Skip to content
23/07/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Nasional
  • Membangun Fondasi Hijau: Kemenperin Dorong Ekosistem Industri Bambu Terintegrasi untuk Ekonomi Berkelanjutan

Membangun Fondasi Hijau: Kemenperin Dorong Ekosistem Industri Bambu Terintegrasi untuk Ekonomi Berkelanjutan

Jurnalis RI News Portal Posted on 10 bulan ago 4 minutes read
Membangun Fondasi Hijau
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Jakarta, 30 September 2025 – Di tengah tuntutan global akan material ramah lingkungan, Indonesia semakin serius menggarap potensi bambu sebagai pilar baru industri nasional. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus menggalakkan pengembangan ekosistem bambu yang holistik, mulai dari hulu seperti penanaman dan riset bibit hingga hilir berupa produk jadi bernilai tinggi. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan menambah nilai ekonomi, tetapi juga memperkuat peran bambu sebagai agen konservasi alam, sejalan dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan bahwa bambu bukan sekadar tanaman tradisional, melainkan aset strategis dengan prospek luas. “Industri bambu dalam negeri memiliki peluang terutama pada sektor kerajinan, furnitur, konstruksi, hingga bioindustri,” katanya dalam pernyataan di Jakarta pada 29 September 2025. Pernyataan ini mencerminkan visi jangka panjang di mana bambu bisa menjadi pengganti material konvensional yang boros sumber daya, seperti kayu atau plastik, sambil mendukung target net-zero emission nasional.

Dari perspektif akademis, pengembangan ini selaras dengan teori ekonomi sirkular, di mana sumber daya alam dieksploitasi secara efisien tanpa mengorbankan ekosistem. Bambu, dengan siklus pertumbuhan cepat hingga 1-2 meter per hari, menawarkan solusi regeneratif yang minim dampak karbon. Namun, tantangan tetap ada, sebagaimana diungkap dalam kunjungan kerja Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) baru-baru ini.

Dalam kunjungannya, Putu menyoroti potensi besar Indonesia sebagai produsen bambu, tapi dibayangi oleh kendala struktural seperti ketersediaan bahan baku, rantai pasok yang terfragmentasi, dan kurangnya kompetensi sumber daya manusia (SDM). “Permintaan global terhadap produk bambu bernilai tambah terus meningkat pesat,” jelas Putu. Sebagai contoh, ekspor lantai kontainer berbahan bambu mencapai permintaan 1.500 meter kubik per bulan, sementara kapasitas produksi domestik baru menyentuh 30 meter kubik. Kesenjangan ini, menurut analisis ekonomi, bisa menjadi peluang jika didukung investasi tepat, potensial menciptakan ribuan lapangan kerja di sektor pedesaan.

Pasar domestik pun menunjukkan dinamika positif, terutama di sektor konstruksi kawasan wisata. Bangunan berbasis bambu tidak hanya estetis dan tahan gempa, tapi juga ekonomis dengan harga mencapai Rp12 juta per meter persegi dan tingkat pengembalian investasi hanya tiga tahun. Tren ini menggambarkan pergeseran paradigma menuju arsitektur hijau, di mana bambu berfungsi sebagai material carbon-storing yang efektif menyerap CO2, berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim.

Baca juga : Revitalisasi Pengelolaan Museum Indonesia: Membangun Ekosistem Kebudayaan yang Dinamis di Era Digital

Kunjungan Putu ke DIY menjadi jendela nyata ekosistem bambu terpadu. Ia meninjau Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJI-KB), PT Dekor Asia Jayakarya, komunitas Sahabat BambuBoss, kawasan Hutan Bambu Bulaksalak, serta PT Bambu Nusa Verde. Lokasi-lokasi ini menyatukan elemen riset, produksi, edukasi, dan komunitas dalam satu kerangka kolaboratif. Misalnya, penanaman bibit bambu hingga 10.000 unit per tahun melalui agroforestry tidak hanya memastikan suplai berkelanjutan, tapi juga memperkaya biodiversitas lokal.

