Skip to content
07/06/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Lavrov di Sidang PBB: Ancaman Barat dan Pintu Negosiasi Rusia yang Terbuka

Lavrov di Sidang PBB: Ancaman Barat dan Pintu Negosiasi Rusia yang Terbuka

Jurnalis RI News Portal Posted on 8 bulan ago 3 minutes read
Lavrov di Sidang PBB
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. New York, 28 September 2025 – Dalam pidato yang tegas dan penuh nuansa diplomatik di sesi debat umum Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kemarin, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyoroti eskalasi ketegangan global, memperingatkan bahwa setiap bentuk agresi terhadap negaranya akan dihadapi dengan respons yang tegas dan tak kompromi. Pidato ini, yang disampaikan pada Sabtu (27/9), menjadi sorotan di tengah dinamika geopolitik yang semakin rumit, di mana Lavrov menuduh negara-negara Barat semakin gencar mengancam penggunaan kekuatan militer terhadap Moskow.

Lavrov menggambarkan narasi Barat yang menuduh Rusia hampir siap menyerang negara-negara anggota NATO dan Uni Eropa (UE) sebagai provokasi yang tak berdasar. Ia menekankan bahwa Presiden Vladimir Putin telah berulang kali membantah tuduhan semacam itu, dengan menegaskan bahwa Rusia tidak pernah memiliki niat atau rencana untuk melakukan serangan semacam itu. “Kami tidak pernah mengancam siapa pun, tapi kami siap membela diri,” ujar Lavrov, menggarisbawahi posisi defensif Moskow di tengah apa yang disebutnya sebagai “kampanye propaganda” dari pihak Barat.

Pergeseran fokus pidato kemudian ke konflik Rusia-Ukraina, di mana Lavrov mengulangi komitmen Rusia untuk dialog. Seperti yang sering disampaikan Putin, Rusia tetap terbuka terhadap negosiasi yang bertujuan menghilangkan akar penyebab krisis sejak awal. Namun, ia menambahkan syarat krusial: keamanan dan kepentingan vital Rusia harus dijamin secara andal, sementara hak-hak warga Rusia serta penutur bahasa Rusia di wilayah Ukraina yang masih dikuasai Kyiv harus dipulihkan dan dihormati sepenuhnya. “Atas dasar ini, kami siap membahas jaminan keamanan untuk Ukraina,” kata Lavrov, menawarkan olive branch yang kondisional di tengah deadlock diplomatik yang berkepanjangan.

Lebih lanjut, Lavrov menyentuh hubungan bilateral Rusia-Amerika Serikat (AS), yang ia pandang sebagai kunci stabilitas global. Ia menyatakan harapan atas kelanjutan dialog pasca-pertemuan puncak di Alaska pada Agustus lalu, di mana kedua belah pihak menunjukkan sinyal positif. Menurutnya, AS tidak hanya menunjukkan aspirasi untuk berkontribusi dalam penyelesaian krisis Ukraina secara realistis, tetapi juga keinginan untuk mengembangkan kerja sama pragmatis tanpa dibebani sikap ideologis. “Rusia dan AS memikul tanggung jawab khusus terhadap keadaan dunia, untuk menghindari risiko yang bisa menjerumuskan umat manusia ke dalam perang baru,” tegas Lavrov, mengingatkan pada beban historis kedua negara adidaya nuklir ini.

Salah satu poin paling menonjol dalam pidato Lavrov adalah penegasan ulang inisiatif baru dari Putin terkait pengendalian senjata nuklir. Moskow siap mematuhi batasan senjata nuklir selama satu tahun setelah Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis Baru (New START) berakhir pada Februari 2026, asalkan AS melakukan hal serupa dan menahan diri dari tindakan yang mengganggu keseimbangan pencegahan nuklir saat ini. Perjanjian ini, yang ditandatangani pada 2010 dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011, membatasi jumlah hulu ledak nuklir dan sistem pengiriman strategis yang dikerahkan. Awalnya dijadwalkan berakhir pada 5 Februari 2021, perjanjian tersebut diperpanjang selama lima tahun hingga 2026 oleh Moskow dan Washington.

Baca juga : Mesir Tegaskan: Tidak Akan Jadi “Gerbang” Penyelesaian Masalah Palestina, Kata Menlu di Tengah Inisiatif Gaza Trump

Pidato Lavrov ini datang di saat ketegangan global mencapai titik kritis, dengan implikasi yang meluas bagi arsitektur keamanan internasional. Di platform media online seperti ini, yang dirancang untuk pembaca yang mencari analisis mendalam tanpa sensasionalisme, pidato tersebut menggarisbawahi betapa diplomasi nuklir dan konflik regional saling terkait, menuntut pendekatan yang lebih holistik dari komunitas internasional. Sementara Barat mungkin melihatnya sebagai retorika defensif, bagi Moskow, ini adalah panggilan untuk dialog yang setara, bukan konfrontasi. Pembaca diundang untuk berbagi pandangan di kolom komentar interaktif di bawah, untuk mendiskusikan implikasi jangka panjang dari pernyataan ini.

Pewarta : Setiawan Wibisono S.TH

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Mesir Tegaskan: Tidak Akan Jadi “Gerbang” Penyelesaian Masalah Palestina, Kata Menlu di Tengah Inisiatif Gaza Trump
Next: Penahanan George Galloway di Bandara Gatwick: Antara Keamanan Nasional dan Tuduhan Penindasan Politik

Related Stories

Trump Menggoyang Selat Taiwan

Trump Menggoyang Selat Taiwan: Siap Telepon Lai Ching-te Meski Beijing Murka

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 jam ago 0
Pelanggaran Gencatan Senjata

Pelanggaran Gencatan Senjata: Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Perwira Tinggi Militer Lebanon

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 jam ago 0
Leo XIV di Spanyol

Leo XIV di Spanyol: Paus Amerika yang Menyuarakan Perdamaian di Tengah Badai Polarisasi Eropa

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 jam ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Revolusi Kekuatan Komputasi: Google Berbalik Menyewa dari SpaceX di Era Dominasi AI Elon Musk
  • Harmoni Gotong Royong dalam Irama Bambu: Bandung Angklung City Festival 2026 Makin Menggema
  • Jakarta Menuju Ruang Publik yang Lebih Hijau: CFD Rasuna Said Siap Jadi Landmark Baru Warga
  • Ditjen Imigrasi Berhasil Tangkap dan Deportasi Buronan Pelecehan Seksual Warga AS yang Bersembunyi 15 Tahun di Indonesia
  • Trump Menggoyang Selat Taiwan: Siap Telepon Lai Ching-te Meski Beijing Murka
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.