RI News Portal. Tegal, 6 Februari 2026 – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja mendadak ke Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (6/2/2026). Kunjungan ini bertujuan memastikan penanganan bencana tanah bergerak yang masih aktif berjalan efektif, cepat, dan terkoordinasi, sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto.
Bencana tanah bergerak yang dipicu hujan deras sejak awal Februari telah menyebabkan kerusakan parah pada ratusan rumah warga, fasilitas umum, serta akses jalan desa. Fenomena geologi ini memaksa ribuan penduduk mengungsi ke lokasi aman untuk menghindari risiko jiwa yang lebih besar. Data terkini mencatat sekitar 464 unit rumah terdampak, dengan ratusan di antaranya mengalami kerusakan berat hingga ambruk, sementara jumlah pengungsi mencapai lebih dari 2.400 jiwa.
Wakil Presiden tiba di salah satu posko pengungsian sekitar pukul 09.35 WIB. Didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Wakil Bupati Ahmad Kholid, Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Makhmud, serta unsur Forkopimda setempat, Gibran langsung berinteraksi dengan warga terdampak. Karena kondisi medan yang sulit dan tanah masih labil, rombongan menggunakan sepeda motor untuk menjangkau titik-titik terparah.

Di lokasi, Wakil Presiden menyaksikan langsung retakan tanah yang meluas, rumah-rumah yang retak hebat hingga roboh, serta jalan desa yang bergeser dan terputus. Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas tertinggi pemerintah.
“Keselamatan Bapak dan Ibu semua adalah yang utama. Tanah di sini masih bergerak, struktur rumah sudah tidak layak huni. Kita sepakati bersama untuk pindah ke lokasi yang lebih aman,” ujar Gibran saat berdialog dengan warga.
Ia menekankan bahwa pemerintah pusat dan daerah akan menyiapkan relokasi secara komprehensif, termasuk hunian baru yang layak. Proses ini harus transparan, dikomunikasikan dengan jelas, serta melibatkan partisipasi masyarakat agar tidak menimbulkan kebingungan. Khusus bagi warga yang menggantungkan hidup pada pertanian dan peternakan, data akan dikumpulkan secara teliti agar tidak ada yang terlewat dalam program pemulihan.
Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, seperti lansia, ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan penyandang disabilitas. Wakil Presiden meminta jaminan pemenuhan kebutuhan dasar di pengungsian, termasuk pasokan makanan yang cukup, layanan kesehatan 24 jam, air bersih, serta fasilitas sanitasi yang memadai.
Baca juga : Sinergi Lintas Sektor Selamatkan Keindahan Pantai Nampu, Ikon Wisata Wonogiri dari Ancaman Sampah
“Sebelumnya, Gubernur Ahmad Luthfi telah melakukan peninjauan dan rapat koordinasi darurat pada Rabu lalu untuk mempercepat respons. Pemerintah daerah juga telah memperoleh persetujuan warga terkait relokasi, dengan rencana memanfaatkan lahan sekitar lima hektare milik Perhutani di wilayah Desa Capar atau Lebak Wangi sebagai lokasi hunian sementara,” jelas Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman.
Saat ini, empat titik pengungsian terpusat dan empat dapur umum beroperasi, melayani ribuan porsi makanan setiap harinya. Tim gabungan dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten terus melakukan asesmen lanjutan guna memetakan kebutuhan secara akurat serta mempercepat tahap relokasi dan pemulihan jangka panjang.
Kunjungan Wakil Presiden ini menunjukkan komitmen negara hadir tidak hanya pada fase tanggap darurat, melainkan hingga pemulihan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak.
Pewarta: Ikhwanudin