PT Bambu Nusa Verde, yang telah menjalankan riset bioteknologi sejak 1994, menjadi contoh inovasi akademis dalam praktik. Melalui pendekatan ini, kualitas bibit unggul terjaga, menghasilkan varietas seperti bambu petung dan apus yang secara mekanik lebih superior daripada bambu moso dari Tiongkok. Riset independen mendukung klaim ini, menunjukkan kekuatan tarik dan ketahanan bambu Indonesia yang lebih tinggi, potensial menjadikan negara ini pemasok utama material ramah lingkungan global.

Untuk mewujudkan visi ini, Putu menekankan kolaborasi lintas sektor. “Kami mendorong kemitraan antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan komunitas,” ujarnya. Dukungan regulasi dan insentif investasi sedang disiapkan, termasuk inisiatif pusat logistik bahan baku bambu dan Akademi Komunitas Bambu. Program-program ini dirancang untuk menekan biaya produksi, mempercepat distribusi, dan meningkatkan kapasitas SDM melalui pelatihan berbasis teknologi.

Dari sudut pandang akademis, pendekatan ini bisa menjadi model bagi negara berkembang lainnya dalam mengintegrasikan industri dengan konservasi. Bambu tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi—dengan potensi ekspor miliaran dolar—tapi juga berkontribusi pada agenda lingkungan global, seperti Paris Agreement. Namun, keberhasilan bergantung pada komitmen jangka panjang, termasuk penelitian lanjutan untuk mengatasi variabilitas iklim yang memengaruhi pertumbuhan bambu.

Kemenperin optimistis, Indonesia bisa menjadi pemimpin di industri bambu dunia. Dengan ekosistem yang semakin matang, bambu bukan lagi simbol tradisi, melainkan katalisator transformasi ekonomi hijau.

Pewarta : Vie

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Revitalisasi Pengelolaan Museum Indonesia: Membangun Ekosistem Kebudayaan yang Dinamis di Era Digital
Next: Pemerintah Indonesia Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Lampung

Related Stories

Prabowo Tekankan Loyalitas Mutlak

Prabowo Tekankan Loyalitas Mutlak: Perwira Remaja TNI-Polri Kini Milik Bangsa dan Rakyat

Jurnalis RI News Portal Posted on 23 jam ago 0
Hotman Paris Dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Pelecehan terhadap Profesi Jurnalis

PWI Tempuh Jalur Hukum: Hotman Paris Dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Pelecehan terhadap Profesi Jurnalis

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
Pemerintah Perkuat Tata Kelola MBG Tahun Ajaran Baru

Pemerintah Perkuat Tata Kelola MBG Tahun Ajaran Baru: Investasi Nyata untuk Generasi Emas Indonesia

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Soliditas Polri-Kejaksaan Agung Tak Tergoyahkan oleh Kasus Korupsi Internal
  2. Wisnu mengenai Mengawal Libur Sekolah: Bandung Kerahkan 350 Petugas Gabungan Cegah Lonjakan Kejahatan Remaja
  3. Sultan Liwa mengenai Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Lintas Lembaga Hadapi Ancaman Geopolitik Multipolar
  4. Sammy Sandinata mengenai Delapan Pejuang Papua Kembali ke Pangkuan NKRI: Bendera Merah Putih Dikecup, Senjata Diserahkan di Pegunungan Bintang
  5. Sugeng Rudianto mengenai Menelusuri Jejak Pangeran Sambernyawa: Wonogiri Historical Trip Kobarkan Semangat Sejarah Generasi Muda

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Santri Al Muayyad Jadi Garda Terdepan: Bawaslu Solo Tanamkan Literasi Demokrasi di Pesantren
  • Tragedi Tak Terduga: Petugas Kebersihan Karanganyar Ditemukan Meninggal di Bangunan Bekas TPS
  • DPRD Solo Beri Dukungan Moral ke Satpol PP: Penindakan Miras di Lokananta Jadi Tolok Ukur Penegakan Perda
  • Gelombang Panas Ekstrem Jepang: Suhu 40 Derajat Celsius Mengancam 41 Prefektur
  • Sinergi Penegakan Hukum: Polres Padangsidimpuan Limpahkan Kasus Rokok Ilegal Beserta Pelaku ke Bea Cukai Sibolga
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.