Skip to content
05/03/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Ketegangan Nuklir Meningkat: Rusia Akhiri Pembatasan Rudal, Perjanjian Terakhir dengan AS Terancam

Ketegangan Nuklir Meningkat: Rusia Akhiri Pembatasan Rudal, Perjanjian Terakhir dengan AS Terancam

Jurnalis RI News Portal Posted on 7 bulan ago 2 min read
Ketegangan Nuklir Meningkat
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Semarang, 7 Agustus 2025 — Dunia kembali dihadapkan pada bayang-bayang ancaman nuklir setelah Rusia secara resmi mengakhiri pembatasan terhadap penempatan rudal jarak menengah yang sebelumnya diatur dalam Perjanjian INF (Intermediate-range Nuclear Forces). Langkah ini menyusul keputusan Amerika Serikat untuk menarik diri dari perjanjian tersebut pada tahun 2019, dan menandai berakhirnya salah satu tonggak penting dalam sejarah pengendalian senjata nuklir antara dua negara adidaya.

Kini, hanya satu perjanjian bilateral yang masih bertahan: New START, yang dijadwalkan berakhir pada 5 Februari 2026. Para ahli menyebut perjanjian itu “secara fungsional sudah mati” setelah Rusia menangguhkan partisipasinya menyusul invasi ke Ukraina, yang menyebabkan penghentian inspeksi langsung terhadap fasilitas nuklir Rusia.

“Berakhirnya perjanjian-perjanjian ini tidak serta-merta membuat perang nuklir lebih mungkin terjadi, tapi jelas tidak membuatnya lebih kecil kemungkinannya,” ujar Alexander Bollfrass, pakar pengendalian senjata dari International Institute for Strategic Studies.

Sejak krisis rudal Kuba pada 1962, AS dan Uni Soviet telah menandatangani sejumlah perjanjian penting untuk meredakan ketegangan nuklir. Di antaranya SALT I dan ABM pada 1972, INF pada 1987, serta START I pada 1991. Perjanjian-perjanjian ini berhasil menurunkan jumlah hulu ledak nuklir secara signifikan. Pada puncaknya di tahun 1986, Uni Soviet memiliki lebih dari 40.000 hulu ledak, sementara AS memiliki lebih dari 20.000. Kini, menurut Federation of American Scientists, Rusia memiliki 5.459 hulu ledak dan AS 5.177 — bersama-sama mencakup 87% dari total senjata nuklir dunia.

Namun, tren pengurangan senjata nuklir kini terancam terhenti. Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengumumkan rencana penempatan rudal hipersonik Oreshnik di Belarus, sekutu dekat Moskow. Sementara itu, AS juga berencana menempatkan rudal konvensional jarak menengah di Eropa dan Pasifik.

Kemungkinan perjanjian baru antara AS dan Rusia dinilai sangat kecil. “Tingkat kepercayaan yang dibutuhkan untuk negosiasi dan pelaksanaan perjanjian pengendalian senjata tidak ada saat ini,” kata Sidharth Kaushal dari Royal United Services Institute, London.

Baca juga : Trump Siap Bertemu Putin, Upaya Akhiri Perang Rusia-Ukraina Makin Intens

AS kini semakin fokus pada ancaman dari negara lain seperti China, Iran, dan Korea Utara. Pemerintahan Bush dan Trump sebelumnya menarik diri dari beberapa perjanjian dengan alasan bahwa kesepakatan tersebut tidak membatasi pembangunan senjata oleh negara-negara tersebut.

Kaushal memperingatkan bahwa meningkatnya kekuatan nuklir China bisa memicu “spiral kompetitif” di mana AS dan Rusia saling meningkatkan arsenal mereka untuk mempertahankan posisi strategis.

Meski perjanjian-perjanjian era Perang Dingin berakhir, para ahli menekankan bahwa pola pikir kehancuran bersama yang dijamin (mutually assured destruction) masih menjadi penahan utama terhadap konflik nuklir.

Namun, dengan semakin sedikitnya mekanisme pengawasan dan meningkatnya ketegangan global, dunia kini menghadapi masa depan yang lebih tidak pasti dalam hal keamanan nuklir.

Pewarta : Setiawan Wibisono S.TH

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Trump Siap Bertemu Putin, Upaya Akhiri Perang Rusia-Ukraina Makin Intens
Next: Review Movie: Orang Ikan – Teror Sunyi di Tengah Laut dan Hutan

Related Stories

Lebanon di Ambang Jurang
3 min read

Lebanon di Ambang Jurang: Kembalinya Hizbullah ke Medan Perang Membuka Babak Baru Ketidakpastian Regional

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
Serangan Gabungan AS-Israel ke Aparat Keamanan Iran
3 min read

Serangan Gabungan AS-Israel ke Aparat Keamanan Iran: Membongkar Pilar Penindasan dan Memantik Api Pemberontakan?

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
China di Persimpangan Antara Loyalitas Strategis dan Kepentingan Ekonomi Global
3 min read

Pembunuhan Khamenei: China di Persimpangan Antara Loyalitas Strategis dan Kepentingan Ekonomi Global

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Wewenang: Oknum Wali Nagari Diduga Jual Tanah Ulayat Air Haji Tanpa Persetujuan Masyarakat Adat
  2. Hermanto mengenai Pemerintah Nigeria Meluncurkan Operasi Militer Baru di Tengah Lonjakan Kekerasan: Serangan Mematikan di Kwara dan Pembebasan Puluhan Warga Kristen
  3. Sugeng Rudianto mengenai GAPSIDO Gelar Kopdar, Ajak Pemuda Jaga Kamtibmas Jelang Ramadhan
  4. Mayang Sari mengenai Aksi Keberanian Pelajar SMK Berujung Tragedi: Terseret Arus Banjir Saat Menolong Pengendara Motor
  5. Tukino gaul gaul mengenai Tim Marching Band SMPN 1 Padangsidimpuan Siap Pertahankan Gelar Juara Umum di Piala Sultan Deli

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Polres Melawi Gencar Sosialisasikan Peluang Karier Polri 2026 kepada Generasi Muda di Pedalaman Kalbar
  • Kapolres Melawi Turun Langsung ke Ladang: Panen Jagung Hibrida Sukses Meski Cuaca Menantang
  • Silaturahmi Ramadhan: Paguyuban Paseduluran Saklawase Trenggalek Gelar Temu Kangen dan Bukber Hangat di Cafe Ruby
  • Polres Wonogiri Gerebek Transaksi Malam: Pengedar Sabu dan Ratusan Pil Tramadol-Trihexyphenidyl Diamankan
  • Dua Gelombang Mudik Lebaran 1447 H: Tantangan Distribusi Pergerakan dan Urgensi Perencanaan Matang di Jawa Tengah
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.