RI News Portal. Tegal – Dalam apel akhir bulan yang sarat makna, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menyampaikan duka cita mendalam atas musibah banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah wilayah sekitar kaki Gunung Slamet. Momentum tersebut sekaligus ia jadikan panggung untuk memperkuat solidaritas, menghormati pengabdian panjang para pegawai, serta menegaskan arah kebijakan pemkot di tahun 2026.
Apel yang digelar di Halaman Pendopo Ki Gede Sebayu, Senin (26/1/2026), tidak hanya berfungsi sebagai rutinitas, tetapi juga sebagai refleksi awal tahun di tengah ujian alam yang melanda. Dedy Yon menegaskan komitmen Pemerintah Kota Tegal untuk menggalang dan mengkoordinir bantuan kemanusiaan bagi korban terdampak, mengajak seluruh jajaran untuk turut berempati dan bertindak.
“Di balik duka ini, kita harus bangkit bersama. Pemerintah kota akan menjadi garda terdepan dalam menggerakkan solidaritas untuk meringankan beban saudara-saudara kita,” tegas Dedy Yon di hadapan ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Namun, apel tersebut juga menjadi momen penghargaan yang mengharukan. Wali Kota secara khusus menyerahkan Surat Keputusan Pensiun kepada 12 ASN yang akan memasuki masa purna tugas mulai 1 Februari 2026. Dalam pidatonya, ia membingkai masa pensiun bukan sebagai akhir, melainkan babak baru pengabdian.
“Purna tugas adalah transisi dari pengabdian formal menengah kontribusi substantif. Pengalaman dan kebijaksanaan Bapak dan Ibu sekalian adalah aset berharga yang tetap kita nantikan untuk membangun Tegal,” ujarnya, mengapresiasi dedikasi dan loyalitas mereka.
Momen peralihan ini langsung dikaitkan dengan visi ke depan. Wali Kota kemudian menegaskan empat pilar utama kebijakan Pemkot Tegal tahun 2026: pembangunan berkelanjutan yang memperhatikan kerentanan bencana, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan infrastruktur tangguh, dan percepatan transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan.
Baca juga : Di Balik Fluktuasi Rupiah: Ancaman “Fiscal Dominance” dan Ujian Independensi BI
Di penghujung amanat, Dedy Yon mengingatkan seluruh ASN untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi. Ia juga menekankan pentingnya menjaga disiplin, integritas, dan semangat melayani yang tulus.
“Marilah kita jadikan setiap pengabdian sebagai ibadah. Di tengah tantangan alam dan dinamika zaman, kerja nyata dan keteladanan kitalah yang akan mewujudkan Kota Tegal yang lebih maju dan manusiawi,” pungkasnya.
Apel yang mengawinkan antara respons krisis, penghargaan pada masa lalu, dan cetak biru masa depan ini menegaskan pendekatan pemerintahan yang berusaha holistik, mengelola duka bencana sekaligus merajut optimisme pembangunan.
Pewarta : Ikhwanudin


Selamat siang, selamat beraktivitas buat teman teman