Skip to content
06/09/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Nasional
  • Membangun Fondasi Hijau: Kemenperin Dorong Ekosistem Industri Bambu Terintegrasi untuk Ekonomi Berkelanjutan

Membangun Fondasi Hijau: Kemenperin Dorong Ekosistem Industri Bambu Terintegrasi untuk Ekonomi Berkelanjutan

Jurnalis RI News Portal Posted on 11 bulan ago 4 minutes read
Membangun Fondasi Hijau
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Jakarta, 30 September 2025 – Di tengah tuntutan global akan material ramah lingkungan, Indonesia semakin serius menggarap potensi bambu sebagai pilar baru industri nasional. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus menggalakkan pengembangan ekosistem bambu yang holistik, mulai dari hulu seperti penanaman dan riset bibit hingga hilir berupa produk jadi bernilai tinggi. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan menambah nilai ekonomi, tetapi juga memperkuat peran bambu sebagai agen konservasi alam, sejalan dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan bahwa bambu bukan sekadar tanaman tradisional, melainkan aset strategis dengan prospek luas. “Industri bambu dalam negeri memiliki peluang terutama pada sektor kerajinan, furnitur, konstruksi, hingga bioindustri,” katanya dalam pernyataan di Jakarta pada 29 September 2025. Pernyataan ini mencerminkan visi jangka panjang di mana bambu bisa menjadi pengganti material konvensional yang boros sumber daya, seperti kayu atau plastik, sambil mendukung target net-zero emission nasional.

Dari perspektif akademis, pengembangan ini selaras dengan teori ekonomi sirkular, di mana sumber daya alam dieksploitasi secara efisien tanpa mengorbankan ekosistem. Bambu, dengan siklus pertumbuhan cepat hingga 1-2 meter per hari, menawarkan solusi regeneratif yang minim dampak karbon. Namun, tantangan tetap ada, sebagaimana diungkap dalam kunjungan kerja Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) baru-baru ini.

Dalam kunjungannya, Putu menyoroti potensi besar Indonesia sebagai produsen bambu, tapi dibayangi oleh kendala struktural seperti ketersediaan bahan baku, rantai pasok yang terfragmentasi, dan kurangnya kompetensi sumber daya manusia (SDM). “Permintaan global terhadap produk bambu bernilai tambah terus meningkat pesat,” jelas Putu. Sebagai contoh, ekspor lantai kontainer berbahan bambu mencapai permintaan 1.500 meter kubik per bulan, sementara kapasitas produksi domestik baru menyentuh 30 meter kubik. Kesenjangan ini, menurut analisis ekonomi, bisa menjadi peluang jika didukung investasi tepat, potensial menciptakan ribuan lapangan kerja di sektor pedesaan.

Pasar domestik pun menunjukkan dinamika positif, terutama di sektor konstruksi kawasan wisata. Bangunan berbasis bambu tidak hanya estetis dan tahan gempa, tapi juga ekonomis dengan harga mencapai Rp12 juta per meter persegi dan tingkat pengembalian investasi hanya tiga tahun. Tren ini menggambarkan pergeseran paradigma menuju arsitektur hijau, di mana bambu berfungsi sebagai material carbon-storing yang efektif menyerap CO2, berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim.

Baca juga : Revitalisasi Pengelolaan Museum Indonesia: Membangun Ekosistem Kebudayaan yang Dinamis di Era Digital

Kunjungan Putu ke DIY menjadi jendela nyata ekosistem bambu terpadu. Ia meninjau Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJI-KB), PT Dekor Asia Jayakarya, komunitas Sahabat BambuBoss, kawasan Hutan Bambu Bulaksalak, serta PT Bambu Nusa Verde. Lokasi-lokasi ini menyatukan elemen riset, produksi, edukasi, dan komunitas dalam satu kerangka kolaboratif. Misalnya, penanaman bibit bambu hingga 10.000 unit per tahun melalui agroforestry tidak hanya memastikan suplai berkelanjutan, tapi juga memperkaya biodiversitas lokal.

