Skip to content
25/10/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Nasional
  • Pernyataan Menteri Kebudayaan Fadli Zon tentang Tragedi Pemerkosaan Massal Mei 1998 Picu Polemik Baru dalam Wacana Sejarah dan Keadilan Transisional

Pernyataan Menteri Kebudayaan Fadli Zon tentang Tragedi Pemerkosaan Massal Mei 1998 Picu Polemik Baru dalam Wacana Sejarah dan Keadilan Transisional

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 tahun ago 3 minutes read
Pernyataan Menteri Kebudayaan Fadli Zon tentang Tragedi Pemerkosaan Massal Mei 1998
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Jakarta, 16 Juni 2025 — Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, kembali memantik kontroversi publik setelah menyatakan bahwa tragedi pemerkosaan massal terhadap perempuan etnis Tionghoa pada kerusuhan Mei 1998 tidak memiliki data pendukung yang solid. Pernyataan ini disampaikannya sebagai tanggapan atas kritik terhadap pernyataan sebelumnya yang dinilai mengerdilkan peristiwa tersebut.

Dalam keterangan pers yang diterima RRI, Senin (16/6), Fadli Zon menyoroti bahwa laporan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) tidak menyajikan rincian yang lengkap mengenai korban, tempat kejadian, maupun identitas pelaku. “Laporan TGPF ketika itu hanya menyebut angka tanpa data pendukung yang solid baik nama, waktu, peristiwa, tempat kejadian atau pelaku,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa hasil investigasi dari sebuah majalah nasional kala itu tidak berhasil mengungkap fakta-fakta substantif, meski tidak menyebutkan nama media yang dimaksud. Dalam pandangannya, penyebutan tragedi pemerkosaan massal perlu dilakukan dengan kehati-hatian karena menyangkut kebenaran historis dan reputasi bangsa. “Jangan sampai kita mempermalukan nama bangsa sendiri,” tegasnya.

Pernyataan Menbud ini mengundang respons tajam dari sejumlah kalangan akademisi, aktivis HAM, dan penyintas, mengingat kasus pemerkosaan massal 1998 merupakan bagian dari memori kolektif bangsa yang masih menyisakan luka. TGPF dibentuk oleh Presiden B.J. Habibie pada 23 Juli 1998, dengan komposisi lintas sektor yang melibatkan unsur pemerintah, masyarakat sipil, jurnalis, hingga aparat keamanan. Tim ini dipimpin oleh Marzuki Darusman dan dikenal berupaya mengungkap kekerasan sistemik terhadap perempuan, khususnya dari etnis Tionghoa.

Dalam laporan akhir TGPF memang disebutkan adanya dugaan kuat terjadinya pemerkosaan massal, namun pengungkapan rinci atas identitas korban dan pelaku dihambat oleh trauma, rasa takut, serta absennya perlindungan hukum dan psikososial bagi korban kala itu. Beberapa organisasi seperti Tim Relawan untuk Kemanusiaan (TRuK), Solidaritas Nusa Bangsa, dan Kontras mencatat adanya korban yang enggan tampil karena tekanan sosial dan ancaman keamanan.

Baca juga : Pelestarian Sejarah dan Budaya Palembang: Forum Peduli Sejarah dan Budaya Sumsel Gelar FGD Kolaboratif di Pulau Kemaro

Pernyataan pejabat negara seperti Menbud tidak hanya memiliki implikasi politik, tetapi juga mempengaruhi konstruksi ingatan kolektif dan keadilan transisional. Dalam pendekatan etika sejarah, pengungkapan kebenaran masa lalu yang kelam seperti tragedi 1998 bukan semata perkara “ada atau tidaknya data”, melainkan soal sensitivitas terhadap korban, pengakuan terhadap penderitaan, dan komitmen negara dalam menjamin ketidakberulangan (non-recurrence).

Menurut pengamat sejarah dan budaya, Dr. Ayu Larasati dari Universitas Indonesia, “Pernyataan ini berisiko mengaburkan sejarah dan menambah beban psikis bagi para penyintas. Ketika negara tidak memberikan ruang afirmatif untuk mendengar suara korban, maka rekonsiliasi sejati sulit tercapai.”

