Skip to content
05/03/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Budaya
  • Menggugah Warisan Sunan Kalijaga: Purwoharjo Hidupkan Lagi Tari Tayub

Menggugah Warisan Sunan Kalijaga: Purwoharjo Hidupkan Lagi Tari Tayub

Jurnalis RI News Portal Posted on 7 bulan ago 3 min read
Menggugah Warisan Sunan Kalijaga
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Wonogiri, Karangtengah, 14 Agustus 2025 – Seni tari tayub, salah satu warisan budaya Jawa kuno, sempat hilang dari peredaran akibat modernisasi dan maraknya seni pertunjukan kolaborasi atau adopsi dari luar daerah. Kini, warga Desa Purwoharjo, Kecamatan Karangtengah, berupaya menggali dan menghidupkan kembali tradisi ini agar kembali akrab di telinga masyarakat Wonogiri.

Wahyu Nirwana, salah satu perangkat Desa Purwoharjo, mengungkapkan bahwa desanya mulai mengangkat kembali budaya tari tayub yang telah lama tenggelam, bahkan nyaris hilang selama puluhan tahun.
“Desa kami berbatasan langsung dengan wilayah Nawangan, Jawa Timur, di mana seni tayub masih populer dibanding hiburan lainnya. Menariknya, tidak pernah ada benturan atau kontroversi dengan bentuk hiburan lain,” jelasnya.

Menurut Wahyu, seni campursari saat ini memang sedang tren di beberapa wilayah, namun tetap dapat berjalan berdampingan dengan seni tayub. Bahkan, dalam satu acara, penampilan campursari dan tayub diatur bergantian agar saling melengkapi. Meski demikian, tayub yang dibangkitkan kembali oleh warga Purwoharjo kini berbeda dari tayub tempo dulu.
“Kalau dulu, tayub sering identik dengan mabuk-mabukan dan sawer terhadap ledek (penari). Sekarang, tayub hanya menjadi tarian bersama seperti senam, diiringi musik gamelan,” imbuhnya.

Wahyu menambahkan, tayub kini digemari oleh semua kalangan, mulai dari anak sekolah dasar hingga orang tua lanjut usia, tanpa memandang jabatan atau gelar. Saat ada warga yang mengadakan hajatan, hiburan tayub kerap dihadirkan secara terbuka, dan tamu yang hadir pun diperbolehkan menari bersama penari yang diundang oleh tuan rumah.

Meski tidak memiliki sanggar khusus, di Dusun Masaran, Desa Purwoharjo terdapat sosok tokoh tari tayub sekaligus maestro tari kethek ogleng, yakni Patmo Suwito.

Melalui sambungan telepon WhatsApp kepada RI News Portal, Patmo menjelaskan bahwa tari tayub konon berkembang di berbagai wilayah Jawa Tengah. Menurutnya, tayub diciptakan oleh Sunan Kalijaga dan memiliki aturan atau pakem tertentu.
“Namanya TAYUB itu artinya ‘Di Tata Sing Guyub’. Kalau ada tayub yang sembarangan, itu berarti mereka tidak paham pakemnya dan hanya menari seperti jogetan dangdut,” tegas Patmo.

Baca juga : Pemdes Desa Sriagung Gelar Lomba HUT RI ke-80: Pererat Silaturahmi dan Tumbuhkan Semangat Nasionalisme

Ia menjelaskan, tari tayub mudah dipelajari dan biasanya dilatih di tingkat RT, tanpa memerlukan sanggar khusus. Tayub sendiri memiliki dua versi. Versi lama dilakukan dengan mengelilingi ledek, memberi saweran, dan sering disertai mabuk-mabukan. Sementara versi baru — seperti yang berkembang di Purwoharjo saat ini — dilakukan dengan gerakan seragam dan serentak, tanpa ledek, tanpa mabuk, dan tanpa sawer. “Tayub sekarang seperti senam poco-poco yang diiringi gending Jawa,” ujarnya.