PT Bambu Nusa Verde, yang telah menjalankan riset bioteknologi sejak 1994, menjadi contoh inovasi akademis dalam praktik. Melalui pendekatan ini, kualitas bibit unggul terjaga, menghasilkan varietas seperti bambu petung dan apus yang secara mekanik lebih superior daripada bambu moso dari Tiongkok. Riset independen mendukung klaim ini, menunjukkan kekuatan tarik dan ketahanan bambu Indonesia yang lebih tinggi, potensial menjadikan negara ini pemasok utama material ramah lingkungan global.

Untuk mewujudkan visi ini, Putu menekankan kolaborasi lintas sektor. “Kami mendorong kemitraan antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan komunitas,” ujarnya. Dukungan regulasi dan insentif investasi sedang disiapkan, termasuk inisiatif pusat logistik bahan baku bambu dan Akademi Komunitas Bambu. Program-program ini dirancang untuk menekan biaya produksi, mempercepat distribusi, dan meningkatkan kapasitas SDM melalui pelatihan berbasis teknologi.

Dari sudut pandang akademis, pendekatan ini bisa menjadi model bagi negara berkembang lainnya dalam mengintegrasikan industri dengan konservasi. Bambu tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi—dengan potensi ekspor miliaran dolar—tapi juga berkontribusi pada agenda lingkungan global, seperti Paris Agreement. Namun, keberhasilan bergantung pada komitmen jangka panjang, termasuk penelitian lanjutan untuk mengatasi variabilitas iklim yang memengaruhi pertumbuhan bambu.

Kemenperin optimistis, Indonesia bisa menjadi pemimpin di industri bambu dunia. Dengan ekosistem yang semakin matang, bambu bukan lagi simbol tradisi, melainkan katalisator transformasi ekonomi hijau.

Pewarta : Vie

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Revitalisasi Pengelolaan Museum Indonesia: Membangun Ekosistem Kebudayaan yang Dinamis di Era Digital
Next: Pemerintah Indonesia Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Lampung

Related Stories

MPR Siapkan Draf PPHN

MPR Siapkan Draf PPHN, Sosokolemasi Publik Mulai Sabtu untuk Bangun Harmoni Nasional

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
Prabowo dan Ramos-Horta Dukung Kolaborasi Nobel untuk Riset Indonesia

Prabowo dan Ramos-Horta Dukung Kolaborasi Nobel untuk Riset Indonesia

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
Dinamika Suksesi Kepemimpinan Daerah

Dinamika Suksesi Kepemimpinan Daerah: DPRD Klaten Resmikan Tahapan Krusial Pemilihan Wakil Bupati Sisa Masa Jabatan 2025–2030

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 minggu ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
Kepala MTsN 3 Klaten, Mukarom Faisal Rosidin, S.Pd.I., M.Si.
Iklan Kemerdekaan RI Ke-81
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. A mengenai Dinamika Mobilisasi Komando Operasional: Penguatan Rayonisasi Taktis Brimob Polri dalam Mitigasi Ekologis Karhutla di Kabupaten Melawi
  2. Zulfian andesta mengenai Restorasi Pusat Niaga Slogohimo: Reaktualisasi Infrastruktur Ekonomi Pasar Tradisional Berbasis Akuntabilitas Publik
  3. A mengenai Petaka Petang di Tawangsari: Refleksi Kasus Laka Lantas Remaja dan Ancaman Keselamatan Jalan
  4. Tukino mengenai Pengungkapan Pencurian Dua Alat Utama di Padangsidimpuan: Tersangka AFS Ditangkap, Kerugian Rp2,5 Juta
  5. Tukino mengenai Harapan Daun Tembaga: Penambahan Dana Rp34,3 Miliar dan Kemajuan Pembayaran TPP ASN di Subulussalam

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Rafa Jadi Pahlawan, Melati Jaya FC Amankan Kemenangan Perdana di Turnamen Peduli Sepak Bola Padangsidimpuan 2026
  • Respon Cepat Karhutla: Polsek Nanga Pinoh Tembus Medan Terjal Padamkan Api di Lahan Mineral Melawi
  • Respon Cepat Karhutla Melawi: Pelajaran Penting dari Responsifitas Lapangan dan Tantangan Geografis Nanga Mancur
  • Respon Darurat Karhutla: Pendekatan Humanis Kepolisian Meringankan Beban Warga Melawi
  • Merajut Kemanunggalan di Ruang Publik: Perspektif Sosiologis dan Kesehatan Masyarakat pada TNI Run 2026
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by