RI News Portal. Bitung, Sulawesi Utara – Perayaan ibadah dan konser Natal terpadu Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) se-Kota Bitung pada 22 Desember 2025 menjadi momentum penting yang menunjukkan komitmen pemerintah pusat terhadap keragaman agama dan solidaritas sosial di Indonesia. Acara yang berlangsung di Gelanggang Olahraga Dua Sudara ini dihadiri langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, di tengah kunjungan kerjanya yang juga mencakup penanganan bencana di wilayah lain.
Kehadiran Wakil Presiden dalam acara yang melibatkan ribuan jemaat dari berbagai wilayah di Bitung ini tidak hanya memperkuat pesan persatuan, tetapi juga menegaskan peran negara dalam mendukung perayaan keagamaan masyarakat. Gibran, yang tiba dengan sedikit keterlambatan akibat kunjungan mendadak ke lokasi pengungsian korban bencana di Tapanuli Utara, Sumatra Utara, menyampaikan permohonan maaf sekaligus ajakan untuk mendoakan saudara-saudara yang tertimpa musibah. “Kita harus saling menguatkan di saat-saat seperti ini,” katanya dalam sambutan singkatnya, sambil menyampaikan ucapan Selamat Natal dari Presiden Prabowo Subianto.
Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus, Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Royke Langi, serta para pimpinan daerah seperti Wali Kota Bitung Hengky Honandar dan Wakil Wali Kota Randito Maringka. Kehadiran tokoh-tokoh agama dan masyarakat semakin menambah nuansa kebersamaan lintas sektoral.

Dari sisi pengamanan, Kapolres Bitung AKBP Albert Zai menekankan bahwa operasi pengamanan berlapis yang melibatkan personel Polri dan TNI telah diterapkan secara komprehensif. Fokus utama ditempatkan pada lokasi acara, rute perjalanan VIP, serta pengelolaan lalu lintas untuk meminimalisir gangguan terhadap aktivitas masyarakat sehari-hari. “Kerja sama antara aparat keamanan dan masyarakat menjadi kunci utama terciptanya kondisi yang aman dan kondusif,” ujar Zai, seraya mengapresiasi partisipasi aktif warga dalam menjaga ketertiban.
Ia juga menyoroti bahwa situasi aman ini mencerminkan tingginya tingkat toleransi di Bitung, sebuah kota yang dikenal dengan keragaman budaya dan agamanya. Komitmen Polres Bitung untuk mempertahankan stabilitas keamanan diperpanjang hingga akhir tahun, sebagai bagian dari upaya nasional menjaga kedamaian selama periode Natal dan Tahun Baru.
Baca juga : Identifikasi Cepat Korban Kecelakaan Bus di Tol Semarang: Peran Teknologi Biometrik dalam Forensik Modern
Sorotan khusus dalam acara ini adalah momen ketika Wakil Presiden secara pribadi membagikan bingkisan kepada anak-anak jemaat GPdI. Gestur ini dilihat sebagai representasi nyata perhatian pemerintah terhadap generasi muda dan nilai-nilai kasih dalam perayaan Natal. Dengan estimasi sekitar 5.000 peserta, perayaan ini tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga platform untuk memperkuat ikatan sosial di tengah tantangan nasional seperti penanganan bencana alam.
Perayaan Natal di Bitung tahun ini memberikan pelajaran berharga tentang bagaimana sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dapat menciptakan ruang yang inklusif dan damai. Di saat banyak wilayah Indonesia menghadapi isu-isu kompleks, acara semacam ini menjadi pengingat akan kekuatan toleransi sebagai fondasi bangsa. Polres Bitung sendiri berkomitmen untuk terus mengajak masyarakat menjaga persaudaraan, memastikan bahwa semangat Natal membawa dampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pewarta : Steven Tumuyu