Patmo menegaskan bahwa tayub modern di Purwoharjo dilakukan oleh semua orang, mulai dari anak SD kelas satu hingga orang dewasa, tanpa memandang status sosial. “Seni tayub sekarang telah berubah dari tarian yang terkesan norak dan ugal-ugalan menjadi tarian yang tertata dan guyub. Tayub yang sebenarnya adalah yang kita jalankan sekarang ini. Dulu malah namanya lengger,” tambahnya.

Meskipun di banyak wilayah Wonogiri seni tayub sudah mati, di Purwoharjo tradisi ini masih hidup dan hadir di berbagai acara, seperti hajatan warga, bersih dusun, bersih desa, peringatan HUT RI, HUT Wonogiri, maupun HUT Desa Purwoharjo.

Menurut Patmo, tayub modern di Purwoharjo sangat mungkin dipengaruhi oleh tradisi di Kabupaten Pacitan. “Desa Purwoharjo berada di wilayah perbatasan dengan Pacitan. Wajar jika tradisi tayub yang tetap lestari di Pacitan juga abadi di Purwoharjo,” pungkasnya

Pewarta : Nandar Suyadi

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Pemdes Desa Sriagung Gelar Lomba HUT RI ke-80: Pererat Silaturahmi dan Tumbuhkan Semangat Nasionalisme
Next: KPK Periksa Kadis PUPR Mandailing Natal di Padangsidimpuan Terkait Dugaan Korupsi

Related Stories

Indonesia dan Kazakhstan Mengintensifkan Diplomasi Budaya melalui Pencak Silat dan Kolaborasi Seni
2 min read

Indonesia dan Kazakhstan Mengintensifkan Diplomasi Budaya melalui Pencak Silat dan Kolaborasi Seni

Jurnalis RI News Portal Posted on 24 jam ago 0
Ribuan Umat Hindu Padati Pantai Ngobaran Gelar Melasti Suci Jelang Nyepi Saka 1948
3 min read

Ribuan Umat Hindu Padati Pantai Ngobaran Gelar Melasti Suci Jelang Nyepi Saka 1948

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
Fondasi Baru Ekonomi Kreatif Bengkulu di Era Pembangunan Berkelanjutan
2 min read

Benteng Marlborough: Fondasi Baru Ekonomi Kreatif Bengkulu di Era Pembangunan Berkelanjutan

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Wewenang: Oknum Wali Nagari Diduga Jual Tanah Ulayat Air Haji Tanpa Persetujuan Masyarakat Adat
  2. Hermanto mengenai Pemerintah Nigeria Meluncurkan Operasi Militer Baru di Tengah Lonjakan Kekerasan: Serangan Mematikan di Kwara dan Pembebasan Puluhan Warga Kristen
  3. Sugeng Rudianto mengenai GAPSIDO Gelar Kopdar, Ajak Pemuda Jaga Kamtibmas Jelang Ramadhan
  4. Mayang Sari mengenai Aksi Keberanian Pelajar SMK Berujung Tragedi: Terseret Arus Banjir Saat Menolong Pengendara Motor
  5. Tukino gaul gaul mengenai Tim Marching Band SMPN 1 Padangsidimpuan Siap Pertahankan Gelar Juara Umum di Piala Sultan Deli

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Kondisi Pekerja Migran Indonesia di Timur Tengah Tetap Terkendali di Tengah Eskalasi Konflik AS-Israel-Iran
  • Pemprov Banten Percepat Ekspansi Layanan Gizi Gratis bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita
  • Sinergi Kesehatan dan Transportasi: Menhub Dudy Purwagandhi Gandeng Menkes Budi Gunadi Sadikin Perkuat Layanan Medis di Simpul Mudik Lebaran 2026
  • Momentum Sedekah Dieksploitasi?, Pengemis Cantik Berjilbab Menghebohkan Warga Pancung Soal
  • Wakil Ketua MPR Bambang Wuryanto Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Tengah Masyarakat Wonogiri
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.