Kasus kekerasan terhadap perempuan dalam kerusuhan Mei 1998 tetap menjadi luka yang belum sepenuhnya diobati oleh negara. Upaya pengungkapan kebenaran melalui mekanisme resmi maupun jalur advokasi masyarakat sipil terus menemui kendala struktural dan politis.

Di tengah upaya rekonsiliasi sejarah dan pembangunan kebudayaan yang inklusif, pernyataan publik dari tokoh negara semestinya mencerminkan empati, ketelitian akademis, serta komitmen terhadap nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan.

Pewarta : Yogi Hilmawan

Baca Berita lain >>>>>>>>>>>
#rinewsadvertaising, #iklanrinews, #ruangiklan, #terkinirinews,
#beritarinews, #viralrinews, #updaterinews, #inforinews,
#beritarepublikindonesia, #beritaindonesia, #republikindonesianews,
#indonesianews, #republicindonesianews, #republicindonesiannews,
#beritacepat, #beritabaru, #ri_news, #republikindonesiaportal, #pertalberitaindonesia,
#rinewsportal, #republikindonesiaportal, #republicindonesianewsportal, #republicindonesianportal
#teman, #all, #wartawan, #berita

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Pelestarian Sejarah dan Budaya Palembang: Forum Peduli Sejarah dan Budaya Sumsel Gelar FGD Kolaboratif di Pulau Kemaro
Next: RUU KUHAP Harus Jadi Instrumen Progresif dan Berbasis HAM: Seruan Jaksa Agung dalam Seminar Nasional di Unsoed

Related Stories

Fondasi Kelembagaan HAM Menguat

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Fondasi Kelembagaan HAM Menguat, Ujian Sesungguhnya Ada di Lapangan

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 hari ago 0
Hujan Buatan Jadi Andalan

Hujan Buatan Jadi Andalan: Pemerintah Siasati Defisit Air Bendungan Jawa di Tengah Kemarau Ekstrem

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 hari ago 0
Dari Bekasi hingga Karawang

Dari Bekasi hingga Karawang, 90 Talenta Muda Berebut Tiket Menuju Panggung Keterampilan Dunia

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 hari ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
Kepala MTsN 3 Klaten, Mukarom Faisal Rosidin, S.Pd.I., M.Si.
Iklan Kemerdekaan RI Ke-81
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. A mengenai Pompa Air Sekolah Diduga Bocor Arus Listrik, Siswa Kelas V SD di Padangsidimpuan Tewas
  2. Zulfian andesta mengenai Regenerasi Kepemimpinan di Polda Jateng: 13 Posisi Strategis Berganti, Semangat “Polisi Bersama Masyarakat” Jadi Pegangan
  3. Tukino/T.gaul mengenai Menjaga Mahkota Lumbung Pangan: Ngawi Kebut Sertifikasi Benih Padi Unggul Lokal yang Tembus 12 Ton per Hektare
  4. Warudi mengenai Gubernur Papua Pilih “Mendayung Bersama”: Tiga Transformasi Disiapkan untuk Selamatkan Fiskal Daerah yang Menyusut
  5. Yudha Purnama mengenai Ombudsman RI Petakan Kesehatan Mata Generasi Muda dari Seleksi Poltek Imipas

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Napas Sehat di Tengah Kabut Asap: GTI Bagikan Masker Gratis di Jantung Kota Manado
  • Dua Tahun Prabowo-Gibran: Fondasi Kelembagaan HAM Menguat, Ujian Sesungguhnya Ada di Lapangan
  • Hujan Buatan Jadi Andalan: Pemerintah Siasati Defisit Air Bendungan Jawa di Tengah Kemarau Ekstrem
  • Kapolres Melawi Minta Maaf, Janjikan Proses Hukum Transparan atas Dugaan Penganiayaan oleh Oknum Anggota
  • Dari Ladang Kerangan, Polisi Ikut Menuai 2 Ton Jagung Hibrida untuk Menjaga Lumbung Pangan Melawi
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by