RI News. Wonogiri, Jumat (6/11/2026) – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Kembang, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, memunculkan konfigurasi politik yang jarang ditemui dalam kontestasi demokrasi lokal. Dua calon yang akan bersaing memperebutkan jabatan kepala desa terikat hubungan perkawinan: Suwarno, S.Sos., kepala desa petahana, dan istrinya, Darni.
Keduanya ditetapkan secara resmi sebagai calon dalam rapat pleno panitia Pilkades pada Kamis (5/11/2026). Agenda itu sekaligus mencakup pengundian nomor urut dan pemaparan visi-misi. Suwarno mendapat nomor urut 1, sedangkan Darni nomor urut 2.
Fenomena ini kian menonjol karena Desa Kembang menjadi satu-satunya desa di Kecamatan Jatipurno yang menggelar Pilkades pada 2026. Perhatian publik kecamatan pun terpusat pada desa ini.
Dari sudut pandang kajian demokrasi lokal, kontestasi antarpasangan suami istri menarik karena menguji batas antara ikatan domestik dan kompetisi politik. Pilkades menjadi ruang bagi warga untuk menilai gagasan dan rekam jejak kandidat. Hubungan kekerabatan tidak otomatis menentukan pilihan.

Suwarno telah memimpin Desa Kembang selama dua periode, yakni 2012–2018 dan 2018–2026. Ia mengangkat slogan “Lanjutkan Pembangunan, Tuntaskan Pengabdian” dan menjanjikan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.
Prioritas programnya adalah:
- pemerataan infrastruktur;
- peningkatan pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan desa;
- penguatan ekonomi warga melalui optimalisasi BUMDes;
- pengembangan sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan;
- pemberdayaan UMKM;
- penguatan gotong royong dan pelestarian lingkungan.
Darni tampil dengan slogan “Desa Melayani dan Peduli Masyarakat”. Visinya adalah pemerintahan desa yang bersih, peduli, dan melayani, demi masyarakat yang sejahtera dan bermartabat.
Programnya berfokus pada peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, pembangunan desa yang terencana dan merata, serta pemberdayaan warga lewat kegiatan produktif dan pengembangan usaha.
Ketua Panitia Pilkades Desa Kembang, Tiyo, menyatakan penetapan kedua calon telah mengikuti mekanisme yang berlaku. Pendaftaran dibuka pada 5–15 Oktober 2026. Suwarno mendaftar lebih dulu pada Jumat (9/10/2026), sedangkan Darni mendaftar pada Kamis (15/10/2026), hari terakhir pendaftaran.
Panitia kemudian memeriksa kelengkapan dan keabsahan berkas serta membuka ruang bagi masyarakat untuk memberi masukan tertulis. Pada 2 November 2026, keduanya dinyatakan memenuhi syarat dan berhak mengikuti penetapan calon, pengundian nomor urut, dan pemaparan visi-misi.
Pelaksana Tugas Kepala Desa Kembang sekaligus Sekretaris Desa, Purwanto, meminta warga menjaga persatuan selama seluruh tahapan. Menurutnya, perbedaan pilihan adalah bagian wajar dari demokrasi dan harus disikapi dewasa agar tidak merusak hubungan kekeluargaan dan sosial.
“Siapa pun yang menjadi pilihan masyarakat, persaudaraan dan kerukunan warga harus tetap dijaga,” tegasnya. Ia berharap pemilihan berlangsung lancar, aman, dan kondusif, serta mengajak warga menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab.
Rapat pleno dihadiri Camat Jatipurno Nur Dhana Setiawan dan Kapolsek Jatipurno Sutrisno. Hadir pula Plt. Kepala Desa Purwanto, Ketua Panitia Tiyo beserta jajaran, Tim Pengendali Kecamatan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), unsur RT/RW, kader Posyandu, Karang Taruna, dan tokoh masyarakat.
Baca juga: Polisi Peduli Pengangguran, Polres Melawi Jembatani Pencari Kerja dengan Dunia Usaha
Camat Nur Dhana Setiawan mengajak seluruh elemen bersama-sama menyukseskan pesta demokrasi desa itu. Ia menekankan pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas wilayah hingga seluruh tahapan selesai.
Kini nomor urut telah ditetapkan dan dua gagasan pembangunan telah dipaparkan. Keputusan akhir ada pada warga Desa Kembang. Kontestasi ini bukan sekadar adu program, tetapi juga contoh bahwa demokrasi desa mampu menampung dinamika yang tak lazim, ketika suami dan istri sama-sama mengajukan diri untuk memikul amanah sebagai kepala desa.
Pewarta: Nandar Suyadi
Tagline: #Pilkades, #DesaKembang, #Jatipurno, #Wonogiri, #DemokrasiDesa, #SuamiIstri, #Petahana, #PemilihanKepalaDesa,

