Skip to content
04/06/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Desakan Kode Etik Laut China Selatan: Seruan Presiden Marcos Jr. dan Tantangan Kolektif ASEAN

Desakan Kode Etik Laut China Selatan: Seruan Presiden Marcos Jr. dan Tantangan Kolektif ASEAN

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 tahun ago 3 minutes read
Desakan Kode Etik Laut China Selatan
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Kuala Lumpur, 27 Mei 2025 – Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menyerukan penetapan segera kode etik kawasan di Laut China Selatan (LCS) dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-46 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia. Seruan tersebut menjadi penegasan atas urgensi kolektif ASEAN dalam menghadapi ketegangan geopolitik yang terus meningkat di kawasan strategis tersebut.

Dalam pernyataan resminya, Marcos menekankan pentingnya “langkah konkret dan kerja sama regional yang lebih erat” guna mencegah salah perhitungan strategis yang dapat berujung pada konflik terbuka. Seruan ini tidak sekadar menyuarakan kepentingan nasional Filipina, tetapi mencerminkan kekhawatiran mendalam negara-negara Asia Tenggara terhadap eskalasi militerisasi dan klaim sepihak Tiongkok atas hampir seluruh wilayah Laut China Selatan.

Upaya ASEAN dan Tiongkok untuk menyepakati Code of Conduct (CoC) di LCS telah berlangsung lebih dari dua dekade, sejak dimulainya negosiasi pada 2002. Namun, hingga kini tidak ada konsensus final yang tercapai. Hambatan utama adalah tumpang tindih klaim teritorial serta perbedaan kepentingan nasional antarnegara anggota ASEAN. Selain itu, ketegangan diperparah oleh agresivitas Tiongkok yang menolak keputusan arbitrase internasional tahun 2016 yang memenangkan Filipina.

Putusan Pengadilan Arbitrase Permanen (PCA) di Den Haag menyatakan bahwa klaim historis Tiongkok atas sembilan garis putus-putus (nine-dash line) tidak memiliki dasar hukum dalam Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS). Namun, Tiongkok secara terbuka menolak putusan tersebut, menciptakan ketegangan hukum dan diplomatik yang belum terselesaikan hingga kini.

Selama ini, ASEAN mengedepankan prinsip non-intervensi dan konsensus sebagai fondasi relasi regional. Namun, pendekatan ini kian dipertanyakan efektivitasnya di tengah meningkatnya tantangan geopolitik. Para pengamat menganggap netralitas ASEAN justru dimanfaatkan oleh aktor besar seperti Tiongkok untuk memperkuat hegemoni regional tanpa perlawanan berarti.

Desakan Marcos agar ASEAN bersatu dan bersikap tegas merupakan refleksi dari kebutuhan akan pendekatan yang lebih strategis dan berani. Seruan tersebut bukan hanya menyoal hak maritim Filipina, tetapi juga mengangkat isu integritas hukum internasional, stabilitas regional, dan kedaulatan kolektif ASEAN.

Baca juga : Program Tamasya Permudah Ibu Pekerja dan Dukung Investasi SDM Sejak Dini

Secara akademis, konflik Laut China Selatan menyentuh irisan antara hukum internasional, politik keamanan, dan hubungan antarnegara di Asia Tenggara. Kegagalan mencapai CoC mencerminkan lemahnya mekanisme regional dalam menyikapi konfrontasi besar yang bersifat asimetris. Ketidakseimbangan antara kekuatan negara besar seperti Tiongkok dan negara-negara anggota ASEAN menuntut solidaritas regional yang lebih substansial.

Langkah yang diusulkan Marcos Jr. untuk mempercepat pembentukan kode etik harus dilihat sebagai momentum kritis dalam diplomasi multilateral ASEAN. Penyusunan CoC yang mengikat secara hukum (legally binding) akan menjadi tonggak penting dalam menjaga kebebasan navigasi, penyelesaian sengketa damai, serta perlindungan sumber daya laut yang vital bagi ekonomi kawasan.

ASEAN sebagai organisasi kawasan yang terdiri dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Brunei, Vietnam, Laos, Kamboja, dan Myanmar, dihadapkan pada ujian penting dalam menentukan masa depan stabilitas dan tata kelola maritim regional. Seruan Marcos Jr. di KTT ke-46 ini seharusnya tidak hanya menjadi retorika diplomatik, melainkan awal dari konsolidasi kepentingan kolektif ASEAN dalam menghadapi tekanan eksternal yang semakin kompleks.

Pewarta : Setiawan S.TH

Baca Berita lain >>>>>>>>>>>
#rinewsadvertaising, #iklanrinews, #ruangiklan, #terkinirinews,
#beritarinews, #viralrinews, #updaterinews, #inforinews,
#beritarepublikindonesia, #beritaindonesia, #republikindonesianews,
#indonesianews, #republicindonesianews, #republicindonesiannews,
#beritacepat, #beritabaru, #ri_news, #republikindonesiaportal, #pertalberitaindonesia,
#rinewsportal, #republikindonesiaportal, #republicindonesianewsportal, #republicindonesianportal

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Program Tamasya Permudah Ibu Pekerja dan Dukung Investasi SDM Sejak Dini
Next: KWRI Lampung Rayakan HUT ke-27: Momentum Refleksi, Konsolidasi Pers, dan Penguatan Peran Strategis dalam Pembangunan Daerah

Related Stories

Klaim Kecurangan Petro Ditolak Uni Eropa

Klaim Kecurangan Petro Ditolak Uni Eropa: Integritas Pemilu Kolombia Diuji di Tengah Ketegangan Politik

Jurnalis RI News Portal Posted on 18 jam ago 0
Malam Berdarah di Ukraina

Malam Berdarah di Ukraina: Eskalasi Serangan Rusia Menguji Ketahanan Sipil di Tengah Kekurangan Pertahanan

Jurnalis RI News Portal Posted on 19 jam ago 0
Rapuhnya Gencatan Senjata

Rapuhnya Gencatan Senjata: Serangan Drone Israel Kembali Menghantam Lebanon di Tengah Upaya Diplomasi

Jurnalis RI News Portal Posted on 19 jam ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Siap Kawal Arus Mobilitas Tinggi: Polda Jateng Matangkan Operasi Patuh Candi 2026 dengan Pendekatan Humanis
  • Sindikat Suap Imigrasi Terbongkar: KPK Tangkap Belasan Orang Termasuk Kepala Kantor Imigrasi Jakbar
  • Empat Prajurit TNI Dituntut 2,5 Tahun Penjara atas Penganiayaan Berencana terhadap Aktivis KontraS
  • INACA Dorong Pajak Nol Persen Spare Part Pesawat: Langkah Strategis Pulihkan Efisiensi dan Konektivitas Nasional
  • KSP Intensif Awasi 17 Program Prioritas Nasional: 81 Verifikasi Lapangan Dilakukan dalam Lima Bulan
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.