Skip to content
05/03/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Pemerintah Inggris Diam-Diam Relokasi Ribuan Warga Afghanistan Imbas Kebocoran Data Rahasia

Pemerintah Inggris Diam-Diam Relokasi Ribuan Warga Afghanistan Imbas Kebocoran Data Rahasia

Jurnalis RI News Portal Posted on 8 bulan ago 2 min read
Pemerintah Inggris Diam-Diam Relokasi Ribuan Warga Afghanistan Imbas Kebocoran Data Rahasia
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. London, 15 Juli 2025 — Pemerintah Inggris mengungkapkan bahwa lebih dari 4.500 warga Afghanistan, termasuk mereka yang pernah bekerja sama dengan militer Inggris, telah diam-diam direlokasi ke wilayah Britania Raya. Langkah ini diambil menyusul kebocoran data identitas hampir 19.000 warga Afghanistan yang berpotensi menjadi target serangan dari kelompok Taliban.

Kebocoran tersebut terjadi pada tahun 2022 akibat kesalahan pengiriman email oleh seorang pejabat Kementerian Pertahanan. Namun, pemerintah baru menyadari insiden itu 18 bulan kemudian, ketika sebagian data muncul di media sosial. Untuk mencegah penyebaran informasi lebih lanjut, pemerintahan saat itu (Partai Konservatif) mengajukan permintaan ke Pengadilan Tinggi Inggris untuk menerbitkan super injunction—sebuah larangan hukum langka yang bahkan melarang publik mengetahui keberadaan perintah tersebut.

Setelah kebijakan itu dicabut pada Selasa (15/7), Menteri Pertahanan John Healey dari pemerintahan Partai Buruh menyampaikan permohonan maaf kepada para korban. “Saya menyampaikan penyesalan atas kebocoran ini dan keterlambatan transparansi kepada publik serta parlemen,” ujarnya di hadapan anggota House of Commons.

Pemerintah menyatakan bahwa program relokasi rahasia ini akan segera ditutup setelah merampungkan proses pemindahan terhadap sekitar 6.900 warga Afghanistan, dengan total anggaran mencapai £850 juta (sekitar Rp19,2 triliun). Mereka yang direlokasi termasuk 900 pemohon utama dan sekitar 3.600 anggota keluarganya. Kajian independen menyebut bahwa risiko tambahan terhadap para pengungsi akibat kebocoran data tergolong rendah, karena Taliban telah memiliki banyak informasi tentang warga Afghanistan yang pernah bekerja sama dengan Barat.

Namun, kelompok pembela pengungsi dan HAM menilai langkah pemerintah tidak cukup. Pengacara Sean Humber dari firma hukum Leigh Day menyebut kebocoran tersebut sebagai “bencana besar” yang menyebabkan ketakutan dan kecemasan luar biasa. Sementara itu, Nooralhaq Nasimi dari Asosiasi Afghanistan dan Asia Tengah mengatakan bahwa ribuan warga Afghanistan yang pernah mendukung misi Inggris merasa dikhianati, dan mendesak pemerintah untuk memberikan kompensasi serta perlindungan lebih lanjut.

Baca juga : Pemerintahan Netanyahu Terancam Runtuh Usai Partai Ultra-Ortodoks Mundur dari Koalisi

Sejak jatuhnya Kabul ke tangan Taliban pada 2021, Inggris telah merelokasi lebih dari 36.000 warga Afghanistan melalui berbagai jalur. Meski begitu, masih ada ribuan lainnya yang belum terselamatkan dan diyakini berada dalam ancaman penyiksaan, penahanan, atau bahkan kematian.

Super injunction yang dikeluarkan pemerintah ini menjadi sorotan tajam karena membungkam kontrol publik dan pers. Hakim Martin Chamberlain dari Pengadilan Tinggi menyebut kebijakan tersebut “menimbulkan kekosongan pengawasan” dan “masalah serius bagi kebebasan berpendapat dalam demokrasi.”

Kasus ini merupakan super injunction pertama yang diketahui pernah diberikan kepada pemerintah Inggris — yang biasanya hanya digunakan dalam kasus selebritas atau perkara privat.

Pewarta : Setiawan S.TH

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Pemerintahan Netanyahu Terancam Runtuh Usai Partai Ultra-Ortodoks Mundur dari Koalisi
Next: Pemkab Bekasi Percepat Program Cek Kesehatan Gratis di Sekolah dan Pesantren: Upaya Preventif Tingkatkan Derajat Kesehatan Pelajar

Related Stories

Lebanon di Ambang Jurang
3 min read

Lebanon di Ambang Jurang: Kembalinya Hizbullah ke Medan Perang Membuka Babak Baru Ketidakpastian Regional

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
Serangan Gabungan AS-Israel ke Aparat Keamanan Iran
3 min read

Serangan Gabungan AS-Israel ke Aparat Keamanan Iran: Membongkar Pilar Penindasan dan Memantik Api Pemberontakan?

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
China di Persimpangan Antara Loyalitas Strategis dan Kepentingan Ekonomi Global
3 min read

Pembunuhan Khamenei: China di Persimpangan Antara Loyalitas Strategis dan Kepentingan Ekonomi Global

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Wewenang: Oknum Wali Nagari Diduga Jual Tanah Ulayat Air Haji Tanpa Persetujuan Masyarakat Adat
  2. Hermanto mengenai Pemerintah Nigeria Meluncurkan Operasi Militer Baru di Tengah Lonjakan Kekerasan: Serangan Mematikan di Kwara dan Pembebasan Puluhan Warga Kristen
  3. Sugeng Rudianto mengenai GAPSIDO Gelar Kopdar, Ajak Pemuda Jaga Kamtibmas Jelang Ramadhan
  4. Mayang Sari mengenai Aksi Keberanian Pelajar SMK Berujung Tragedi: Terseret Arus Banjir Saat Menolong Pengendara Motor
  5. Tukino gaul gaul mengenai Tim Marching Band SMPN 1 Padangsidimpuan Siap Pertahankan Gelar Juara Umum di Piala Sultan Deli

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Kondisi Pekerja Migran Indonesia di Timur Tengah Tetap Terkendali di Tengah Eskalasi Konflik AS-Israel-Iran
  • Pemprov Banten Percepat Ekspansi Layanan Gizi Gratis bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita
  • Sinergi Kesehatan dan Transportasi: Menhub Dudy Purwagandhi Gandeng Menkes Budi Gunadi Sadikin Perkuat Layanan Medis di Simpul Mudik Lebaran 2026
  • Momentum Sedekah Dieksploitasi?, Pengemis Cantik Berjilbab Menghebohkan Warga Pancung Soal
  • Wakil Ketua MPR Bambang Wuryanto Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Tengah Masyarakat Wonogiri
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.