Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Tragedi Udara Terburuk: Saklar Mesin Diduga Jadi Pemicu Jatuhnya Pesawat Air India di Ahmedabad

Tragedi Udara Terburuk: Saklar Mesin Diduga Jadi Pemicu Jatuhnya Pesawat Air India di Ahmedabad

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 bulan ago 2 min read
Saklar Mesin Diduga Jadi Pemicu Jatuhnya Pesawat Air India di Ahmedabad
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. New Delhi 13 Juli 2025 — Dugaan kesalahan kritis dalam pengoperasian saklar bahan bakar menjadi sorotan utama dalam kecelakaan tragis pesawat Air India Boeing 787-8 Dreamliner yang jatuh di Ahmedabad pada 12 Juni 2025 dan menewaskan sedikitnya 260 orang. Temuan awal dari Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat India (AAIB) mengungkap bahwa sesaat sebelum pesawat menghantam tanah, saklar pengatur bahan bakar kedua mesin secara misterius berpindah dari posisi “RUN” ke “CUTOFF”, memutus suplai bahan bakar dan menyebabkan hilangnya daya dorong secara total.

Dalam laporan yang dirilis Sabtu pagi (12/7), disebutkan bahwa kedua pilot tampak mengalami kebingungan atas perubahan pengaturan tersebut. Rekaman kokpit menunjukkan bahwa dalam detik-detik terakhir sebelum kecelakaan, salah satu pilot terdengar bertanya kepada rekannya, “Kenapa kamu matikan bahan bakarnya?”, yang langsung dijawab, “Aku tidak melakukannya.”

Pesawat tersebut mengangkut 230 penumpang dari berbagai negara — termasuk 169 warga negara India, 53 warga Inggris, tujuh warga Portugal, dan satu warga Kanada — serta 12 awak pesawat. Hanya satu penumpang yang ditemukan selamat dalam peristiwa ini, yang kini dicatat sebagai salah satu kecelakaan penerbangan paling mematikan dalam sejarah India.

Laporan menyebutkan bahwa penerbangan hanya berlangsung sekitar 30 detik dari saat lepas landas hingga pesawat jatuh. Ketika pesawat mencapai kecepatan tertinggi yang tercatat, dalam waktu kurang dari satu detik, saklar pemutus bahan bakar kedua mesin berpindah dari “RUN” ke “CUTOFF” secara berurutan. Meski saklar sempat dikembalikan ke posisi semula, upaya tersebut terlambat karena pesawat sudah kehilangan ketinggian secara drastis.

Salah satu pilot sempat memanggil sinyal darurat dengan menyebutkan, “MAYDAY, MAYDAY, MAYDAY,” sebelum hilang kontak.

Terry Tozer, mantan pilot dan analis penerbangan, menyebut peristiwa ini “sangat aneh dan tidak lazim.” Menurutnya, saklar bahan bakar biasanya tidak disentuh setelah lepas landas. “Sayangnya, ketinggian terlalu rendah dan mesin tidak punya cukup waktu untuk pulih,” ujarnya kepada Sky News.

Laporan awal tidak menyebutkan apakah ada kesalahan teknis, kesengajaan, atau kegagalan sistem yang menyebabkan pergeseran saklar tersebut. Belum ada pula rekomendasi kepada Boeing selaku produsen pesawat. Boeing dalam pernyataannya menyatakan belasungkawa dan komitmennya untuk mendukung penuh penyelidikan yang tengah dilakukan.

Baca juga : Kebumen; SPBU 44.543.17 Diduga Jadi Sumber Kejahatan Energi: Mafia BBM Subsidi Gerogoti Negara

Menteri Penerbangan Sipil India, Kinjarapu Ram Mohan Naidu, meminta publik untuk tidak berspekulasi hingga laporan akhir dirilis. “Ini baru laporan awal. Kita harus menunggu hasil investigasi yang tuntas,” katanya kepada awak media.

Air India juga menyatakan kerja sama penuh dalam proses investigasi. “Kami terus berkoordinasi dengan otoritas yang berwenang, termasuk AAIB dan regulator lainnya,” kata pihak maskapai dalam pernyataan resmi.

Sebagai langkah pencegahan, otoritas penerbangan India telah memerintahkan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh armada Boeing 787 Dreamliner milik Air India, yang berjumlah 33 unit.

Kecelakaan ini kembali menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap keselamatan operasional pasca-lepas landas, termasuk pemantauan ketat terhadap sistem kendali bahan bakar dan protokol komunikasi antar-pilot. Investigasi menyeluruh dan transparan menjadi kunci untuk mencegah bencana serupa di masa mendatang.

Pewarta : Setiawan S.TH

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Kebumen; SPBU 44.543.17 Diduga Jadi Sumber Kejahatan Energi: Mafia BBM Subsidi Gerogoti Negara
Next: Iran Tegaskan Komitmen NPT dan Format Baru Kerja Sama Nuklir: Respons Diplomatik Pascakonflik Iran-Israel

Related Stories

Eskalasi Ketegangan Politik di Era Pemerintahan Trump
3 min read

Bentrokan Protes Imigrasi di Minneapolis: Eskalasi Ketegangan Politik di Era Pemerintahan Trump

Jurnalis RI News Portal Posted on 22 jam ago 0
Pidato Khamenei dan Respons Trump Menyoroti Krisis Kepemimpinan dan Kedaulatan
3 min read

Ketegangan Iran-AS: Pidato Khamenei dan Respons Trump Menyoroti Krisis Kepemimpinan dan Kedaulatan

Jurnalis RI News Portal Posted on 22 jam ago 0
Upaya Diplomasi Ukraina di Washington Berlangsung di Tengah Eskalasi Serangan Energi Rusia
3 min read

Upaya Diplomasi Ukraina di Washington Berlangsung di Tengah Eskalasi Serangan Energi Rusia

Jurnalis RI News Portal Posted on 22 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan
  • Doa Bersama Tokoh Adat, Spiritual, dan Lintas Agama Kawal Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara
  • Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman
  • Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.