RI News. Wonogiri – Respon cepat aparat Polsek Tirtomoyo Polres Wonogiri berhasil mempersingkat waktu pencarian korban tenggelam di aliran Sungai Wiroko. Meski demikian, nyawa seorang pelajar berusia 18 tahun tidak dapat diselamatkan dalam peristiwa yang terjadi Sabtu (9/5/2026) di Dusun Cabaan, Desa Banyakprodo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri.
Korban, MNA (18), pelajar asal Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, yang berdomisili di Desa Sumberagung, Kecamatan Batuwarno, Wonogiri, tenggelam saat memancing bersama tiga rekannya. Peristiwa bermula sekitar pukul 10.30 WIB ketika keempat pemuda itu tiba di lokasi. MNA dan salah satu temannya memasuki aliran sungai untuk memancing, sementara dua lainnya berada di tepian.
Tak lama berselang, MNA terlihat beberapa kali melambaikan tangan dari tengah sungai sebagai isyarat meminta tolong. Rekannya yang berada di dekatnya segera berupaya mendekat, namun arus sungai yang deras dan kedalaman air menyulitkan upaya penyelamatan. Rekan korban kemudian berteriak meminta bantuan warga sekitar.

Laporan masyarakat diterima Polsek Tirtomoyo sekitar pukul 13.00 WIB. Tanpa menunggu lama, personel Polsek langsung mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan tim SAR, relawan, serta warga setempat untuk melakukan pencarian intensif.
Upaya gabungan tersebut membuahkan hasil. Sekitar pukul 14.15 WIB, jenazah MNA ditemukan di dasar sungai dengan kedalaman sekitar tiga meter, berjarak kurang lebih enam meter dari titik awal korban tenggelam. Korban dievakuasi ke permukaan dan langsung dibawa untuk pemeriksaan medis.
Hasil visum luar oleh tim medis UPTD Puskesmas Batuwarno menyatakan bahwa korban meninggal dunia akibat tenggelam. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.
Baca juga : Benteng Kebenaran di Era Banjir Informasi: Pers Indonesia Siap Hadapi Hoaks
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, SH., S.I.K., M.P.M., melalui Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada relawan, tim SAR, dan masyarakat yang dengan sigap membantu proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan,” ujarnya.
AKP Anom Prabowo juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di area sungai, terutama di lokasi dengan arus deras dan kedalaman yang berbahaya. “Keselamatan adalah prioritas. Mari kita jaga diri dan rekan-rekan kita saat berada di dekat perairan,” tegasnya.
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kesadaran kolektif akan risiko aktivitas di sungai, terutama pada musim hujan di mana debit air dan arus cenderung lebih kuat.
Pewarta: Nandang Bramantyo


