RI News Portal. Padang – Upaya identifikasi korban bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera Barat menunjukkan kemajuan signifikan. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Barat berhasil mengungkap identitas tiga jenazah korban melalui uji pencocokan DNA di Laboratorium Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri.
Ketiga korban yang kini telah diketahui identitasnya adalah Jaruni (perempuan) asal Sungai Garingging, Kabupaten Padang Pariaman; Dusra Maini (laki-laki) asal Kabupaten Agam; serta Irna Silva (perempuan) juga berasal dari Kabupaten Agam. Proses verifikasi dilakukan dengan membandingkan profil DNA jenazah terhadap sampel pembanding dari anak kandung maupun orang tua kandung korban, menghasilkan tingkat kecocokan mencapai 99 persen.
Dua di antara ketiga jenazah tersebut telah dimakamkan secara massal beberapa waktu lalu. Sementara itu, jenazah Jaruni sempat disimpan di instalasi pendingin Rumah Sakit Bhayangkara Padang hingga proses identifikasi rampung.

Pada Kamis (22 Januari 2026), Wakapolda Polda Sumbar Brigjen Pol Solihin secara simbolis menyerahkan sertifikat identifikasi sekaligus jenazah Jaruni kepada keluarga untuk dimakamkan sesuai adat dan keinginan. “Polda Sumbar tetap berkomitmen mengidentifikasi seluruh jenazah korban bencana yang belum teridentifikasi. Begitu identitas terkonfirmasi, kami segera menyerahkannya kepada keluarga,” tegas Brigjen Pol Solihin.
Menurutnya, hasil uji DNA dari Pusdokkes Polri yang diterima baru-baru ini menegaskan kecocokan tersebut. “Sampel DNA pembanding dari anak kandung korban cocok dengan DNA jenazah, sehingga hari ini kami menyerahkan hasil uji serta jenazah kepada keluarga,” jelasnya.
Data terbaru hingga 20 Januari 2026 mencatat total korban meninggal dunia akibat bencana di Sumbar mencapai 254 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 226 korban telah berhasil diidentifikasi, terdiri atas 112 laki-laki dan 114 perempuan. Masih tersisa 28 jenazah atau bagian tubuh yang belum teridentifikasi, dengan rincian 13 laki-laki dan 15 perempuan—meski ada sedikit variasi dalam beberapa laporan sebelumnya. Selain itu, tercatat 81 orang masih dinyatakan hilang, terdiri dari 43 laki-laki dan 38 perempuan.
Baca juga : Pemprov Sumbar Siapkan Benteng Pangan Pascabencana: Ajukan Tambahan Stok ke Bapanas Jelang Ramadhan 2026
Brigjen Pol Solihin mengimbau masyarakat yang kehilangan anggota keluarga pascabencana untuk segera melapor ke Polsek, Polres terdekat, atau melalui layanan darurat 110. “Seluruh sampel DNA dari jenazah yang belum teridentifikasi telah diambil dan dikirim ke Pusdokkes Polri. Kami siap mengambil sampel pembanding dari orang tua kandung atau anak kandung dalam waktu 1×24 jam untuk mempercepat proses,” ujarnya.
Plt Kabiddokkes Polda Sumbar AKBP dr Faisal menambahkan bahwa kendala utama saat ini adalah minimnya sampel DNA pembanding dari keluarga inti. “Masih ada 28 jenazah atau potongan tubuh yang menunggu verifikasi karena belum ada sampel pembanding. Kami mengimbau keluarga yang merasa kehilangan untuk segera melapor,” katanya.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menekankan pendekatan humanis dalam seluruh proses. “Polri tidak hanya menangani aspek teknis identifikasi, tetapi juga memberikan dukungan moril kepada keluarga. Penyerahan jenazah dilakukan langsung agar proses berjalan lancar dan memberikan ketenangan bagi yang ditinggalkan,” pungkasnya.
Proses identifikasi berkelanjutan ini menjadi bagian dari komitmen aparat dalam memberikan kepastian bagi keluarga korban bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Sumatera Barat akhir tahun lalu hingga awal 2026.
Pewarta : Mayang Sari


Hadir…..🙏
Mantap👍
Semoga ri news selalu menjadi yang terbaik 🙏🙏🙏
Assalamualaikum…
Selamat siang untuk keluarga besar RINews portal..
Salam dari pesisir Selatan