Skip to content
06/09/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Trump Siapkan Batas Pengungsi Terendah Sejarah AS di Tengah Shutdown Pemerintah: Prioritas untuk Afrikaner Afrika Selatan

Trump Siapkan Batas Pengungsi Terendah Sejarah AS di Tengah Shutdown Pemerintah: Prioritas untuk Afrikaner Afrika Selatan

Jurnalis RI News Portal Posted on 11 bulan ago 3 minutes read
Trump Siapkan Batas Pengungsi Terendah Sejarah AS di Tengah Shutdown Pemerintah
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Washington, 4 Oktober 2025 – Pemerintahan Presiden Donald Trump mulai menyoroti isu penampungan pencari suaka dan imigran di Amerika Serikat (AS) usai penutupan pemerintah atau government shutdown yang dimulai pada Kamis pekan ini. Tiga sumber dekat dengan Gedung Putih mengungkapkan kepada wartawan bahwa Trump bersiap menetapkan batas penerimaan pengungsi hanya 7.500 orang selama masa shutdown ini, angka yang berpotensi mencetak rekor terendah dalam sejarah program resettlement AS. Kebijakan ini secara khusus memprioritaskan kelompok minoritas Afrikaner, keturunan Belanda kulit putih di Afrika Selatan, di tengah kritik luas atas diskriminasi rasial yang diduga dialami mereka.

Shutdown pemerintah federal, yang dipicu oleh perselisihan anggaran antara Partai Republik dan Demokrat, telah mengganggu operasi layanan publik esensial, termasuk potensi penundaan pemrosesan imigrasi. Trump, yang kembali menjabat sebagai presiden sejak Januari 2025, langsung membekukan penerimaan pengungsi secara keseluruhan setelah pelantikannya, dengan alasan bahwa program tersebut hanya boleh dilanjutkan jika selaras dengan kepentingan nasional AS. Beberapa minggu kemudian, ia mengeluarkan perintah eksekutif yang secara eksplisit memprioritaskan Afrikaner, mengklaim kelompok minoritas kulit putih ini mengalami diskriminasi rasial dan kekerasan di Afrika Selatan yang mayoritas penduduknya berkulit hitam. Klaim tersebut mencakup tuduhan penyitaan properti tanpa kompensasi melalui undang-undang reformasi tanah di Afrika Selatan, serta isu affirmative action yang dianggap merugikan mereka.

Sebagai bagian dari kebijakan imigrasi keras yang menjadi ciri khas masa jabatan pertamanya (2017-2021), Trump sebelumnya telah memangkas kuota pengungsi secara signifikan, mencapai titik terendah 15.000 orang pada akhir masa baktinya. Kini, di tengah shutdown yang bisa berlangsung hingga akhir November jika tidak ada kesepakatan, proposal batas 7.500 orang ini dilihat sebagai kelanjutan strategi tersebut, dengan sebagian besar slot dialokasikan untuk Afrikaner. Sumber-sumber tersebut menekankan bahwa prioritas ini bertujuan melindungi kelompok yang Trump sebut sebagai korban “diskriminasi rasial yang disponsori pemerintah,” meskipun pemerintah Afrika Selatan keras membantah tuduhan itu, menyatakan tidak ada bukti genosida atau penganiayaan sistematis terhadap warga kulit putih.

Kebijakan ini menuai kontroversi akademis dan internasional. Para pakar imigrasi menyoroti kontradiksi: sementara pengungsi dari wilayah konflik seperti Kongo, Sudan, atau Rohingya diblokir sepenuhnya, proses untuk Afrikaner dipercepat secara signifikan, dengan kelompok pertama tiba di AS sejak Mei 2025. Analis politik dari lembaga think tank seperti Council on Foreign Relations menyebut langkah ini sebagai “pemilihan rasial terselubung,” yang berpotensi merusak kredibilitas AS sebagai pemimpin hak asasi manusia global. Selain itu, shutdown ini bisa memperburuk backlog kasus imigrasi, dengan jutaan kasus tertunda di pengadilan imigrasi, sementara operasi penegakan seperti deportasi oleh ICE tetap berlanjut sebagai layanan esensial.

