Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Jejak Gelap Mafia Solar di Minahasa: Kolaborasi Ilegal yang Menggerus Subsidi Energi dan Kepercayaan Publik

Jejak Gelap Mafia Solar di Minahasa: Kolaborasi Ilegal yang Menggerus Subsidi Energi dan Kepercayaan Publik

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 bulan ago 3 min read
Jejak Gelap Mafia Solar di Minahasa
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Manado, 25 September 2025 – Di lereng pegunungan Minahasa yang hijau, di balik hiruk-pikuk pasar Tondano dan pelabuhan ramai Bitung, bersemayam sebuah jaringan ilegal yang menggerus fondasi ekonomi lokal: mafia solar bersubsidi. Sepak terjang RR, yang dikenal sebagai Rico, bukan sekadar cerita kriminal biasa, melainkan gejala sistemik dari korupsi rantai pasok energi di Indonesia timur. Dengan dukungan dugaan dari figur berpengaruh seperti Frenli—menantu seorang pengusaha ikan terkemuka di Bitung—operasi ini terus berdenyut, meski janji penegakan hukum bergema kosong.

Sebagai bagian dari upaya investigasi mendalam yang menggabungkan wawancara lapangan dengan analisis data subsidi BBM nasional, laporan ini mengungkap bagaimana Rico tidak hanya mengendalikan gudang penimbunan di kawasan Tondano, tetapi juga memanipulasi alur distribusi di beberapa SPBU Minahasa. Sumber terpercaya di kalangan pelaku usaha lokal menggambarkan skema ini sebagai “jaring laba-laba” yang cerdik: kendaraan-kendaraan yang mengantre panjang di pompa bensin bukanlah konsumen biasa, melainkan bagian dari jaringan komplotan Rico. “Banyak kendaraan yang antri di SPBU merupakan komplotannya Rico,” ungkap salah satu sumber yang enggan disebut namanya, takut akan balasan. Praktik ini memungkinkan pengisapan solar bersubsidi secara massal, yang kemudian dialirkan ke gudang pribadi untuk disalurkan ulang.

Rangkaian operasi Rico mencerminkan pola mafia energi yang lebih luas di Sulawesi Utara, di mana subsidi solar—yang ditargetkan untuk nelayan kecil dan petani—justru menjadi mangsa empuk bagi aktor berkuasa. Solar yang disedot dari SPBU dibawa ke gudang PT Trivena, perusahaan milik Frenli, sebelum dijual kembali dengan harga industri kepada kapal-kapal ikan di Bitung. Harga jual yang melonjak hingga dua kali lipat dari tarif subsidi ini bukan hanya menguntungkan segelintir elit, tetapi juga menciptakan distorsi pasar yang parah.

Dari perspektif ekonomi, kolaborasi ini menimbulkan kerugian kumulatif yang sulit diukur secara presisi, tetapi estimasi awal dari data Kementerian ESDM menunjukkan bahwa penyelewengan subsidi BBM di wilayah timur Indonesia mencapai miliaran rupiah per tahun. Di Minahasa, dampaknya terasa nyata: nelayan skala kecil sering kali harus membeli solar gelap dengan harga premium, yang pada gilirannya menekan margin keuntungan mereka hingga 30-40 persen. “Masyarakat luas yang sering tidak dapat memenuhi kebutuhan solar,” seperti yang disinggung sumber lapangan, kini menghadapi krisis akses yang memperburuk ketimpangan sosial. Fenomena ini bukan isolasi; ia mencerminkan kegagalan dalam pengawasan rantai pasok, di mana oknum di tingkat lokal—didukung oleh ikatan keluarga dan bisnis—mampu menembus lapisan birokrasi.

Baca juga : Antusiasme Warga Ujungbatu Trans Aliaga: Pengobatan Gratis Puskesmas Ujungbatu 1 Hadir di Tengah Tantangan Akses Kesehatan Pedesaan

Meski demikian, yang paling mengkhawatirkan adalah ketidakefektifan respons aparat. Beberapa bulan lalu, Kapolres Minahasa AKBP Steven Simbar dengan yakin menyatakan pembentukan Satuan Tugas Khusus (Satgas) untuk memberantas mafia solar, sebuah langkah yang diharapkan dapat memutus rantai kolaborasi ilegal ini. Namun, hingga kini, warga mulai pesimis. “Jika tim Satgas khusus sudah ada, kenapa sampai sekarang para mafia solar, termasuk Rico, masih bebas beraksi?” tanya sumber dengan nada heran yang mencerminkan frustrasi kolektif. Panggilan berulang untuk tindakan tegas dari masyarakat sipil—termasuk petisi dari asosiasi nelayan Bitung—telah bergema sejak awal 2025, tetapi Rico tetap eksis, bergentayangan di wilayahnya seperti hantu yang tak tersentuh.

Dalam mengaitkan keengganan ini dengan dinamika patron-klien di pemerintahan daerah, di mana Frenli—sebagai menantu pengusaha ikan besar—diduga memberikan dukungan logistik dan finansial yang substansial. Studi kasus serupa dari Universitas Sam Ratulangi menyoroti bagaimana ikatan keluarga di sektor perikanan sering kali melindungi aktor kriminal dari pengawasan, menciptakan “zona abu-abu” hukum yang merugikan negara hingga Rp 500 miliar secara nasional setiap tahunnya.

Kasus Rico dan Frenli bukan hanya kronik kejahatan, melainkan cermin kegagalan sistemik dalam pengelolaan subsidi energi pasca-reformasi 2022. Di tingkat nasional, pemerintah telah memperketat regulasi melalui Perpres No. 191/2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga BBM, tetapi implementasi di daerah seperti Minahasa masih lemah akibat kurangnya koordinasi antarlembaga. Untuk mengatasi ini, para pakar merekomendasikan pendekatan holistik: integrasi teknologi pelacakan digital pada SPBU, peningkatan whistleblower protection, dan audit independen terhadap perusahaan seperti PT Trivena.

Sementara itu, di Minahasa, suara warga terus bergaung. Seorang nelayan tua di pelabuhan Bitung, yang enggan direkam, berkata, “Solar ini milik kami, bukan untuk dikuras segelintir orang.” Hingga penegakan hukum membuktikan komitmennya, mafia solar seperti Rico akan terus menjadi ancaman laten, menggerus tidak hanya anggaran negara, tetapi juga kepercayaan pada institusi yang seharusnya melindungi rakyat.

Pewarta : Marco Kawulusan

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Antusiasme Warga Ujungbatu Trans Aliaga: Pengobatan Gratis Puskesmas Ujungbatu 1 Hadir di Tengah Tantangan Akses Kesehatan Pedesaan
Next: Kehadiran Bupati Jepara: Angin Segar yang Tersandung Absennya Perangkat Desa

Related Stories

Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren
3 min read

Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman

Jurnalis RI News Portal Posted on 14 jam ago 0
Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
2 min read

Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong

Jurnalis RI News Portal Posted on 15 jam ago 0
'raj 2026
2 min read

Lonjakan Penumpang Kereta Api di Sumatera Utara pada Penutupan Libur Isra Mi’raj 2026

Jurnalis RI News Portal Posted on 15 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan
  • Doa Bersama Tokoh Adat, Spiritual, dan Lintas Agama Kawal Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara
  • Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman
  • Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.