upacara ini tidak hanya mengenang tragedi G30S/PKI 1965, tapi juga mengajak refleksi atas tantangan kontemporer, seperti ketimpangan ekonomi dan perubahan iklim, yang memerlukan Pancasila sebagai panduan etis. Dengan demikian, HKP 2025 bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal dari komitmen berkelanjutan untuk menjaga harmoni bangsa di abad ke-21.

Pewarta : Vie

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Ketidakpastian Kredit di Tengah Ancaman Kejahatan Perbankan: Analisis Ombudsman RI terhadap Fenomena “Wait and See”
Next: Presiden Prabowo Subianto Bersorak Semangat Nyanyikan Lagu Nasional di Hari Kesaktian Pancasila

Related Stories

Prabowo Tekankan Loyalitas Mutlak

Prabowo Tekankan Loyalitas Mutlak: Perwira Remaja TNI-Polri Kini Milik Bangsa dan Rakyat

Jurnalis RI News Portal Posted on 23 jam ago 0
Hotman Paris Dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Pelecehan terhadap Profesi Jurnalis

PWI Tempuh Jalur Hukum: Hotman Paris Dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Pelecehan terhadap Profesi Jurnalis

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
Pemerintah Perkuat Tata Kelola MBG Tahun Ajaran Baru

Pemerintah Perkuat Tata Kelola MBG Tahun Ajaran Baru: Investasi Nyata untuk Generasi Emas Indonesia

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Soliditas Polri-Kejaksaan Agung Tak Tergoyahkan oleh Kasus Korupsi Internal
  2. Wisnu mengenai Mengawal Libur Sekolah: Bandung Kerahkan 350 Petugas Gabungan Cegah Lonjakan Kejahatan Remaja
  3. Sultan Liwa mengenai Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Lintas Lembaga Hadapi Ancaman Geopolitik Multipolar
  4. Sammy Sandinata mengenai Delapan Pejuang Papua Kembali ke Pangkuan NKRI: Bendera Merah Putih Dikecup, Senjata Diserahkan di Pegunungan Bintang
  5. Sugeng Rudianto mengenai Menelusuri Jejak Pangeran Sambernyawa: Wonogiri Historical Trip Kobarkan Semangat Sejarah Generasi Muda

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Santri Al Muayyad Jadi Garda Terdepan: Bawaslu Solo Tanamkan Literasi Demokrasi di Pesantren
  • Tragedi Tak Terduga: Petugas Kebersihan Karanganyar Ditemukan Meninggal di Bangunan Bekas TPS
  • DPRD Solo Beri Dukungan Moral ke Satpol PP: Penindakan Miras di Lokananta Jadi Tolok Ukur Penegakan Perda
  • Gelombang Panas Ekstrem Jepang: Suhu 40 Derajat Celsius Mengancam 41 Prefektur
  • Sinergi Penegakan Hukum: Polres Padangsidimpuan Limpahkan Kasus Rokok Ilegal Beserta Pelaku ke Bea Cukai Sibolga
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.