Baca juga : Maverick Vinales Mundur dari MotoGP Indonesia Akibat Cedera Bahu yang Memburuk

Trump membela kebijakannya dengan menyatakan bahwa Afrikaner memenuhi definisi pengungsi klasik akibat “kekerasan berbasis ras,” meskipun data polisi Afrika Selatan tidak menunjukkan kerentanan lebih tinggi bagi warga kulit putih dibandingkan kelompok lain. Kritik dari kelompok hak pengungsi seperti Episcopal Church bahkan menyebabkan penolakan kerjasama dalam resettlement. Sementara itu, shutdown ini juga memicu perdebatan lebih luas tentang akses layanan kesehatan bagi imigran legal, dengan Demokrat menuduh Trump menggunakan krisis untuk membatasi manfaat bagi kelompok rentan.

Hingga kini, hanya sedikit Afrikaner yang memanfaatkan program ini—kurang dari 100 orang sejak Februari—meskipun lebih dari 67.000 menyatakan minat awal. Para pengamat memperingatkan bahwa batas rendah ini, jika terealisasi, tidak hanya akan memicu tuntutan hukum dari organisasi hak asasi, tapi juga memperlemah aliansi diplomatik AS dengan Afrika Selatan, termasuk pemotongan bantuan federal yang telah dilakukan Trump sejak awal tahun.

Pemerintahan Trump menegaskan bahwa kebijakan ini murni berdasarkan “kepentingan keamanan nasional,” tapi para kritikus melihatnya sebagai bagian dari narasi anti-imigrasi yang selektif. Dengan shutdown yang berpotensi meluas, masa depan program pengungsi AS semakin tidak pasti, meninggalkan ribuan pencari suaka di seluruh dunia dalam ketidakpastian.

Pewarta : Setiawan Wibisono S.TH

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Maverick Vinales Mundur dari MotoGP Indonesia Akibat Cedera Bahu yang Memburuk
Next: Bolivia Mengecam Pelanggaran Wilayah Udara Venezuela oleh Jet Tempur AS sebagai Ancaman Stabilitas Kawasan

Related Stories

Kedaulatan Kognitif Anak

Kedaulatan Kognitif Anak: Polandia Memulai Era Sekolah Bebas Ponsel

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 hari ago 0
Misi Historis Penanggulangan Bencana Pasifik

Misi Historis Penanggulangan Bencana Pasifik: Kapal Angkut Militer Jepang Bertolak Padamkan Karhutla Kalimantan

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
JSDF Kirim Kapal Tempur

JSDF Kirim Kapal Tempur & Helikopter ke Indonesia: Jepang Dukung Pemadam Karhutla dengan 600 Personel

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
Kepala MTsN 3 Klaten, Mukarom Faisal Rosidin, S.Pd.I., M.Si.
Iklan Kemerdekaan RI Ke-81
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. A mengenai Dinamika Mobilisasi Komando Operasional: Penguatan Rayonisasi Taktis Brimob Polri dalam Mitigasi Ekologis Karhutla di Kabupaten Melawi
  2. Zulfian andesta mengenai Restorasi Pusat Niaga Slogohimo: Reaktualisasi Infrastruktur Ekonomi Pasar Tradisional Berbasis Akuntabilitas Publik
  3. A mengenai Petaka Petang di Tawangsari: Refleksi Kasus Laka Lantas Remaja dan Ancaman Keselamatan Jalan
  4. Tukino mengenai Pengungkapan Pencurian Dua Alat Utama di Padangsidimpuan: Tersangka AFS Ditangkap, Kerugian Rp2,5 Juta
  5. Tukino mengenai Harapan Daun Tembaga: Penambahan Dana Rp34,3 Miliar dan Kemajuan Pembayaran TPP ASN di Subulussalam

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Rafa Jadi Pahlawan, Melati Jaya FC Amankan Kemenangan Perdana di Turnamen Peduli Sepak Bola Padangsidimpuan 2026
  • Respon Cepat Karhutla: Polsek Nanga Pinoh Tembus Medan Terjal Padamkan Api di Lahan Mineral Melawi
  • Respon Cepat Karhutla Melawi: Pelajaran Penting dari Responsifitas Lapangan dan Tantangan Geografis Nanga Mancur
  • Respon Darurat Karhutla: Pendekatan Humanis Kepolisian Meringankan Beban Warga Melawi
  • Merajut Kemanunggalan di Ruang Publik: Perspektif Sosiologis dan Kesehatan Masyarakat pada TNI Run 2026
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by